Jateng

Terungkap! Batu Aneh di Mars Beri Petunjuk Paling Kuat Adanya Kehidupan Masa Lalu!

Theo Adi Pratama | 11 September 2025, 07:45 WIB
Terungkap! Batu Aneh di Mars Beri Petunjuk Paling Kuat Adanya Kehidupan Masa Lalu!

JATENG.AKURAT.CO, Sebuah penemuan luar biasa baru saja diumumkan oleh para ilmuwan NASA.

Batuan-batuan aneh yang ditemukan di Mars, yang dijuluki "bintik macan tutul" dan "biji poppy", menyimpan bukti paling menggoda tentang potensi adanya kehidupan di planet merah pada masa lalu.

Batuan lumpur ini, yang ditemukan oleh rover Perseverance di dasar sungai kering, menampilkan fitur-fitur unik yang bisa jadi merupakan mineral yang diproduksi oleh reaksi kimia dari mikroba purba Mars.

Baca Juga: Langkah Strategis Jepang: Amankan Pasokan LNG Alaska, Proyek Raksasa Senilai Rp 680 Triliun

"Potensi Biosignature" Paling Menjanjikan

Meskipun para ilmuwan belum bisa memastikan sepenuhnya, temuan ini sangat signifikan sehingga memenuhi kriteria NASA untuk apa yang mereka sebut "potensi biosignature".

Artinya, temuan ini sangat layak untuk diteliti lebih lanjut demi menentukan apakah asal-usulnya biologis.

"Kami belum pernah memiliki sesuatu seperti ini sebelumnya, jadi saya pikir ini adalah hal besar," kata Prof. Sanjeev Gupta, seorang ilmuwan planet dari Imperial College London yang turut menulis studi ini.

"Kami telah menemukan fitur-fitur di dalam batuan yang jika kamu melihatnya di Bumi, dapat dijelaskan oleh biologi—oleh proses mikroba. Jadi, kami tidak mengatakan bahwa kami telah menemukan kehidupan, tetapi kami mengatakan bahwa ini benar-benar memberi kami sesuatu untuk dikejar."

Misi Pengambilan Sampel yang Terancam

Satu-satunya cara untuk sepenuhnya mengonfirmasi apakah mineral tersebut dibuat oleh mikroba adalah dengan membawanya kembali ke Bumi untuk dianalisis.

Sebuah misi pengembalian sampel dari Mars telah diusulkan oleh NASA dan ESA, tetapi masa depannya tidak pasti.

Anggaran sains NASA menghadapi pemotongan besar yang diajukan dalam anggaran Presiden Trump untuk tahun 2026, dan misi pengembalian sampel ini menjadi salah satu program yang terancam dibatalkan.

Namun, Tiongkok juga sedang mengejar misi pengembalian sampel yang bisa diluncurkan pada tahun 2028.

Sementara perdebatan anggaran berlangsung, para ilmuwan sangat berharap bisa meneliti batuan ini secara langsung.

Baca Juga: Tembakan Pertama NATO: Saat Polandia Tembak Jatuh Drone Rusia, Eropa di Ambang Perang?

Sekilas Tentang Lokasi Penemuan

Saat ini, Mars adalah gurun yang dingin dan kering. Namun, miliaran tahun yang lalu, ada bukti kuat bahwa Mars memiliki atmosfer tebal dan air, menjadikannya tempat yang menjanjikan untuk mencari kehidupan masa lalu.

Rover Perseverance, yang mendarat di permukaan Mars pada tahun 2021, dikirim untuk mencari tanda-tanda biologi.

Rover ini telah menghabiskan empat tahun terakhir menjelajahi sebuah wilayah yang disebut Kawah Jezero, yang dulunya merupakan danau purba dengan sungai yang mengalir ke dalamnya.

Batuan-batuan unik itu ditemukan tahun lalu di dasar sebuah ngarai yang diukir oleh sungai di area yang disebut Formasi Bright Angel.

Batuan ini berusia sekitar 3,5 miliar tahun dan merupakan jenis batuan yang disebut batuan lumpur, yang terbentuk dari tanah liat.

Para ilmuwan meyakini, batuan tersebut menyimpan bukti serangkaian reaksi kimia antara lumpur dan materi organik yang menghasilkan mineral baru.

Di Bumi, reaksi kimia seperti ini biasanya didorong oleh mikroba.

Meskipun proses geologis alami juga bisa menjadi penyebabnya, hal ini membutuhkan suhu yang sangat tinggi, yang tampaknya tidak dialami oleh batuan tersebut.

Penemuan ini menjadi pengingat yang kuat akan betapa besarnya potensi Mars untuk menyimpan rahasia tentang asal-usul kehidupan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.