Jateng

Gumilang Febriyansyah Jelaskan Alasan Mengapa Jembatan Kaca Tinjomoyo Belum Beroprasi

Theo Adi Pratama | 16 November 2023, 11:21 WIB
Gumilang Febriyansyah Jelaskan Alasan Mengapa Jembatan Kaca Tinjomoyo Belum Beroprasi

AKURAT.CO SEMARANG - Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Gumilang Febriansyah menjelaskan alasan kenapa Jembatan Kaca di Hutan Wisata Tinjomoyo belum beroprasi. 

Dia menjelaskan karena masih adanya penambahan sarana prasarana pendukung keselamatan dan fasilitas lainnya. Mengingat pembukaan jembatan kaca nantinya oleh Dinas terkait demi untuk mengutamakan faktor keamanan pengunjung. 

Baca Juga: Mbak Ita Diapresiasi Nana Sudjana Atas Upaya Konsisten Menekan Inflasi dan Menstabilkan Harga Bahan Pokok

Febri mengingatkan agar jangan sampai terjadi musibah seperti ada kejadian yang menimpa pengunjung di Banyumas pada beberapa waktu lalu.

"Ada kejadian jembatan kaca pecah di Banyumas, mudah- mudahan hal ini tidak terjadi di Kota Semarang," ujarnya, Kamis (16/11/2023).

Baca Juga: Mbak Ita: Perlindungan terhadap Perempuan dan Anak adalah Pilar Penting

Sehingga, lanjut Febri, sapaan akrabnya, nantinya sebelum dibuka untuk umum, pengelola wajib melakukan trial atau uji coba dulu memastikan agar pengunjung benar -benar safety, dan membuat dengan jelas standar operasion prosedur (SOP)-nya.

Serta penambahan perlengkapan dan prasarana serta fasilitas keamanan lain pendukungnya.

Baca Juga: Sukses Konser Coldplay, Begini Kesan Mendalam Ariel dan David Noah

"Misalnya jalur naik dan turun pengunjung supaya dibedakan jalurnya ke jembatan kaca, dan harus dicek speknya serta disesuaikan dengan standarnya. Ketebalan kaca, dan lain-lain, seperti penambahan jaring pengaman di bawah jembatan," ungkapnya.

Selain itu, akses menuju Jembatan Kaca Tinjomoyo juga bisa diperbaiki agar membuat nyaman pengunjung.

Baca Juga: Rangkuman Chaosnya Suasana di Luar GBK Saat Konser Coldplay, Ternyata Banyak yang Terkena Scam Tiket

"Kami juga meminta akses jalan menuju ke sana diperbagus lagi karena masih banyak kondisi jalan yang rusak, kalau akses tidak baik wisatawan yang akan ke sana juga tidak nyaman," imbuh Politisi dari Partai PKB ini.

Selanjutnya, fasilitas jembatan Kaca untuk turun pengunjung agar bisa dibangun. Maupun fasilitas lainnya, seperti pos petugas jaga di sana, sehingga perlu anggaran tidak sedikit untuk melengkapi semua fasilitas di tempat wisata alam tersebut sampai benar- benar siap dibuka.

Baca Juga: BI Jateng - TPID Kota Semarang Luncurkan Toko Pandawa Kita, sebagai Upaya Tekan Inflasi dan Kendalikan Harga Sembako

Tak kalah pentingnya, sumber daya manusia (SDM) yang mengelola tempat wisata ini dibutuhkan skill di bidangnya dan mengetahui tugasnya masing masing.

Sehingga pengunjung merasa aman saat berlibur dan menikmati ikon wisata baru di Kota Semarang.

"Karena jembatan kaca Tinjomoyo sudah dinanti -nantikan oleh warga Semarang dan sekitarnya dan bisa beroperasional," pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Wing Wiyarso memastikan pada tahun ini belum membuka Jembatan Kaca di Hutan wisata Tinjomoyo untuk umum.

Karena, harus menunggu kesiapan secara keseluruhan mulai dari pengelola tempat wisatanya atau Sumber Daya Manusia (SDM) harus memiliki sertifikasi maupun kelengkapan sarana dan prasarananya. 

"Tidak tahun ini jembatan kaca untuk dibuka umum, karena kami masih melakukan persiapan yang matang. Apalagi dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) rencananya akan menambah bangunan jembatan di sisi sebelah timur sungai, jadi sekarang belum nyambung dengan tangga turun belum ada," ungkapnya. 

Selain pembangunan sisi sebelah timur belum selesai, lanjut dia, nantinya jalur pengunjung jembatan kaca dibuat berbeda pintu masuk dan pintu keluarnya.

"Di sana ada beberapa destinasi wisata dan jembatan kaca salah satu dari lokasi yang bisa dikunjungi. Sehingga biar alur pengunjung yang masuk lokasi wisata tertib dan bisa terintegrasi," imbuhnya.

Sehingga saat dibuka dan mulai beroperasional nantinya, keamanan tempat wisata Jembatan Kaca tersebut benar-benar safety.

Hal itu, kata dia, setelah ada anggaran murni dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2024.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.