Jateng

Lapak-lapak PKL Yang Diduga Menyebabkan Banjir di Jalan Kaligawe Raya Dibongkar

Theo Adi Pratama | 20 November 2023, 19:49 WIB
Lapak-lapak PKL Yang Diduga Menyebabkan Banjir di Jalan Kaligawe Raya Dibongkar

 

AKURAT.CO SEMARANG - Banjir di sepanjang Jalan Kaligawe Raya diduga disebabkan karena tersumbatnya saluran air akibatnya adanya lapak-lapak pedagang kaki lima (PKL) yang berdiri diatas saluran air. 

Oleh sebab itu, Satpol PP Kota Semarang bersama tim gabungan dengn Dinas Pekerjaan Umum (DPU) melakukan eksekusi pembongkaran lapak liar yang berdiri diatas saluran air.

“Ada 4 lapak yang kita robohkan disini. Ini melanggar aturan karena berdiri diatas saluran air dan ini jadi penyebab banjirnya Jalan Kaligawe,” kata Fajar, Senin (20/11/2023).

Baca Juga: Pedagang yang Lapaknya Dibongkar Menuntut Keadilan Pada Pemerintah Kota Semarang 

Selain bangunan lapak liar, ternyata saluran air tersebut penuh dengan sampah yang mengakibatkan banjir saat hujan lebat tiba.

“Kemarin baru hujan sebentar udah banjir sampai depan bekas terminal. Lalu Bu Walikota Semarang memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk cek lokasi. DPU lalu ajak Satpol PP cek," bebernya.

Dengan adanya pembongkaran lapak tersebut diharapkan saluran air bisa lancar. Pasalnya, selama ini aliran air tersendat karena tertutup sampah rumput dan kayu.

Baca Juga: Petugas Kembali Bongkar PKL di Bawah Flyover Pelabuhan Tanjung Emas, Lahan Akan Digunakan Sebagai Taman Pasif

"Otomatis air membludak. Dalam Peraturan Daerah jelas tidak boleh mendirikan bangunan di atas saluran air," tuturnya.

Sebelum pembongakaran, kata dia, lurah setempat telah memberitahu kepada para pedagang terkait pembongkaran. Dengan pembongkaran ini pula ia tak ingin nantinya Kota Semarang terjadi banjir besar saat musim hujan ekstrim.

"Kami tidak ingin kecolongan. Kita robohkan sekarang agar nanti musim hujan endak banjir parah," pungkasnya.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.