Jateng

BI Jateng - TPID Kota Semarang Luncurkan Toko Pandawa Kita, sebagai Upaya Tekan Inflasi dan Kendalikan Harga Sembako

Arixc Ardana | 16 November 2023, 10:04 WIB
BI Jateng - TPID Kota Semarang Luncurkan Toko Pandawa Kita, sebagai Upaya Tekan Inflasi dan Kendalikan Harga Sembako

AKURAT.CO SEMARANG, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Semarang bersinergi dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, meresmikan Kios Pandawa Kita (Kios Pangan Aman Tersedia Untuk Warga Kita) di Pasar Kanjengan Semarang.

Pendirian kios ini merupakan wujud kolaborasi pelaksanaan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), melalui penyediaan bahan pangan dengan harga yang kompetitif dan mudah dijangkau oleh masyarakat.

Program ini merupakan salah satu tindak lanjut dari High Level Meeting (HLM) dan Rakorwil TPID Provinsi Jawa Tengah yang telah dilaksanakan pada September dan Oktober 2023.

Baca Juga: Timnas Indonesia Beradaptasi di Basra Jelang Duel Kritis dengan Irak

Sebagai langkah awal, Kios Pandawa Kita menyediakan delapan ton beras dalam kemasan 2,5kg dan 5kg yang dapat dibeli oleh masyarakat.

Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana mengapresiasi keberadaan toko Pangan Aman Tersedia untuk Warga Kita (Pandawa Kita) di Kompleks Pasar Kanjengan Kauman, Kota Semarang.

Sebab, toko itu dianggap mampu memangkas distribusi pangan dari produsen ke konsumen.

Program yang merupakan inovasi dari Pemkot Semarang dan Bank Indonesia Perwakilan Jawa Tengah itu diresmikan oleh Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana, Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti, dan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jateng Rahmat Dwisaputra pada Rabu, 15 November 2023.

Sesuai dengan namanya, toko tersebut didirikan untuk memenuhi kebutuhan pangan pokok masyarakat, utamanya beras, dengan harga yang lebih murah dari harga pasaran.

Dalam mengeoperasikan toko ini, Pemkot Semarang berkolaborasi dengan Badan Usaha Milik Petani (BUMP) BUMP Lumpang Semar Sejahtera Semarang, BUMP Wijaya Kusuma Pangan Mandiri Cilacap, dan BUMP Sukoharjo Makmur Pangan Sejahtera.

Nana Sudjana mengatakan, Kabupaten Cilacap maupun Kabupaten Sukoharjo adalah daerah yang merupakan lumbung padi. Atas inisiatif Wali Kota Semarang dan Kepala Kantor BI Perwakilan Jateng, kedua daerah tersebut akan memberikan pasokan beras ke Kota Semarang.

Nana menilai, keberadaan toko Pandawa Kita menjadi salah satu cara memotong panjangnya rantai distribusi. Sebab, toko tersebut langsung menerima pasokan langsung dari petani.

Selama ini, lanjut dia, panjangnya rantai distribusi menyebabkan tingginya harga komoditas di tingkat konsumen. Dengan dipangkas rantai distribusinya, harga komoditas pun akan semakin rendah. Ia berharap, kerja sama ini akan berkelanjutan dan semakin dikembangkan.

“Kita berharap kerja sama ini akan berkelanjutan. Komoditasnya tidak hanya di beras, tetapi juga komoditas bahan pokok yang lainnya, seperti cabai, bawang, gula,” kata Nana.

Program itu dinilai sebagai salah satu upaya tim Pengendali Inflasi Daerah untuk menstabilkan harga di pasaran.

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti mengatakan, toko Pandawa Kita membuka peluang bagi BUMP lain untuk berkolaborasi memasok komoditas selain beras.

Pihaknya berharap, ke depan inovasi Pandawa Kita bisa menjadi embrio bagi terwujudnya food station.

Dikatakan dia, baik di Pasar Johar maupun di Pasar Kanjengan ini masih luas, sehingga masih bisa dipakai untuk menjadi suatu food station.

“Jadi nanti mungkin bisa terkelompok, beras sendiri, bawang sendiri, cabai sendiri, sehingga menjadi besar, dan ini akan menjadi penyangga, khususnya Jateng," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jateng, Rahmat Dwi Saputra menyambung, keberadaan toko ini diharapkan menjadi market price reference. Sehingga, nanti harga di luar toko Pandawa Kita bisa mengikuti harga yang ditetapkan toko Pandawa Kita.

"Pendirian Kios Pandawa Kita“ diharapkan dapat menjadi langkah awal efisiensi rantai distribusi beras di Jawa Tengah, dengan menggandeng Badan Usaha Milik Petani (BUMP) PT. Lumpang Semar Sejahtera," terangnya.

Ke depan, diharapkan kios bersama tersebut dapat direplikasi di Kabupaten/Kota yang lain di Jawa Tengah sebagai upaya penguatan ketahanan pangan dan pengendalian inflasi.

Keberadaan Kios Pandawa Kita juga diharapkan mampu menyokong program andalan pengendalian inflasi Kota Semarang, yakni Besane Pak Rahman (Bergerak Bersama Antar Elemen dalam Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman).  

Acara launching Kios Pandawa Kita turut dirangkaikan dengan penandatanganan Kerjasama Antar Daerah (KAD) penyediaan pasokan komoditas beras, antara Kota Semarang dengan Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Sukoharjo.

Selain itu turut diluncurkan aplikasi SIHARPA (Sistem Informasi Harga Pangan) milik Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Semarang yang berfungsi dalam memantau serta mengevaluasi kualitas dan harga beras setiap hari.

Baca Juga: Dorong Penurunan Angka Unmet Need dan Peningkatan KB Pasca Persalinan, Ini Strategi BKKBN

Bank Indonesia juga berkomitmen penuh dalam mendukung pengendalian inflasi komoditas pangan bergejolak di Jawa Tengah, terutama komoditas cabai.

Oleh karena itu, melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI), Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah memberikan dukungan penyediaan bibit kepada gerakan urban farming budidaya cabai di Kota Semarang.

Selain itu juga menyediakan infrastruktur smart farming cabai, berupa penyediaan bibit dan green house untuk salah satu Koperasi Tani di Magelang, Jawa Tengah.

"Kedepan, sinergi kegiatan TPID di Jawa Tengah, baik di tingkat Kota, Kabupaten, maupun Provinsi, diharapkan dapat semakin erat dan menghasilkan inovasi yang dapat mendukung pencapaian sasaran inflasi yang rendah dan stabil," tandas Rahmat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.