Jateng

Gelaran Modest Fashion di Stasiun Tawang : Sebuah Inovasi UKM Jateng

Afri Rismoko | 26 Oktober 2023, 10:34 WIB
Gelaran Modest Fashion di Stasiun Tawang : Sebuah Inovasi UKM Jateng

AKURAT.CO, Sebuah pemandangan tak biasa dan memikat tersaji di peron Stasiun Tawang, yang bersejarah sejak tahun 1864. Puluhan pasang mata terpaku menyaksikan para model yang tengah memamerkan ragam busana tertutup atau modest fashion, sebuah tren yang kini tengah digandrungi di dunia fashion wanita.

Berbeda dari kebanyakan pagelaran mode yang kerap diselenggarakan di mal atau ruang tertutup, event ini justru memilih Stasiun Tawang sebagai panggungnya. Keunikan ini pun berhasil menarik perhatian para pengunjung stasiun, termasuk Damarjati, seorang wanita asal Batulicin, Kalimantan Selatan.

"Ini sangat unik, biasanya hanya ada di mal. Apalagi di sana (Kalimantan Selatan) tidak ada stasiun dan susah cari batik," ungkapnya, Rabu (25/10/2023).

Baca Juga: Surabaya Siap Sambut Kedatangan Trofi Piala Dunia U-17

Ina Priyono, Ketua Indonesian Fashion Chamber (IFC) Semarang Chapter, menilai bahwa perkembangan fashion di Jawa Tengah, khususnya modest fashion, tengah berkembang pesat. "Semua desainnya apik dan elegan," tuturnya.

Sementara itu, Shinta Nana Sudjana, Penjabat Ketua Dekranasda Jateng, mengungkapkan bahwa ajang ini merupakan wujud dari komitmen pemerintah daerah untuk menunjukkan kualitas UKM Jawa Tengah yang tidak kalah dengan daerah lain.

"Kami memiliki kekhasan tersendiri dari segi produk kriya, didukung oleh mayoritas masyarakat muslim di sini," jelasnya.

Baca Juga: BMKG: Prakiraan Cuaca Jawa Tengah, Waspadai Angin Puting Beliung dan Petir di Masa Pancaroba

Shinta berharap akan ada Galeri UKM Ekspor di Jawa Tengah, yang nantinya bisa dijadikan sebagai sarana promosi dan pemasaran produk-produk UMKM berkualitas dan berstandar ekspor.

Eddy Sulistiyo Bramiyanto, Kepala Dinkop UKM Jateng, menyatakan bahwa Jawa Tengah memiliki potensi besar untuk menjadi trendsetter dalam industri modest fashion.

"Kami yakin dengan potensi yang ada, provinsi ini mampu menjadi pelopor dalam tren pakaian muslim," ucapnya.

Pada acara tersebut, terdapat enam UKM yang turut serta memamerkan produk-produk terbaik mereka, antara lain Batik Warna Alam si Putri, Batik Muria Kudus, dan lainnya.

"Kami ingin menjadikan Jawa Tengah sebagai pusat tren modest fashion yang diakui hingga ke kancah internasional," pungkas Bram.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A