Jateng

Kronologi Penyelamatan Hendrik: Ketika Konser Dangdut Berubah Menjadi Misi SAR

Afri Rismoko | 11 Maret 2024, 11:36 WIB
Kronologi Penyelamatan Hendrik: Ketika Konser Dangdut Berubah Menjadi Misi SAR

AKURAT.CO, Nasib tak terduga menimpa Hendrik Suliyanto, pemuda berusia 21 tahun asal Desa Ngabul, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, yang jatuh ke dalam sumur saat akan menikmati konser orkes dangdut di lapangan pasar Ngabul, Minggu sore, 10 Maret 2024.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 15.30 WIB ini segera mendapat respons dari tim SAR gabungan setelah mendapat informasi kejadian pada pukul 15.45 WIB.

Tim dari Pos SAR Jepara dan tim SAR gabungan dengan cepat bergerak untuk melakukan evakuasi.

Budiono, Kepala Kantor Basarnas Semarang, mengungkapkan bahwa kronologi kejadian bermula ketika Hendrik ingin mengambil jalan pintas melewati kebun singkong untuk sampai ke lokasi konser.

Baca Juga: Mahasiswa KKN UPGRIS Berperan Aktif dalam Sosialisasi Pencegahan Stunting di Posyandu Kelurahan Nongkosawit

"Kami menerima info pukul 15.45 wib, bahwa telah terjadi orang masuk sumur dan langsung kami berangkatkan tim dari Pos SAR Jepara untuk melakukan evakuasi" Ujar Budiono.

Sayangnya, ia secara tidak sengaja menginjak asbes yang menutupi sumur tua dan terjatuh ke dalamnya. Beruntung, Hendrik tidak tenggelam dan hanya terendam air setinggi dada.

"Saat menginjak asbes, karena asbes tidak kuat menahan beban akhirnya pecah dan ia jatuh ke dalam sumur, untungnya survivor tidak tenggelam hanya terendam sebatas dada" Lanjut Budiono dalam keterangannya.

Baca Juga: Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 62 Dorong Pengembangan Strategi Pemasaran UMKM Osin Nongkosawit Melalui Promosi TikTok Berbayar

Dengan menggunakan peralatan vertical rescue dan tripod rescue, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi Hendrik dari sumur sedalam 7 meter dalam waktu hanya 30 menit.

Hendrik keluar dari sumur dalam keadaan selamat dan tanpa cedera, langsung dibawa pulang ke rumahnya.

Budiono menambahkan rasa syukurnya atas kerja sama tim yang cepat dan efektif sehingga Hendrik bisa diselamatkan dengan cepat.

Kejadian ini menjadi peringatan bagi semua untuk selalu berhati-hati dan menghindari penggunaan material rapuh seperti asbes untuk menutupi sumur atau lubang yang berpotensi berbahaya.

Keberhasilan tim SAR gabungan dalam menyelamatkan nyawa menjadi bukti sinergi dan responsivitas yang tinggi dalam menghadapi situasi darurat.

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan menghindari mengambil jalan pintas tanpa memperhatikan kondisi sekitar.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A