Jateng

Eko Krisnarto, Bangun Visi Besar RSWN Dimulai Dari Perjalanan Karir dan Pengalaman yang Panjang

Theo Adi Pratama | 8 Desember 2023, 17:02 WIB
Eko Krisnarto, Bangun Visi Besar RSWN Dimulai Dari Perjalanan Karir dan Pengalaman yang Panjang

AKURAT.CO, Peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan bagi rumah sakit mutlak harus dilakukan. Hal tersebut dikatakan oleh Direktur Utama Rumah Sakit Kanjeng Raden Mas Tumenggung (KRMT) Wongso Negoro (RSWN), dr Eko Krisnarto SPKK.

Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil direktur umum dan keuangan itu mencanangkan rencana strategi bisnis dalam lima tahun kedepan untuk Rumah Sakit kebanggaan warga Semarang ini.

“Nah lima tahun kedepan itu di mana masing-masing tahun itu kita memfokuskan di layanan apa. Dan apa yang harus ditingkatkan sarana dan prasarananya serta peningkatan kualitas SDM,” ujanya saat diwawancara dikantornya pada Jum’at (8/12/2023).

Baca Juga: Kapolri Rotasi 513 Pamen dan Pati, 21 Pejabat Polda Jateng Mendapat Promosi Jabatan Baru

Peningkatan kualitas SDM ini mutlak diperlukan untuk meningkatkan pelayanan rumah sakit. Saat ini, karyawan RSWN total 1536 personel terdiri dari pegawai ASN, PPPK, dan tenaga BLUD.

“Nah kualitas SDM itu akan mencukupi dari rencana rumah sakit untuk mengembangkan pelayanan prioritas yang digenjot RSWN,” tuturnya.

Di samping itu,pria yang memang separuh karirnya di RSWN dihabiskan dibidang pelayanan dan manajemen keuangan itu ingin meningkatkan akuntabilitas rumah sakit.

Baca Juga: Memperkuat Relasi Internasional: UPGRIS Jalin Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi di Tiongkok

Hal itu terbukti dengan penghargaan yang didapat berupa Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBSM) yang kemarin diserahkan oleh Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men-PANRB) di Bali.

“Karena ini menjadi rumah sakit tipe B pendidikan, sehingga RSWN dijadikan rujukan rumah sakit tipe C dan D. Kebetulan RSWN itu mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Semarang untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan,” tuturnya.

Peningkatan pelayanan itu kemudian dibuktikan dengan rencana pembangunan gedung baru dengan fasilitas khusus penanganan kanker yang memang cukup jarang di rumah sakit di Semarang.

“Sebagai contoh, banyak warga Kota Semarang didiagnosis penyakit kanker dan harus dirujuk di RSDK (Kariadi). Nah di situ itu antrinya lama sekali, bahkan bisa sampai 4 atau 6 bulan baru dilayani. Nah kami saat ini sedang membangun fasilitas gedung kemoterapi 4 lantai. Jadi nanti di sana ada radioterapi,” tuturnya.

Baca Juga: Film Godzilla x Kong: The New Empire - Petualangan Epik Kembali Dimulai, Munculnya Form Baru Godzilla

Sata ini pihaknya sudah mengajukan untuk lelang dini, sehingga diharapkan tahun depan sudah jadi. Gedung ini sangat bermanfaat ketika pasien kanker harus mendapatkan terapi radioterapi.

Kapasitas pelayanan di RSWN sendiri, kata Eko, dibedakan antara rawat jalan dan rawat inap. Kalau rawat inap yang dihitung adalah tempat tidur atau BOR (Bad Occupancy Rate).

“Dalam 2 bulan terakhir kapasitas BOR antara 75 hingga 82 persen dari 526 tempat tidur. Prosente ini cukup tinggi.

“Untuk pelayanan rawat jalan, perharinya mencapai 800 sampai 900 pasien,” tambahnya.

Perjalanan Karir

Sementara itu, ketika ditanya perjalanan karirnya hingga menjadi direktur sebuah Rumah Sakit yang menjadi kebanggaan warga Kota Semarang, Eko menjawab dengan rendah hati bahwa hal itu adalah anugrah tuhan dan kepercayaan Pemkot Semarang.

“Semua itu karena angurah tuhan dan kepercayaan pemerintah Kota Semarang,” tuturnya.

Eko Krisnarto sendiri mengawali karir di sebuah Puskesmas di NTT dan pernah pula diterima di Rumah Sakit Pertamina Samarinda. Namun dia harus pulang ke kampung halaman karena terbentur restu orang tua.

Baca Juga: Persipa Pati Berada di Ambang Degradasi Turun Kasta ke Liga 3: Harapan Tipis di Pertandingan Penentu

“Awal karir saya sebagai dokter ditempatkan di sebuah Puskesmas di NTT tahun 1997 sampai tahun 2000,” tuturnya.

“Pernah juga diterima sebagai dokter kulit di RS Pertamina Balikpapan tapi karena restu orang tua yang menginginkan saya kembali ke Semarang akhirnya saya tidak jadi bekerja di Balikpapan,” lanjutnya.

Eko kemudian masuk di RSWN tahun 2006 sebagai dokter spesialis kulit dan klamin dengan status pegawai fungsional.

“Jadi saya diminta membantu pekerjaan dengan posisi kepala SIM, kepala bagian rawat jalan, sampai bagian jasa pelayanan dan ketua komite mutu serta komite administrasi sampai manager Pavilun Gatot kaca,” ungkapnya.

“Nah pada tahun 2019 dipercaya menduduki Wakil Direktur Umum dan Keuangan. Kemudian pada Agusts 2023 saya diangkat sebagai Plt Direktur Utama dan kemudian Oktober kemarin dilantik sebagai direktur utama definitif,” tutupnya.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.