Jateng

Lantik dan Kukuhkan Pengurus Jawa Tengah, Ketua KKI Dorong Seluruh Pihak Ikut Menjaga Angka TFR

Arixc Ardana | 10 November 2023, 21:43 WIB
Lantik dan Kukuhkan Pengurus Jawa Tengah, Ketua KKI Dorong Seluruh Pihak Ikut Menjaga Angka TFR

AKURAT.CO SEMARANG, Kepengurusan Koalisi Kependudukan Indonesia (KKI) Jawa Tengah resmi dibentuk dan dilantik.

Pelantikan pengurus KKI Provinsi Jawa Tengah, diawali dengan pembacaan surat keputusan (SK) Nomor : 02/SK/ KKI-PROVINSI/ VII/ 2023 Tanggal : 17 Juli 2023 yang digelar di Hotel Wujil Kabupaten Semarang, Kamis 9 November 2023.

KKI Jawa Tengah dengan Pengurus Harian sebagai Ketua Dr. Ir. Retno Setyowati MS, Wakil Ketua Drs.Daru Purnomo M.Si, Sekretaris Najib, SE MM,  Wakil Sekretaris Dr Dias Andris Susanto, MPd, Bendahara Heri Kusyanto, S.Kom., M.Sc, dan Wakil Bendahara Fitriyani.

Baca Juga: Kurangi Kesenjangan Gender Dinsos P2PA Demak Adakan Rakor Data Pilah Gender

Selain itu dilengkapi pengurus komisi yakni Komisi 1 Bidang Pengendalian Penduduk, Komisi II Bidang Data dan Administrasi Penduduk, Komisi III Bidang Pengentasan Kemiskinan, Komisi IV Bidang Pembangunan Keluarga.

Kemudian, Komisi V Bidang Pemberdayaan Perempuan, Komisi VI Bidang Pendidikan Kependudukan, Komisi VI Bidang Humas, Advokasi dan KIE, Komisi VII Bidang Percepatan Penurunan Stunting, dan Koalisi Muda Kependudukan.

Usai memimpin pelantikan KKI Jawa Tengah, Ketua KKI Pusat Dr. Sonny Harry B Harmadi mendorong agar seluruh pihak ikut terlibat dalam menjaga angka Total Fertility Rate (TFR)  Indonesia, termasuk di Jawa Tengah.

Upaya ini, agar angka TFR tetap terjaga dan tidak mengalami penurunan atau pun kenaikan.

Hal tersebut disampaikannya disela pelantikan Pengurus KKI Provinsi Jawa Tengah, yang digelar bersamaan dengan Kegiatan Sosialisasi Pemanfaatan Data Kependudukan dalam Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Tengah di Hotel Wujil Semarang, Kamis 9 November 2023.

Total Fertility Rate TFR Indonesia Tahun 2020-2050, yang saat ini sudah mencapai tahap replacement level dan akan mencapai angka di bawah 2.00, sehingga jumlah penduduk Indonesia diprediksi akan mengalami penurunan.

Baca Juga: BKKBN Jateng dan PKK Bersinergi Tekan Angka Stunting Melalui Pendidikan Pola Asuh

“Ini juga harus menjadi perhatian karena angka kelahiran yang dibiarkan turun drastis akan menimbulkan masalah, nah keseimbangan penduduk usia muda dan usia tua nantinya akan terganggu,” terangnya.

Termasuk di Jawa Tengah, saat ini angka TFR diangka 2,1 sehingga harus dijaga agar jangan terus menurun.

"Jika terus menurun, maka kita terancam kekurangan tenaga kerja atau generasi penerus bangsa, yang persoalan ini sudah mulai dihadapi negara-negara di dunia, seperti Jepang atau Korea Selatan," terangnya.

Sementara itu Ketua KKI Jawa Tengah  Dr. Ir. Retno Setyowati mengakui permasalahn besar yang masih ada saat ini terkait kualitas dan kuantitas penduduk, tidak bisa dihadapi dengan model pengendalian penduduk versi dulu.

Baca Juga: Duta GenRe Turut Berperan Siapkan Generasi Unggul, Kepala BKKBN: Mereka Remaja yang Hebat, Cerdas, dan Ceria

“Pengendalian penduduk saat ini harus dengan dilakukan dengan versi yang baru, karena masyarakat sekarang sudah berubah, berbeda dengan masyarakat yang dulu, jadi pelayanannya pun harus menggunakan versi yang baru atau transformasi  sosial,” jelasnya.

Di tempat yang sama Direktur Analisis Dampak Kependudukan BKKBN RI  Faharuddin mengapresiasi  kepengurusan baru Koalisi Kependudukan Indonesia (KKI) Jawa Tengah.  Mereka berasal dari kumpulan para akademisi dan praktisi  yang konsen dibidang Kependudukan.

“KKI ini kan para akdemisi dan praktisi yang sudah sangat mumpuni ya, nah ini sangat bermanfaat sekali bagi BKKBN sebagai corong kampanye program Bangga Kencana ya, tentu ide dan gagasannya akan dikaloborasikan dengan program kita,” tandasnya.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.