Program Pemberdayaan Biogas dari Kotoran Sapi oleh Baznas Semarang dan Polines

AKURAT.CO, Baznas Kota Semarang berkolaborasi dengan Politeknik Negeri Semarang (Polines) meluncurkan program inovatif pemanfaatan kotoran sapi menjadi biogas.
Program ini bertujuan untuk memberdayakan ekonomi mustahik dan mendukung ketahanan pangan melalui penggemukan sapi.
Sebelumnya, Baznas hanya memanfaatkan daging sapi selama perayaan Idul Adha atau Idul Qurban. Namun, kotoran sapi yang melimpah belum dimanfaatkan. Kini, dengan kolaborasi ini, kotoran sapi akan diolah menjadi biogas yang bermanfaat, seperti untuk memasak dan potensial menjadi energi listrik untuk penerangan jalan.
Baca Juga: Kualifikasi PON 2024: Pelatih Sepakbola Jateng, Eks PSIS, Idrus Gunawan Fokus Benahi Tim Hadapi DIY
Dalam peluncuran program ini, H. Arnaz Agung Andrarasmara, Ketua Baznas Kota Semarang, menegaskan bahwa penyaluran bantuan kini lebih diarahkan pada yang produktif.
"Selama ini kami hanya memanfaatkan daging saat Idul Adha. Namun, dengan program biogas ini, kotoran sapi diharapkan memiliki nilai tambah yang lebih," ujar Arnaz.
"Kami tidak hanya memberikan ikan, tetapi kami berikan kail agar mustahik produktif, agar mereka mampu merubah dirinya hingga suatu hari nanti menjadi muzakki," sambungnya.
Baca Juga: CEO PSIS Semarang Targetkan Kemenangan di Laga Kontra Persikabo 1973
Sementara itu, Nanang Apriandi, Ketua Tim Pengabdian Masyarakat di Polines, mengungkapkan terima kasih atas kolaborasi ini.
"Program biogas ini tidak hanya menguntungkan masyarakat, tetapi juga mendukung program tri darma kampus kami," ungkap Nanang.
Nanang juga menyebutkan bahwa program ini dapat diperluas ke pondok pesantren, dengan memanfaatkan kotoran manusia sebagai sumber energi gas dan penerangan. Selain itu, mahasiswa Polines juga akan terlibat untuk memberikan pendampingan melalui Program Merdeka Belajar.
Baca Juga: Mahfud MD Jadi Cawapres Tanpa Keluar Uang: Negara Butuh, Tidak Perlu Mahar Politik
Ditekankan juga bahwa Baznas Kota Semarang merupakan lembaga negara yang bertugas mengelola dana zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya di Kota Semarang.
"Setiap tahunnya kami diaudit, yang meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Baznas sebagai tempat yang tepat untuk membayar zakat dan infak," pungkas Arnaz.
Dengan inovasi ini, diharapkan masyarakat Semarang bisa mendapatkan manfaat lebih dari program pemberdayaan yang dilakukan oleh Baznas bekerja sama dengan Polines.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Profil Instagram Ko Hyung-jin Wasit Indonesia vs Malaysia, Sejarah Kelam 2019 Kembali Terbayang usai Tom Haye Dikartu Merah!
- 2LIVE SCORE Indonesia vs Malaysia, Skor 0-0 Menit ke-70 Thom Haye Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME Menang Siapa?
- 3Kalender Jawa Oktober 2026: Weton, Neptu, dan Rekomendasi Hari Baik untuk Hajatan
- 4Laga PERSIKU VS PSIS BATAL DIGELAR! Ini Alasan Manajemen Tuan Rumah Terkait Pembatalan Pertandingan
- 5Laga Persiku vs PSIS Mendadak BATAL Digelar, Netizen: Harusnya Tuan Rumah Kalah WO!
- 6F1 Ubah Jadwal GP Azerbaijan ke Sabtu, Ternyata Ini Penyebabnya
- 7Panduan Lengkap Kalender Jawa November 2026, dari Minggu Pahing hingga Senin Legi
- 8MotoGP 2026 Masuki Fase Akhir: Ini Jadwal Lengkap Sisa Balapan
- 9PLN Umumkan Pemeliharaan Jaringan di Semarang Timur, Listrik Padam 6 Jam
- 10TNT Awards Jateng 2026 Dorong Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah



