Jateng

Pemilu 2024, GP Ansor Ikuti Arahan PBNU

Theo Adi Pratama | 4 Februari 2024, 17:22 WIB
Pemilu 2024, GP Ansor Ikuti Arahan PBNU

AKURAT.CO, Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) yakin jika ketua umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (PP GP Ansor) masa Khidmat 2024-2029, yakni Addin Jauharudin, bakal membawa Ansor lebih baik.

Addin terpilih menjadi Ketua Umum menggantikan Gus Yaqut dalam Kongres XVI GP Ansor yang digelar di atas kapal yaitu KM Kelud Perairan Laut Jawa pada Kamis hingga Sabtu lalu.

Menurut informasi Kongres dihadiri utusan dari 34 pengurus wilayah dan 429 pengurus cabang dengan total peserta 1.700 orang.

Baca Juga: Sambut Bonus Demografi, Azil Maskur optimis, dibawah Addin GP Ansor mampu mewujudkan Kemandirian Organisasi

Ada dari 3 pengurus cabang luar negeri yang ikut menghadiri Kongres yaitu: PC Arab Saudi, Taiwan dan Mesir.

"Saya yakin Ketum PP GP Ansor yang baru bakal lebih baik dari ketum sebelum," kata Gus Yaqut, Minggu (4/2/2024).

Disinggung semakin dekatnya Pemilu 2024, 14 Februari mendatang, Gus Yaqut menekankan jika Nahdatul Ulama (NU) harus netral karena terkait khitoh.

Baca Juga: FULL TIME 1-0 Persebaya vs Bhayangkara FC, Bajul Ijo Raih Kemenangan Perdana usai 10 Laga Imbang di Liga 1

Untuk Ansor sendiri, pria asli Rembang ini menyerahkan kepada ketum Ansor yang baru, yakni Addin.

"NU tentu harus netral, kalau Ansor ya terserah ketumnya. Pesan khusus tidak ada, tapi sudah tak sampaiken saat pembukaan dan jelas pesan saya," pungkasnya.

Sementara itu Addin berterimakasih atas terpilihnya dirinya. Dia juga mengucapkan hormat kepada Ketum lama yaitu Gus Yaqut.

Baca Juga: HASIL AKHIR FULL TIME Persebaya vs Bhayangkara FC, MENANG SIAPA? Skor 1-0 Awal Babak Kedua, CEK Score Final di Liga 1 Hari Ini

"Semoga keinginan sahabat-sahabat terkabul dan Gerakan Pemuda Ansor menjadi organisasi terkuat, terhebat di seluruh dunia," ujar Addin.

Terkait pesan atau sandi yang diberikan Gus Yaqut saat di pembukaan Kongres di Jakarta yang kental dengan nuansa angka dua. Pihaknya enggan berbicara banyak.

"Yang jelas kita ikuti PBNU, apa arahannya kita ikuti. Kalau terkait sandi, sandi kan banyak," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.