Jateng

Gerindra Salatiga Anggap Bawaslu Overacting Soal Tabloid 'Indonesia Maju'

Afri Rismoko | 7 Desember 2023, 20:16 WIB
Gerindra Salatiga Anggap Bawaslu Overacting Soal Tabloid 'Indonesia Maju'

AKURAT.CO, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Salatiga, Yuliyanto, mengkritik sikap Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Salatiga yang melarang penyebaran tabloid 'Indonesia Maju' oleh relawan pendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2, Prabowo-Gibran.

Menurut Yuliyanto, tindakan Bawaslu ini dianggap berlebihan.

Yuliyanto menyatakan bahwa penyebaran tabloid tersebut sejatinya membantu tugas Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan mensosialisasikan visi misi pasangan calon.

"Bawaslu Salatiga seharusnya tidak overacting mengurus hal-hal sepele seperti selebaran tabloid Prabowo-Gibran. Isinya mengenai visi misi capres dan cawapres adalah hal biasa dan tidak berisi konten negatif," ujarnya.

Baca Juga: Delapan Debt Collector Dijerat Pasal Pencurian oleh Polda Jawa Tengah

Yuliyanto menambahkan bahwa sikap Bawaslu Salatiga mungkin diinterpretasikan sebagai bentuk keberpihakan pada pasangan calon lain, mengingat setiap kontestan Pilpres 2024 melakukan upaya serupa untuk menarik simpati pemilih.

Ia menekankan bahwa isi tabloid tidak mengandung serangan atau konten negatif terhadap kelompok lain.

Mantan Walikota Salatiga tersebut berpendapat bahwa Bawaslu seharusnya lebih fokus pada masalah yang lebih serius, seperti pelaporan kampanye yang tidak sesuai aturan atau penempatan alat peraga kampanye (APK) yang sembarangan.

"Intinya, Bawaslu tidak perlu berlebihan. Tidak usah dibesar-besarkan soal tabloid itu, karena isinya juga kampanye positif," tuturnya.

Komentar Yuliyanto ini menandai ketidaksetujuan terhadap langkah Bawaslu Salatiga dalam menangani isu penyebaran tabloid 'Indonesia Maju' yang berkaitan dengan kampanye Pilpres 2024.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A