Dr. Sri Suciati MHum, Rektor Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), menegaskan bahwa proses ini tidak semata-mata tentang meraih kelulusan, melainkan menjadi guru yang profesional secara menyeluruh.
Hal tersebut ditegaskannya dalam Orientasi Akademik Mahasiswa PPG Prajabatan Gelombang 1 Tahun 2024 di kampus tersebut, Selasa 16 Januari 2024.
Baca Juga: Inovasi Mahasiswa Informatika UPGRIS Tampilkan 100 Karya dalam Pameran Teknologi
Pada PPG prajabatan gelombang 1 tahun 2024, UPGRIS menerima 343 mahasiswa, terdiri dari beberapa prodi seperti Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Pendidikan Jasmani Kesehatan Rekreasi dan Matematika.
"Penting untuk memahami bahwa lulus hanyalah langkah awal, sedangkan menjadi guru profesional melibatkan dedikasi dan komitmen untuk memberikan kontribusi maksimal di bidang pendidikan. Kelulusan di sini bukan tujuan akhir, tetapi awal dari perjalanan yang lebih besar," terangnya.
Menyelesaikan tugas-tugas dengan baik adalah kunci dalam mencapai tujuan tersebut.
Tugas-tugas ini bukanlah sekadar formalitas, melainkan bagian penting dari pembentukan diri menjadi seorang pendidik yang berkualitas.
Oleh karena itu, memberikan fokus penuh pada setiap tugas adalah langkah krusial untuk mencapai sertifikat profesi.
Prioritas utama harus diberikan pada kuliah Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Proses ini adalah fondasi yang akan membekali calon guru dengan pengetahuan, keterampilan, dan etika yang diperlukan. Memilih PPG sebagai prioritas utama adalah langkah cerdas untuk meraih sertifikat profesi.
Orientasi menjadi tahap awal yang sangat penting dalam perjalanan kuliah PPG.
Dimulai dengan orientasi yang tertib, mahasiswa membangun landasan yang kuat untuk meniti perjalanan kuliah dengan baik. Kedisiplinan dan fokus pada setiap tahap belajar akan membentuk dasar yang kokoh.
Kelulusan menjadi puncak dari perjalanan kuliah PPG. Tertib dan disiplin selama proses belajar membawa mahasiswa menuju pencapaian ini.
Rektor menegaskan bahwa kelulusan bukan akhir dari segalanya, melainkan awal dari tanggung jawab sebagai seorang guru profesional.
Program PPG yang dibiayai oleh pemerintah bertujuan untuk menyimbangkan jumlah kebutuhan guru. Setiap peserta PPG mendapatkan fasilitas biaya pendidikan.
Rektor menekankan bahwa kualitas pendidikan bergantung pada guru, sambil menyoroti pentingnya kurikulum dan sarana prasarana penunjang.
Mahasiswa didorong untuk membentuk pola sikap yang baik, mempersiapkan diri untuk dunia kerja yang membutuhkan standar operasional prosedur (SOP) dan kedisiplinan.
Dalam menghadapi tantangan berat saat ini, guru dituntut memiliki kecakapan dan kompetensi, termasuk kecakapan pembelajaran dan pendidikan, kemampuan pedagogik dan profesional, serta kompetensi kepribadian dan sosial.
Oleh karena itu, meraih sertifikat profesi bukan hanya menjadi tugas, tetapi sebuah komitmen untuk menjadi pilar pendidikan yang berkualitas.
***