Jateng

Resto Kampung Kecil Didemo Warga Palebon Gara-gara Pencemaran Limbah

Theo Adi Pratama | 1 September 2023, 22:56 WIB
Resto Kampung Kecil Didemo Warga Palebon Gara-gara Pencemaran Limbah

 

AKURAT.CO SEMARANG - Bau tidak sedap dari selokan resto Kampung Kecil di Jalan Soekarno-Hatta Semarang membuat warga sekitar melakukan aksi.

Pasalnya, bau busuk dari selokan serta cerobong asap mengganggu warga yang bermukim dibelakang resto Kampung Kecil tersebut.

Warga yang tinggal di RT 2 dan RT 11 RW 09 Kelurahan Pelebon Kecamatan Pedurungan Kota Semarang melakukan aksi menuntut perbaikan penanganan limbah pada resto Kampung Kecil.

Baca Juga: Udinus Resmi Buka Pendaftaran Fakultas Kedokteran Hingga Awal September, Yuk Buruan Daftar!

Resto Kampung Kecil sendiri sempat viral karena di dalamnya tidak hanya menawarkan menu makanan saja, namun juga tempat yang nyaman dan sangat ramah terhadap anak.

Meski begitu, masalah pencemaran lingkungan yang ditimbulkan resto tersebut membuat warga sekitar memutuskan turun aksi menuntut perbaikan pengelolaan limbah agar tidak merugikan warga.

Dalam aksi yang dilakukan pada Jum'at (1/9/2023), warga mendatangi resto dengan membawa sejumlah poster.

Bahkan warga memasang poster penolakan operasional resto diseberang jalan dari lokasi resto.

Baca Juga: Event ASEDAS Yang Digelar Universitas BINUS Semarang Disambut Hangat Oleh Arnaz

Salah seorang warga yang ikut dalam aksi tersebut, Sukardi mengatakan sejak awal resto dibuka memang warga telah mengeluhkan limbah yang dihasilkan oleh resto tersebut.

Aksi ini, lanjut Sukardi, adalah aksi yang kedua.

Dalam aksi pertama, pihak resto telah berjanji akan memperbaiki instalasi pengolahan air limbah (IPAL), namun hingga saat ini belum terbukti dilakukan.

Hingga saat ini pembuangan air limbah masih saja mengganggu warga.

Baca Juga: Capai Akreditasi Unggul, Kompetensi Tenaga Kependidikan UPGRIS Diperkuat

“Dulu katanya limbah akan dikelola dengan membuat IPAL tapi saat ini kebocoran demi kebocoran terus saja mengalir ke saluran warga. Keluhan warga adalah tentang bau saluran dan yang kedua tentang cerobong asap yang ada 4 unit terus udaranya masuk ke kampung warga,” tuturnya.

Warga yang didampingi aparat kelurahan, Dinas Lingkusngan Hidup serta Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Rahmulyo Adi Wibowo akhirnya menemui pihak manajemen resto.

Dari pertemuan ini disepakati resto akan tutup sementara selama beberapa hari untuk memperbaiki IPAL.

Baca Juga: Jelang Duel Persija vs Persib, Pemain Senior Macan Kemayoran Ini Mengaku Langsung Sembuh dari Cedera

“Pihak resto mau memperbaiki semua itu dan dengan catatan selama dalam perbaikan resto semetara ditutup. Jadi tadi kesepakatan bersama, resto akan ditutup mulai tanggal 1 ini sampai tanggal 8 untuk memperbaiki,” paparnya.

Sementara itu, Rahmulyo yang ikut memantau aksi tersebut mengatakan usai pertemuan antara warga dengan pengelola resto yang menghasilkan kesepakatan tersebut, resto mematuhi kesepakatan dengan menutup restonya dan mulai melakukan perbaikan IPAL.

"Hasil pantauan saya setelah kesepakatan tadi, resto masih tutup sesuai dengan kesepakatan dengan warga," tutur Rahmulyo.

Baca Juga: Lewat PAMSIMAS, Mbak Ita Upayakan Air Bersih Bagi Warga

Ia berharap, pihak resto benar-benar mematuhi kesepakatan dengan warga dan tidak ada lagi warga yang dirugikan. Selain itu, dengan adanya IPAL yang memadai maka lingkungan sekitar juga terjaga dengan baik.

"Kalau pembuangan limbahnya dikelola dengan baik kan warga tidak dirugikan dengan bau limbah dan juga lingkungan juga terjaga dengan baik," terangnya.

Sebelumnya pada tanggal 29 Mei 2023 lalu, warga pernah melakukan aksi yang sama. Saat itu, pihak restoran berjanji akan memperbaiki sistem pembuangan limbah mereka sehingga baunya tidak mengganggu warga lagi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.