Jateng

Real Count Sempat Bermasalah, KPU Jateng Klarifikasi DPT Invalid dan Perbaikan Perubahan Data

Bani Maryanto | 21 Februari 2024, 10:17 WIB
Real Count Sempat Bermasalah, KPU Jateng Klarifikasi DPT Invalid dan Perbaikan Perubahan Data

Akurat.co - Perolehan suara calon presiden dan wakil presiden Pemilu 2024 terus berlangsung pada real count Sirekap KPU pada hari Rabu (21/2/2024).

 

Perhitungan ini sendiri sempat diprotes oleh partai-partai pendukung Capres 01 dan 03 beserta para caleg-calegnya karena muncul perubahan data ekstrem yang terpampang di layar.

 

Tak pelak KPU memberikan klarifikasi bahwa terjadi eror yang membuat Sirekap tidak mampu membaca data.

 

Namun pada perhitungan sementara pada laman pemilu2024.kpu.go.id menunjukkan angka perolehan antara lain;

 

1. Anis-Muhaimin mengantongi prosentase 24,25 persen dengan jumlah suara 24.162.866

 

2. Prabowo-Gibran mengantongi 58,77 persen dengan jumlah suara 58.568.586

 

3. Ganjar-Mahfud memiliki 16,98 persen dengan jumlah suara 16.918.459

 

Sebagai catatan hasil real count dari KPU tersebut terus berpogres. Hasil yang ditampilkan KPU ini merupakan hitung langsung (real count), tapi bukan hasil akhir Pemilu 2024.

 

Proses penghitungan suara oleh KPU masih berjalan untuk menentukan jumlah total perolehan suara capres dan cawapres melalui rekapitulasi berjenjang. 

 

KPU menyatakan publikasi form model C/D hasil adalah hasil penghitungan suara di TPS dengan tujuan memudahkan akses informasi publik.

 

KPU juga menyatakan penghitungan suara yang dilakukan oleh KPPS, rekapitulasi hasil penghitungan suara dan penetapan hasil pemilu dilakukan secara berjenjang dalam rapat pleno terbuka oleh PPK, KPU kabupaten/kota, KPU provinsi, dan KPU berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

Klarifikasi DPT Invalid

 

Ketua KPU Jateng, Paulus Widiyatmoko juga telah mengklarifikasi laporan Daftar Pemilih Tetap (DPT) invalid yang dilaporkan oleh tim pendukung Capres-Cawapres 01 atau Timnas Amin sebelum pemilu dilaksanakan pada 14 Februari lalu.

 

"Ini adalah kelanjutan dari laporan tim nasional Amin Jateng terkait 502.546 pemilih yang dianggap invalid. Jadi macam-macam kategori ya, ada pemilih di atas 100 tahun, ada pemilih di bawah 17 tahun, ada yang namanya dianggap janggal karena di bawah tiga huruf, lalu ada juga yang kategori RT/RWnya nol," ujar Paulus.

 

Paulus sendiri mengklaim beberapa waktu waktu lalu sudah ada rencana untuk menjawab. Namun rencana menjawab laporan tersebut sempat tertunda karena waktu itu Timnas Amin ada agenda persiapan menghadiri kampanye akbar di Jakarta dan berdekatan dengan pelaksanaan Pemilu. 

 

"Waktu itu, sebelum kami jawab juga sudah proses laporan berjalan dan hari ini sedang berjalan. Kami sudah menjelaskan, intinya yang disampaikan sama dengan yang disampaikan KPU (pusat) di laporan awal dan yang telah kami jawab," tuturnya.

 

KPU Jateng sendiri sudah menjawab secara detil terkait materi laporan tersebut di hadapan Bawaslu dan Timnas Amin pada Selasa kemarin (20/2/2024). Garis besarnya, KPU Jateng sudah membuktikan 502.546 suara sudah diverfikasi.

 

"Di lapangan hasilnya sudah ada. Sudah kami jawab juga pada tanggal 12 kemarin. Kami jawabnya by name, siapa-siapa yang dianggap belum 17 tahun, kami sudah buktikan bahwa sudah 17 tahun atau belum 17 tahun tapi sudah menikah," beber Paulus.

 

"Yang di atas 100 tahun sudah kami sertakan fotonya, orangnya masih hidup dengan identitasnya," sambungnya. 

 

Selain itu, nama pemilih yang kurang dari tiga huruf juga sudah ditemukan orangnya. Dan itu memang namanya sesuai KTP

 

Ada pula data RT 0/RW 0 yang setelah dicek oleh KPU memang terjadi kesalahan penulisan alamat. Paulus mengatakan pihaknya segera melakukan perbaikan. 

 

"Sudah kami cek di identitas memang RT/RWnya nol. Benar ada kesalahan tulis, tapi itu tidak menggugurkan hak pilih yang bersangkutan. Nanti itu dilakukan perbaikan," tutur Paulus. 

 

 

Ada pula data dalam Satu kartu keluarga (KK) terlalu banyak pemilih. Namun masalah tersebut menurur Paulus tidak masuk dalam laporan Timnas Amin. Meski begitu jika memang hal itu terjadi akan dilakukan perbaikan.

 

"Karena ketika (pemilih) tinggal di asrama atau di banyak tempat ada yang dijadikan satu KK memang dimasukkan. Seperti di pondok (pesantren), asrama, itu identitas kependudukannya seperti itu, kami temukan ada memang," jelas Paulus.

 

Dari tindak lanjut laporan DPT invalid, Paulus menegaskan bahwa klarfikasi dan perbaikan yang dilakukan tidak menghilangkan hak pemilih yang sudah mencoblos secara riil. Karena faktanya tidak ada pemilih fiktif. 

 

"Tidak ada yang fiktif? Tidak ada, semua ada," tegasnya. 

 

Dugaan Penggelembungan Suara

 

Terkait dugaan penggelembungan suara, Paulus mengatakan pihaknya tidak tahu dan menyerahkan kepada majelis pengawas karena berbeda nomor perkara pengaduan. Paulus tidak bisa mengomentari itu karena dirinya tidak tahu basis datanya. 

 

Perbaikan Data Ekstrem

 

Terkait kekacauan jumlah perolehan suara yang ekstrem, KPU Jateng diklaim oleh Paulus sudah selesai melakukan perbaikan. Menurut Paulus bukan sistem sirekapnya yang bermasalah, tapi data ekstreamnya.

 

"Ada banyak faktor sih ya, bisa jadi kualitas HP (milik petugas TPS) juga mempengaruhi saat dibaca oleh sistem (Sirekap), sehingga ada banyak faktor, saya tidak bisa komentar satu-satu, intinya kami sudah melakukan perbaikan. Sehingga hari ini skors sudah dicabut, dan rekap di PPK dilanjutkan," ujar Paulus. 

 

"kemarin diskors karena menjadi sangat lama karena kamu melakukan perbaikan-perbaikan dulu. Kalau sudah perbaikan semakin lancar ini sudah lanjut," tandasnya. 

 

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.