Jateng

BPJS Kesehatan Ungaran Tingkatkan Kualitas Pelayanan melalui Sosialisasi dan Pemantauan Klaim di FKRTL se-Salatiga

Arixc Ardana | 30 September 2024, 19:30 WIB
BPJS Kesehatan Ungaran Tingkatkan Kualitas Pelayanan melalui Sosialisasi dan Pemantauan Klaim di FKRTL se-Salatiga

AKURAT.CO, BPJS Kesehatan Cabang Ungaran melaksanakan kegiatan Utilisasi Review dan Sosialisasi Administrasi Klaim bersama Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang ada di Kota Salatiga, kemarin.

FKRTL merupakan fasilitas kesehatan yang melakukan pelayanan kesehatan perorangan yang bersifat spesialistik atau subspesialistik, yang meliputi rawat jalan tingkat lanjutan, rawat inap tingkat lanjutan, dan rawat inap di ruang perawatan khusus.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kepatuhan fasilitas kesehatan, atas administrasi klaim dan verifikasi klaim pelayanan kesehatan, khususnya dalam hal pemberian obat kronis, program rujukan balik, dan rehabilitas medik.

Baca Juga: Media Workshop dari BPJS Kesehatan: Potret Satu Dekade Perjalanan Membangun Indonesia Sehat

Dalam sosialisasi yang berlangsung di room meeting Grand Wahid Hotel Salatiga, FKRTL diberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya melakukan review terhadap setiap klaim yang diajukan.

Dengan melakukan review secara cermat, diharapkan dapat mencegah terjadinya fraud atau penyalahgunaan dana, serta memastikan bahwa setiap pasien mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan standar prosedur operasional (SPO) yang berlaku.

Tri Wahyu Ernawati selaku kepala bagian Penjaminan Manfaat dan Utilisasi menyampaikan bahwa, sosialisasi ini merupakan salah satu upaya kami untuk meningkatkan kualitas pelayanan Kesehatan bagi peserta JKN.

Dengan pemahaman yang baik mengenai Utilisasi Review, diharapkan FKRTL dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal dan efesien.

“Saya sangat menganjurkan Rumah Sakit untuk secara aktif melakukan rujukan balik pasien ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) setelah kondisi pasien stabil dan memungkinkan untuk melanjutkan perawatan di sana. Langkah ini sangat penting untuk optimalisasi pelayanan kesehatan, mengurangi beban rumah sakit, dan memberikan akses yang lebih mudah bagi pasien untuk mendapatkan pelayanan kesehatan berkelanjutan. “ jelas Tri.

Selanjutnya petugas FKRTL dapat memastikan bahwa pemberian obat kronis kepada pasien sudah sesuai dengan indikasi medis dan dosis yang tepat.

Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya overprescribing atau underprescribing obat.

Rujukan Balik yang Optimal digunakan untuk memantau proses rujukan balik pasien.

Dengan demikian, dapat dipastikan bahwa pasien mendapatkan pelayanan lanjutan yang sesuai dengan kebutuhannya.

Rehabilitasi Medik Sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) dapat dipantau apakah kasus rehabilitasi medik yang diajukan sudah sesuai dengan SPM.

Hal ini penting untuk memastikan bahwa pasien mendapatkan pelayanan rehabilitasi yang berkualitas.

Pentingnya validasi biometrik pada Surat E-Rujukan (SEP). Dengan tingkat validasi mencapai 99%, diharapkan dapat meminimalisir terjadinya kesalahan dalam proses klaim.

Sementara itu, Person In Charge (PIC) Rumah Sakit Paru Ario Wirawan Salatiga, Vita Olivia menggatakan, pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan mutu kualitas layanan di rumah sakit, terutama dalam mendukung transformasi mutu layanan.

Melalui hasil evaluasi yang telah dilaksanakan, rumah sakit berharap dapat terus meningkatkan kualitas layanan dan memastikan bahwa semua peserta mendapatkan pelayanan yang berkualitas.

Pihaknya juga akan melaksanakan penguatan dalam mengedukasi peserta rawat jalan dan rawat inap.

Vita menyampaikan, pihaknya menyadari pentingnya tepat waktu dalam pengajuan klaim kepada BPJS Kesehatan dalam rangka memastikan kualitas pelayanan kepada peserta tetap terjaga.

Rumah sakit juga telah mengambil Langkah-langkah untuk meningkatkan efisiensi dalam proses administrasi klaim.

Vita menambahkan bahwa, pihaknya perlu berkoordinasi antara Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) dengan manajemen dan instansi verifikasi klaim BPJS Kesehatan terkait boleh atau tidak meng PRB kan peserta untuk mencapai nilai target PRB, melihat juga dengan kondisi peserta yang berobat tersebut.

“Kami berterimakasih atas dukungan dan kerjasamanya selama ini dengan BPJS Kesehatan. Kami yakin bahwa dengan adanya komunikasi yang baik kita dapat meningkatkan kualitas layanan Kesehatan bagi seluruh peserta,” kata Vita.

Diharapkan dengan adanya sosialisasi ini, optimalisasi pemberian obat kronis dalam satu bulan, rujukan balik berjalan dan PRB berjalan optimal, memastikan kasus rehab medik sudah sesuai SPM, tidak adanya Fraud, dan SEP tervalidasi aplikasi biometric 99%.

"Dengan itu kualitas pelayanan Kesehatan di FKRTL Salatiga dapat semakin meningkat," pungkasnya.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.