Jateng

Beri Edukasi dan Sosialisasi Program, Sofiyatul Badriyah Jadi Kader JKN: Ini Jadi Pengabdian Diri

Arixc Ardana | 31 Oktober 2023, 20:20 WIB
Beri Edukasi dan Sosialisasi Program, Sofiyatul Badriyah Jadi Kader JKN: Ini Jadi Pengabdian Diri

AKURAT.CO SALATIGA, Kader Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan salah satu mitra BPJS Kesehatan.

Kader JKN bertugas untuk memberikan edukasi dan pengingat iuran, sosialisasi dan edukasi terkait program JKN.

Tidak hanya itu, Kader JKN juga bertugas memberikan informasi, menerima keluhan dan melakukan pendampingan pelayanan kesehatan kepada peserta JKN.

Baca Juga: Kota Semarang Raih Apresiasi Kota Pelestari Berkelanjutan Cagar Budaya dari KemenPUPR

Sofiyatul Badriyah (30), seorang ibu rumah tangga yang mengabdikan dirinya sebagai Kader JKN BPJS Kesehatan Cabang Ungaran sejak tahun 2018, membagikan pengalamannya selama ini menjadi Kader JKN.

Dirinya mengatakan dengan menjadi Kader JKN merupakan bentuk pengabdian diri kepada masyarakat, dalam rangka mendukung terselenggaranya program JKN yang dikelola oleh BPJS Kesehatan.

“Menjadi Kader JKN merupakan sebuah pengabdian diri yang bisa saya lakukan untuk masyarakat, khususnya bagi masyarakat binaan saya di wilayah Kecamatan Bawen dan Sidorejo. Saya sangat senang apabila saya bisa menjadi orang yang bermanfaat untuk masyarakat di sekitar,” tutur Sofi.

Baca Juga: Pertamina Apresiasi Kinerja Kepolisian di Jateng - DIY, Selamatkan Potensi Penyalahgunaan BBM Subsidi

Ibu dua orang anak ini mengaku, dengan tugasnya sebagai Kader JKN membuat dirinya lebih mengenal banyak orang dan menjalin silaturahmi dengan masyarakat yang berada di wilayah binaannya.

“Pada saat saya menjalankan tugas sebagai Kader JKN saya selalu menikmati dan tidak saya jadikan beban setiap harinya, dengan begitu ketika bertemu dengan warga binaan saya, saya bisa berbicara dari hati ke hati dalam memberikan edukasi khususnya terkait tunggakan iuran yang sedang dialaminya.

Tidak dipungkiri ketika berbicara tentang tunggakan iuran untuk sebagian orang mungkin bisa dirasa sebagai topik yang sensitif,” ungkap Sofi.

Sofi juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak melulu mendatangi warga yang memiliki tunggakan iuran saja, tetapi dirinya juga tidak segan untuk memberikan edukasi kepada warga yang telah melakukan pembayaran secara rutin.

Ia selalu menjelaskan kepada warga binaannya, apabila pembayaran iuran program JKN dilakukan secara rutin maka untuk kepesertaannya akan selalu aktif.

Hasilnya, peserta JKN dapat memanfaatkan pelayanan kesehatan yang menjadi haknya di Fasilitas Kesehatan (faskes), tanpa ada hambatan kepesertaan tidak aktif ketika akan digunakan.

“Banyak masyarakat yang belum memahami terkait hak dan kewajiban peserta terhadap program JKN. Tidak mudah memang, namun lambat laun saya berikan pemahaman tentang hal tersebut, sehingga masyarakat kini mulai terbuka untuk menerima informasi akan pentingnya program JKN,” ujar Sofi.

Selain melakukan kunjungan rutin, Sofi juga bersedia melayani konsultasi para warga binaannya yang membutuhkan informasi serta bantuannya terkait program JKN.

Misalnya ketika ada warga binaannya yang ketika harus mendapatkan pertolongan medis namun mengalami kendala di faskes.

“Ketika saya menemui kendala di lapangan, yang pertama kali saya lakukan adalah mencoba menyelesaikannya sendiri, namun apabila sudah tidak bisa saya selesaikan, saya menghubungi petugas BPJS Kesehatan Cabang Ungaran," terangnya.

"Saya juga sangat bersyukur ketika saya berkonsultasi dengan pegawai BPJS Kesehatan respon mereka sangat cepat dalam memberikan bantuan terhadap permasalahan yang sedang saya hadapi,” tandas Sofi.

Di akhir sesi perbincangan, Sofi mengutarakan harapannya terhadap program JKN ini.

Baca Juga: PT Jasamarga Jogja Solo Sukses Laksanakan Pengerjaan Erection Girder Underpass Ngasem Tol Jogja-Solo

Dirinya berharap program JKN dapat terus berjalan seiring dengan bertambahnya cakupan kepesertaan penduduk di Indonesia.

Ia menuturkan program JKN tidak hanya sebagai program yang diamanatkan untuk memberikan jaminan pelayanan kesehatan, namun program JKN ini bisa dijadikan sebagai ladang amal untuk bergotong royong saling membantu pembiayaan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Sebagai salah satu bagian mitra BPJS Kesehatan, saya merasa senang dan bangga menjadi Kader JKN. Semoga dengan kemampuan yang saya miliki saat ini bisa diterima masyarakat, khususnya warga binaan di wilayah saya,” tutup Sofi.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.