Jateng

Kisah Heroik Jackie Kennedy Selamatkan Kuil Abu Simbel di Mesir, Ternyata Pengaruhnya Bikin Melongo!

Theo Adi Pratama | 11 September 2025, 07:56 WIB
Kisah Heroik Jackie Kennedy Selamatkan Kuil Abu Simbel di Mesir, Ternyata Pengaruhnya Bikin Melongo!

JATENG.AKURAT.CO, Siapa sangka, sebuah kuil kuno di Mesir yang berusia 3000 tahun nyaris lenyap ditelan banjir.

Tapi, berkat peran seorang ibu negara Amerika Serikat, kuil megah itu berhasil diselamatkan dalam sebuah misi yang paling ambisius dalam sejarah.

Inilah kisah heroik Jacqueline Kennedy, istri Presiden John F. Kennedy, yang berhasil menyelamatkan Kuil Abu Simbel dan mengubah cara diplomasi dunia.

Baca Juga: Terungkap! Batu Aneh di Mars Beri Petunjuk Paling Kuat Adanya Kehidupan Masa Lalu!

Ancaman Bendungan Aswan dan Misi Mustahil

Pada tahun 1960, Mesir memulai proyek raksasa: pembangunan Bendungan Tinggi Aswan.

Bendungan ini diharapkan mampu menyediakan listrik, lahan pertanian, dan mengendalikan banjir Sungai Nil.

Namun, proyek ini juga membawa ancaman besar bagi puluhan situs bersejarah, termasuk Kuil Abu Simbel yang ikonik.

Dibangun lebih dari tiga milenium yang lalu oleh Ramses II, kuil ini diukir langsung pada tebing batu pasir.

Fasadnya dihiasi empat patung Ramses II setinggi 67 kaki, dan di dekatnya terdapat kuil yang lebih kecil yang didedikasikan untuk Ratu Nefertari.

Untuk menyelamatkan kuil ini, sebuah konsorsium internasional meluncurkan misi penyelamatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Rencananya adalah memotong seluruh kompleks kuil menjadi lebih dari seribu balok, memindahkannya, dan menyusunnya kembali di tempat yang lebih tinggi.

Proyek ini sangat mahal, setara dengan $400 juta saat ini. Misi ini sepertinya mustahil sampai seorang diplomat tak terduga datang membantu.

Baca Juga: Langkah Strategis Jepang: Amankan Pasokan LNG Alaska, Proyek Raksasa Senilai Rp 680 Triliun

Jacqueline Kennedy: First Lady yang Terpesona Mesir Kuno

Jauh di belahan dunia lain, Jacqueline Kennedy—yang kelak menjadi ibu negara—telah lama mengikuti nasib Abu Simbel.

Sejak kecil, ia memang terpesona oleh peradaban Mesir kuno.

Ketika ia membaca majalah resmi UNESCO yang menyerukan para pemimpin dunia untuk menyelamatkan Abu Simbel, ia bertekad untuk melindungi warisan kuno ini.

Setelah suaminya, John F. Kennedy, menjadi presiden pada tahun 1961, Jackie mulai meyakinkan suaminya tentang pentingnya Amerika Serikat terlibat.

Ia menulis memo yang memukau, menyamakan hilangnya Abu Simbel dengan "membiarkan Parthenon terendam banjir."

Ia juga menyoroti pentingnya kuil ini bagi Afrika, sebuah wilayah yang sedang coba didekati JFK selama Perang Dingin.

Baca Juga: Tembakan Pertama NATO: Saat Polandia Tembak Jatuh Drone Rusia, Eropa di Ambang Perang?

Melobi Kongres dan Menulis Ulang Aturan Diplomasi

Dengan memo itu, Jackie berhasil menarik perhatian suaminya dan kekuatan finansial AS.

Ia meyakinkan JFK untuk meminta Kongres mendanai proyek tersebut.

Namun, ada satu rintangan: Congressman John Rooney, yang terkenal tidak suka memberikan uang untuk proyek asing.

Dengan kemampuannya, Jackie berhasil melobi Rooney.

Berkat lobi pribadinya yang kuat, pemerintah AS akhirnya setuju menanggung sepertiga biaya, sementara sisanya didanai oleh Mesir dan UNESCO.

Kontribusi Jackie ini lebih dari sekadar diplomasi biasa.

Seperti Eleanor Roosevelt yang dikenal sebagai "mata, telinga, dan kaki" suaminya, Jackie juga menggunakan diplomasi "halus."

Namun, ia menciptakan "cetak biru" baru bagi peran ibu negara, yang kini bisa memengaruhi kebijakan internasional.

Contohnya, Michelle Obama dengan inisiatifnya Let Girls Learn untuk meningkatkan pendidikan bagi perempuan di seluruh dunia.

Misi Penyelamatan yang Menginspirasi Dunia

Pada tahun 1963, tim ahli dari berbagai negara mulai bekerja. Kuil Abu Simbel dipotong menjadi balok-balok raksasa seberat 33 ton.

Balok-balok ini dinomori, diangkut ke bukit buatan setinggi 200 kaki, dan disusun kembali seperti puzzle raksasa.

Berkat upaya Jackie, Kuil Abu Simbel kini berdiri tegak dan aman.

Sebagai bentuk penghargaan, Mesir menghadiahkan Kuil Dendur kepada AS, yang kini dipamerkan di Museum Seni Metropolitan di New York City.

Meskipun kontribusinya di Mesir sering luput dari perhatian, putri Jackie, Caroline, pernah mengatakan bahwa ibunya merasa upayanya menyelamatkan Abu Simbel sama pentingnya dengan restorasi Gedung Putih.

Upaya ini menjadi katalisator bagi inisiatif Warisan Dunia UNESCO, yang kini melindungi ribuan situs penting di seluruh dunia, dari Angkor Wat di Kamboja hingga kanal-kanal di Venice.

Seperti yang dikatakan May Shaer, kepala Unit Negara Arab untuk Warisan Dunia UNESCO, kampanye ini menjadi "sangat simbolis dalam banyak hal.

Ini menetapkan standar umum untuk mengidentifikasi dan melindungi properti budaya dan alam yang dianggap penting bagi seluruh umat manusia."

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.