Jateng

Tips Atur Waktu Mudik Lebaran 2025 agar Perjalanan Lebih Nyaman, Hindari Puncak Arus Mudik dan Balik

Arixc Ardana | 24 Maret 2025, 15:48 WIB
Tips Atur Waktu Mudik Lebaran 2025 agar Perjalanan Lebih Nyaman, Hindari Puncak Arus Mudik dan Balik

JATENG.AKURAT.CO, Mudik Lebaran adalah momen yang dinanti-nantikan, tetapi kepadatan lalu lintas bisa menjadi tantangan tersendiri.

Untuk perjalanan yang lebih nyaman, masyarakat disarankan untuk menghindari waktu favorit dan puncak arus mudik serta arus balik.

Lalu kapan puncak arus mudik dan arus balik di Lebaran 2025? Serta bagaimana mengatur waktu mudik dan balik yang nyaman? Simak selengkapnya disini

Baca Juga: JADWAL TANGGAL Rekayasa Lalu Lintas Contra Flow, One Way dan Aturan Ganji Genap di Arus Mudik - Arus Balik Lebaran 2025

Puncak Arus Mudik & Balik Lebaran 2025

Menurut prediksi, puncak arus mudik Lebaran 2025 akan terjadi pada:

Jumat, 28 Maret 2025

Sementara puncak arus balik diperkirakan jatuh pada:

Minggu, 6 April 2025

Hindari Waktu Favorit yang Padat

Untuk mengurangi risiko terjebak macet, hindari perjalanan di waktu-waktu berikut:

Arus Mudik:

07.00 - 10.00 WIB (Setelah sahur)

21.00 - 23.00 WIB (Setelah buka puasa)

Arus Balik:

18.00 - 00.00 WIB

Manfaatkan Potongan Tarif Tol 20%

Kabar baik bagi Kawan JM! Potongan tarif tol sebesar 20% tersedia untuk perjalanan menerus.

Mula dari Gerbang Tol Cikampek Utama (Jalan Tol Jakarta-Cikampek) ke Gerbang Tol Kalikangkung (Jalan Tol Batang-Semarang) selama arus mudik, serta sebaliknya saat arus balik.

Gunakan Aplikasi Travoy untuk Perjalanan yang Lebih Tenang

Agar perjalanan semakin lancar, pastikan selalu cek update informasi lalu lintas dan gunakan Aplikasi Travoy sebagai asisten digital perjalanan di jalan tol.

Dengan perencanaan yang baik, mudik Lebaran 2025 bisa menjadi lebih aman, nyaman, dan menyenangkan!

Selamat mudik dan selamat sampai tujuan!

***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.