DLH Kota Semarang Akan Relokasi 1300 Ekor Sapi di TPA Jatibarang

AKURAT.CO, Sapi-sapi milik warga di utara TPA Jatibarang yang kandangnya terbakar beberapa waktu lalu diwacanakan akan dipindahkan.
Hal tersebut dijelaskan oleh kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Bambang Suranggono pada Senin (25/9/2023).
Bambang mengatakan, hingga kini, DLH masih memusyawarahkan rencana relokasi ini dengan warga setempat.
"Keberadaan sapi di ara TPA Jatibarang sudah ada sejak 1997. Saat itu, ada bantuan 45 ekor sapi yang diberikan kepada warga setempat untuk menambah penghasilan. Rupanya, saat ini sudah berkembang menjadi sekitar 1300 ekor sapi dari 180 peternak," ujar Bambang.
Baca Juga: Temui Siswa, Sinoeng Sambangi SD Salatiga 01 dan 02
Saat ini, ketentuan dan peraturan yang berlaku tidak diizinkan ada penggembalaan di kompleks TPA.
Bambang menjelaskan, dulu pada tahun 1997, jarak kandang dan TPA cukup jauh. Namun saat ini seiring bertambahnya sampah, jarak kandang dan TPA jadi semakin dekat.
"Kawan-kawan (peternak) berawal dulu karena sebagai warga ring satu terdekat dengan TPA, rumah mereka cukup jauh sesuai ketentuan. Karena mereka membutuhkan pendapatan penghasilan tambahan, mereka berternak. Awalnya hanya 45 ekor, sekarang jumlahnya cukup banyak," jelas Bambang.
Di melanjutkan, DLH telah mengajak para peternak untuk relokasi. Pemerintah Kota Semarang sudah mencari beberapa titik aset pemkot yang bisa digunakan untuk relokasi. Saat ini, tahapan rencana relokasi masih dalam tahap koordinasi agar warga bersedia. Adanya kejadian kebakaran beberapa hari lalu, dia berharap masyarakat bisa memahami dan dapat dilokalisir ke tempat lain.
Baca Juga: Musim Kemarau, Nelayan Dukuh Bedono Demak Mampu Hasilkan Kepiting 30 Kilogram Per Hari
Menurutnya, pemerintah akan membangunkan tempat relokasi. Dinas Pertanian (Dispertan) juga akan mendampingi mereka dalam beternak. Sehingga, sapi juga akan menjadi lebih sehat.
"Itu yang kami lakukan, menyediakan lahan relokasi sudah, menyiapkan anggaran untuk relokasi. Ini masih tahap musyawarah dengan warga agar bersedia direlokasi," jelasnya.
Dia membeberkan, lokasi rencana relokasi berada di Pongangan, Kecamatan Gunungpati. Di sana, ada lahan peternakan yang dikelola Dispertan. Namun, jika warga menginginkan aset pemkot lain, pihaknya akan mengusahakan atas petunjuk Wali Kota Semarang.
Baca Juga: KAI Daop 4 Berikan Materi Keselamatan Kereta Api Untuk Siswa SMK Negeri 7 Semarang
"Keinginan mereka tidak jauh dari rumah mereka. Ini juga pemkot tentu atas petunjuk wali kota sedang mengusahakan tempat mana yang sesuai harapan," ungkapnya.
Sebelumnya, TPA Jatibarang mengalami kebakaran dua kali dalam sepekan. Pertama, Senin (18/9/2023) lalu. kebakaran terjadi di zona pasif atau zona eks narpati yang digunakan untuk pengolahan gas methan. Kemudian, pada Jumat (22/9/2023), kebakaran kembali melanda area TPA yakni di kandang sapi milik warga setempat. Tiga sapi mati terbakar.
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu meminta standar operasional prosedur (SOP) keluar masuk TPA Jatibarang diperketat meminimalkan kejadian serupa.
Dia menduga kebakaran yang kedua terjadi di area TPA berawal dari adanya putung rokok. Oleh karena itu, dia meminta SOP keluar masuk TPA lebih diperketat. DLH harus tegas dan melakukan pemeriksaan setiap orang yang masuk TPA. Dipastikan, orang tidak membawa rokok saat memasuki TPA.
"Mungkin (ada yang) buang putung rokok. Kondisi kaya gini rawan kebakaran. Padahal, ada peringatan no smoking area," ujar Ita, sapaanya.
Di sisi lain, kebakaran di TPA Jatibarang yang terjadi pada Senin (18/9/2023) lalu hingga kini masih proses pendinginan. Pendinginan dilakukan dengan helikopter water bombing milik BNPB yang dikerahkan mulai Sabtu (23/9/2023) lalu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





