BA PMII Kultural For SAS Dukung Kiai Said Aqil Siradj Dampingi Ganjar di Pilpres 2024

AKURAT.CO, Barisan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (BA PMII) mendeklarasikan KH Said Aqil Siradj menjadi Calon Wakil Presiden mendampingi Ganjar Pranowo.
M Fadllil Kirom Selaku Koordinator BA-PMII Kultural for Said Aqil Siradj (BA PMII Kultural for SAS) menganggap kebesaran dan keilmuan Kiai Said Aqil yang dua periode memimpin NU, layak untuk mendampingi Ganjar.
"Kami para relawan yang tergabung dalam Barisan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kultural yang disingkat BA-PMII kultural for SAS, menyatakan dukungan kepada Prof Dr KH Said Aqil Siradj untuk menjadi Cawapres berpasangan dengan Capres Ganjar Pranowo pada Pemilu 2024," ujar Fadlil Kirom saat deklarasi di Semarang pada Senin (25/9/2023).
Baca Juga: Musim Kemarau, Nelayan Dukuh Bedono Demak Mampu Hasilkan Kepiting 30 Kilogram Per Hari
Ada 5 alasan penting yang menjadi dasar pertimbangan BA PMII Kultural for SAS melaksanakan deklarasi dukungan kepada Kiai Said Aqil Siradj sebagai Cawapres; diantaranya:
Kiai Said Aqil merupakan sosok Kiai sekaligus Intelektual yang moderat dan berintegritas dari kalangan NU.
"Beliau memiliki jasa dan peran yang sangat penting dalam melawan kelompok intoleran, radikalisme dan terorisme di Indonesia," ujar Fadlil Kirom.
Selama menjabat dua periode menjadi Ketum PBNU, Kiai Said telah berjuang dengan gigih bersama semua pihak terutama pemerintah menghalau segala bentuk politisasi agama dan politik identitas yang sangat berbahaya bagi keutuhan NKRI.
"Dalam hal ini komitmen beliau terhadap KeIndonesiaan senafas dengan keislaman tak perlu diragukan," tandasnya.
Baca Juga: Temui Siswa, Sinoeng Sambangi SD Salatiga 01 dan 02
Menurut Fadlil Kirom, Kiai Said Aqil Siradj memiliki jaringan yang sangat luas dari tingkat global, regional hingga tingkat akar rumput. Perjalanan hidupnya tumbuh di lingkungan pesantren, menjadi Aktifis PMII di tahun 1970-an, lalu dipercaya menjadi Ketum PBNU selama dua periode dan saat ini masih menjadi Ketua Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI).
"Hal ini menjadikan beliau selalu masuk dalam deretan papan atas tokoh muslim berpengaruh di dunia. Tentu saja, tingkat Popularitasnya tak perlu diragukan, Elektabilitasnya pun tertinggi diantara tokoh NU yang senior," ujarnya.
Baca Juga: DLH Kota Semarang Akan Relokasi 1300 Ekor Sapi di TPA Jatibarang
Berdasarkan pengalaman Pemilu 2014 dan 2019, Capres dari PDI Perjuangan selalu berpasangan dengan tokoh NU yang senior terbukti ampuh menjadi pemenang. Fadlil Kirom berpendapat, tradisi pasangan nasionalis-religius ini harus dipertahankan agar bisa hattrick di pemilu 2024.
Kharisma para tokoh senior NU terbukti mampu menarik sebagian besar atau lebih dari 50 persen pemilih dari kalangan Nahdliyyin. Dalam hal ini tentu saja elektabilitas Ganjar Pranowo akan meningkat pesat jika berpasangan dengan Prof Dr KH Said Aqil Siradj. Bahkan, jika pilpres 2024 diikuti lebih dari dua pasangan capres – cawapres, skema menang satu putaran bukan hal mustahil.
"Ganjar Pranowo memiliki basis terkuat di Jawa Tengah dan relatif kurang kuat di Jawa Barat dan Banten. Jika Prof Dr KH Said Aqil Siradj menjadi Cawapres berpasangan dengan Ganjar Pranowo, tentu kelemahan basis dukungan di Jawa Barat dan Banten bisa ditutupi mengingat Prof Dr KH Said Aqil Siradj merupakan putra asli kelahiran Cirebon, Jawa Barat," tandasnya.
Jejaring Prof Dr KH Said Aqil Siradj di luar Jawa pun sangat membantu penambahan basis dukungan. Fadlil Kirom menambahkan, tantangan krisis pangan, energi dan perubahan iklim menjadi tantangan di masa mendatang, diperlukan manusia Indonesia yang tangguh jiwanya untuk menghadapi tantangan besar ini. Pengalaman Prof Dr KH Said Aqil Siradj dalam hal membangun jiwa kebangsaan melalui pendidikan yang berkarakter menjadi relevan.
"Jika pasangan Ganjar Pranowo - Prof Dr KH Said Aqil Siradj terpilih pada pilpres 2024, maka keberhasilan Presiden Jokowi dalam hal pembangunan infrastruktur akan terus dilanjutkan oleh Ganjar Pranowo," tegas Fadlil Kirom.
"Disisi lain, peran pengembangan jiwa manusia Indonesia bisa dijalankan oleh Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj. Pasangan ini sangat lengkap, dimana keseimbangan pembangunan Jasmani dan Rohani akan sangat membantu Indonesia menghadapi berbagai tantangan besar ke depan," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 2Profil Instagram Wasit Persija vs Persik di Super League 2026/2027, Steven Yubel Poli Pimpin Duel, Aidil Azmi Jadi Wasit VARdi JIS
- 3LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 4UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 5Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 6Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 7GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital
- 8Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 9Perangkat Pertandingan Garudayaksa vs Persib: Wasit Irfan Wahyu Wijanarko Pimpin Laga Panas Malam Ini
- 10CEK! Viral Pelari JRF 2026, Mengenal Flag-Off Time, Gun Time, dan Chip Time






