Eko Krisnarto, Bangun Visi Besar RSWN Dimulai Dari Perjalanan Karir dan Pengalaman yang Panjang

AKURAT.CO, Peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan bagi rumah sakit mutlak harus dilakukan. Hal tersebut dikatakan oleh Direktur Utama Rumah Sakit Kanjeng Raden Mas Tumenggung (KRMT) Wongso Negoro (RSWN), dr Eko Krisnarto SPKK.
Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil direktur umum dan keuangan itu mencanangkan rencana strategi bisnis dalam lima tahun kedepan untuk Rumah Sakit kebanggaan warga Semarang ini.
“Nah lima tahun kedepan itu di mana masing-masing tahun itu kita memfokuskan di layanan apa. Dan apa yang harus ditingkatkan sarana dan prasarananya serta peningkatan kualitas SDM,” ujanya saat diwawancara dikantornya pada Jum’at (8/12/2023).
Baca Juga: Kapolri Rotasi 513 Pamen dan Pati, 21 Pejabat Polda Jateng Mendapat Promosi Jabatan Baru
Peningkatan kualitas SDM ini mutlak diperlukan untuk meningkatkan pelayanan rumah sakit. Saat ini, karyawan RSWN total 1536 personel terdiri dari pegawai ASN, PPPK, dan tenaga BLUD.
“Nah kualitas SDM itu akan mencukupi dari rencana rumah sakit untuk mengembangkan pelayanan prioritas yang digenjot RSWN,” tuturnya.
Di samping itu,pria yang memang separuh karirnya di RSWN dihabiskan dibidang pelayanan dan manajemen keuangan itu ingin meningkatkan akuntabilitas rumah sakit.
Baca Juga: Memperkuat Relasi Internasional: UPGRIS Jalin Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi di Tiongkok
Hal itu terbukti dengan penghargaan yang didapat berupa Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBSM) yang kemarin diserahkan oleh Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men-PANRB) di Bali.
“Karena ini menjadi rumah sakit tipe B pendidikan, sehingga RSWN dijadikan rujukan rumah sakit tipe C dan D. Kebetulan RSWN itu mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Semarang untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan,” tuturnya.
Peningkatan pelayanan itu kemudian dibuktikan dengan rencana pembangunan gedung baru dengan fasilitas khusus penanganan kanker yang memang cukup jarang di rumah sakit di Semarang.
“Sebagai contoh, banyak warga Kota Semarang didiagnosis penyakit kanker dan harus dirujuk di RSDK (Kariadi). Nah di situ itu antrinya lama sekali, bahkan bisa sampai 4 atau 6 bulan baru dilayani. Nah kami saat ini sedang membangun fasilitas gedung kemoterapi 4 lantai. Jadi nanti di sana ada radioterapi,” tuturnya.
Sata ini pihaknya sudah mengajukan untuk lelang dini, sehingga diharapkan tahun depan sudah jadi. Gedung ini sangat bermanfaat ketika pasien kanker harus mendapatkan terapi radioterapi.
Kapasitas pelayanan di RSWN sendiri, kata Eko, dibedakan antara rawat jalan dan rawat inap. Kalau rawat inap yang dihitung adalah tempat tidur atau BOR (Bad Occupancy Rate).
“Dalam 2 bulan terakhir kapasitas BOR antara 75 hingga 82 persen dari 526 tempat tidur. Prosente ini cukup tinggi.
“Untuk pelayanan rawat jalan, perharinya mencapai 800 sampai 900 pasien,” tambahnya.
Perjalanan Karir
Sementara itu, ketika ditanya perjalanan karirnya hingga menjadi direktur sebuah Rumah Sakit yang menjadi kebanggaan warga Kota Semarang, Eko menjawab dengan rendah hati bahwa hal itu adalah anugrah tuhan dan kepercayaan Pemkot Semarang.
“Semua itu karena angurah tuhan dan kepercayaan pemerintah Kota Semarang,” tuturnya.
Eko Krisnarto sendiri mengawali karir di sebuah Puskesmas di NTT dan pernah pula diterima di Rumah Sakit Pertamina Samarinda. Namun dia harus pulang ke kampung halaman karena terbentur restu orang tua.
Baca Juga: Persipa Pati Berada di Ambang Degradasi Turun Kasta ke Liga 3: Harapan Tipis di Pertandingan Penentu
“Awal karir saya sebagai dokter ditempatkan di sebuah Puskesmas di NTT tahun 1997 sampai tahun 2000,” tuturnya.
“Pernah juga diterima sebagai dokter kulit di RS Pertamina Balikpapan tapi karena restu orang tua yang menginginkan saya kembali ke Semarang akhirnya saya tidak jadi bekerja di Balikpapan,” lanjutnya.
Eko kemudian masuk di RSWN tahun 2006 sebagai dokter spesialis kulit dan klamin dengan status pegawai fungsional.
“Jadi saya diminta membantu pekerjaan dengan posisi kepala SIM, kepala bagian rawat jalan, sampai bagian jasa pelayanan dan ketua komite mutu serta komite administrasi sampai manager Pavilun Gatot kaca,” ungkapnya.
“Nah pada tahun 2019 dipercaya menduduki Wakil Direktur Umum dan Keuangan. Kemudian pada Agusts 2023 saya diangkat sebagai Plt Direktur Utama dan kemudian Oktober kemarin dilantik sebagai direktur utama definitif,” tutupnya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 2Profil Instagram Wasit Persija vs Persik di Super League 2026/2027, Steven Yubel Poli Pimpin Duel, Aidil Azmi Jadi Wasit VARdi JIS
- 3LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 4UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 5Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 6Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 7GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital
- 8Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 9Perangkat Pertandingan Garudayaksa vs Persib: Wasit Irfan Wahyu Wijanarko Pimpin Laga Panas Malam Ini
- 10CEK! Viral Pelari JRF 2026, Mengenal Flag-Off Time, Gun Time, dan Chip Time







