Jateng

Pemkot Semarang Lakukan Mitigas Perubahan Iklim Melalui Proklim

Afri Rismoko | 21 September 2023, 15:01 WIB
Pemkot Semarang Lakukan Mitigas Perubahan Iklim Melalui Proklim

 

 AKURAT.CO,  Upaya adaptasi dan mitigasi iklim perlu dilakukan agar sebuah kota tidak semakin panas.

Hal tersebut diungkap oleh Kepala DLH Kota Semarang, Bambang Suranggono usai penyerahan penghargaan dan apresiasi Proklim (program kampung iklim), di GOR Merah, Jalan Bukit Beringin Ngaliyan, Kamis (21/9/2023).

Bambang mengatakan pihaknya memperbanyak program kampung iklim (proklim) dalam rangka adaptasi mitigasi perubahan iklim yang cepat.

Bambang mengatakan, ada 106 kampung iklim di ibu kota Jawa Tengah. Pihaknya menginisiasi kampung iklim ini sesuai keputusan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Baca Juga: PS Barito Putera Waspadai Kebangkitan PSIS

Kegiatan kampung iklim berupa adaptasi perubahan iklim meliputi penanaman pohon peneduh, tanaman keras, hingga buah-buahan.

Warga yang mengalami kekurangan sumber air mencari solusi agar kebutuhan air tetap terpenuhi.

Selain adaptasi, lanjut Bambang, mitigasi bersifat pencegana juga dilakukan.

"Tanaman-tanaman yang mati menyebabkan sumber air berkurang. Mereka menyulam tanaman yang mati," sebutnya.

Dengan adaptasi dan mitigasi ini, Bambang mengatakan, akan menjadikan oksigen di Kota Semarang bertambah serta mengurangi polusi udara.

Baca Juga: Djanur Puji Penampilan Kim dan Campbell Meski Belum Dalam Peforma Maksimal

Dia mencontohkan, suhu udara di Gunungpati atau Mijen sangat jauh berbeda dengan di Semarang Timur dalam ham yang sama.

Di Mijen, indeks kualitas udara masih dalam rata-rata 42. Sedangkan, di wilayah Semarang bawah bisa mencapai 57 bahkan 80.

"Makanya, dari sisi Dinkes kalau di bawah dianggap perlu perhatian, utamanya bagi orang yang rawan ISPA. Maka, kami dorong terus untuk menambah tanaman," paparnya.

Menururnya, tidak menutup kemungkinan program kampung iklim bisa diterapkan di Semarang bawah. Dia mencontohkan, Tambakrejo menjadi proklim kategori utama. Warga disana mampu melakukan adaptasi dengan sangat bagus.

"Mereka bangun taman toga, tabulapot, dan berbagai macam tanaman. Ada 800 jenis tanaman," sebutnya.

Baca Juga: Pantai Drini Gunung Kidul, Salah Satu Wisata Pantai Menarik di Yogyakarta

Dari 106 kampung iklim, pihaknya telah mendaftarkan 89 kampung iklim ke proklim utama. Delapan kampung terseleksi. Lima diantaranya lulus pemeringkatan utama yaitu Gondoriyo, Karangturi, Pudak payung, Wates, dan Tambakrejo

"Di Semarang, ada satu yang sudah lestari, lebih tinggi dari utama yaitu Pedhalangan," sebutnya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu berharap, dampak elnino tidak menimbulkan dampak yang luar biasa di Semarang.

Dia memastikan, kebutuhan air bersih bisa terpenuhi. Diperkirakan stok air aman hingga Desember nanti.

"Hanya ada titik di Tembalang, rowosari, Meteseh berkurang 5 - 10 persen. Gondoriyo nanti dibantu pamsimans. Ini bsa menjadikan salah satu jalan keluar untuk kebutuhan air," sebutnya.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A