Banjir Semarang; Iswar Aminuddin Tegaskan Kondisi Lingkungan Kota Semarang Sudah Parah

AKURAT.CO, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang Iswar Aminuddin kembali membahas persoalan lingkungan di Kota Semarang hingga membuat banjir besar.
Dirinyapun mengajak semua stakeholder dan OPD Pemkot Semarang untuk memprioritaskan perbaikan lingkungan.
Hal tersebutpun telah disampaikannya pada forum OPD untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2025 dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045 Pemerintah Kota Semarang.
"Saya mengajak seluruh OPD dan stakeholder untuk mengedepankan perbaikan lingkungan. Persoalan lingkungan harus menjadi prioritas karena beban Kota Semarang sudah berat dan masyarakat yang akan terkena dampaknya," ujar Iswar pada Rabu (20/3/2024).
Dirinya mengajak semua pihak untuk ikut dalam pembenahan lingkungan yang menjadi prioritas Kota Semarang. Dirinya juga ingin agar Kita Semarang menjadi salah satu daerah resilient city atau kota yang berketahanan.
"Mari kawan-kawan, kita benahi sama-sama kota yang kita cintai ini dengan mengedepankan pembangunan hijau dan restorasi lingkungan agar Kota Semarang menjadi kota yang berketahanan (resilient city) dan memberikan dampak positif untuk masyarakat," ujarnya.
Muka Tanah Semarang Terus Turun
Iswar juga berkeliling dengan mahasiawa dari program studi teknik untuk memeriksa kondisi Kota Semarang saat banjir beberapa waktu lalu.
Kondisi muka tanah Kota Semarang yang terus turun membuat banjir akan semakin parah tiap tahunnya.
"Kemarin saya keliling dengan anak-anak studi perencanaan kota dan anak-anak teknik lingkungan dan teknik sipill melihat kondisi semarang yang sudah parah," ujar Iswar.
Baca Juga: Polda Jateng Musnahkan 47,8 Kilogram BB Sabu dan 34.743 Butir Pil Ekstasi
Dalam pandangannya, dua tahun kedepan kenaikan air di Kota Semarang akan semakin tinggi. Oleh karenanya, Iswar menekankan bahwa persoalan lingkungan adalah prioritas.
"Bayangkan dua tahun mendatang kita bakal mengalami kenaikan air laut lebih tinggi lagi. bagaimana masyarakat Kota Semarang akan beraktifitas jika begini," jelasnya.
"Saya tekankan bahwa persoalan lingkungan menjadi prioritas," tegasnya.
Iswar kembali menegaskan bahwa kondisi lingkungan di Kota Semarang sudah sangat parah.
Bahkan dalam survey yang dilakukan akhir-akhir ini. Problem lingkungan sudah menjadi tuntutan warga.
Baca Juga: Jadwal Misa Pekan Suci 2024 Untuk Gereja-Gereja Katolik di Jawa Tengah (Update 3)
"Apakah kita kemudian hanya diam saja dan tidak menyelesaikan masalah?," tanyanya.
"Jujur ini sudah parah banget," ungkap Iswar.
"Karena hasil survey kemudian mengungkapkan bahwa pembenahan lingkungan juga menjadi tuntutan masyarakat Kota Semarang," jelasnya.
Iswar menandaskan bahwa yang terpenting sampah hari ini harus bersih.
"Kita juga perlu memikirkan untuk membuat lompatan-lompatan besar dalam membangun infrastruktur sebagai manajemen pengelolaan lingkungan," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Profil Instagram Ko Hyung-jin Wasit Indonesia vs Malaysia, Sejarah Kelam 2019 Kembali Terbayang usai Tom Haye Dikartu Merah!
- 2LIVE SCORE Indonesia vs Malaysia, Skor 0-0 Menit ke-70 Thom Haye Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME Menang Siapa?
- 3Kalender Jawa Oktober 2026: Weton, Neptu, dan Rekomendasi Hari Baik untuk Hajatan
- 4Laga PERSIKU VS PSIS BATAL DIGELAR! Ini Alasan Manajemen Tuan Rumah Terkait Pembatalan Pertandingan
- 5Laga Persiku vs PSIS Mendadak BATAL Digelar, Netizen: Harusnya Tuan Rumah Kalah WO!
- 6F1 Ubah Jadwal GP Azerbaijan ke Sabtu, Ternyata Ini Penyebabnya
- 7Panduan Lengkap Kalender Jawa November 2026, dari Minggu Pahing hingga Senin Legi
- 8MotoGP 2026 Masuki Fase Akhir: Ini Jadwal Lengkap Sisa Balapan
- 9PLN Umumkan Pemeliharaan Jaringan di Semarang Timur, Listrik Padam 6 Jam
- 10TNT Awards Jateng 2026 Dorong Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah









