Jateng

Pedagang yang Lapaknya Dibongkar Menuntut Keadilan Pada Pemerintah Kota Semarang

Theo Adi Pratama | 20 November 2023, 19:48 WIB
Pedagang yang Lapaknya Dibongkar Menuntut Keadilan Pada Pemerintah Kota Semarang

 

AKURAT.CO SEMARANG - Penggusuran 40 lapak PKL di bawah Flyover Pelabuhan Tanjung Emas yang dilakukan Satpol PP Kota Semarang baru di sisi timur, namun masih ada PKL di sisi barat yang belum dilakukan penggusuran.

Oleh sebab itu, para pedagang yang lapaknya tergusur, meminta petugas berlaku adil. 

“Kita dukung program pemeirntah. Cuma kalau mau ditertibkan ya semuanya baik sisi barat dan sisi timur dan penataan tolong segera dilakukan,” ungkap perwakilan PKL, Darmaji, Senin (20/11/2023).

Baca Juga: Petugas Kembali Bongkar PKL di Bawah Flyover Pelabuhan Tanjung Emas, Lahan Akan Digunakan Sebagai Taman Pasif 

Pihaknya mengaku tidak mempermasalahkan jika memang dilakukan pembongkaran dan mendukung program dari Pemerintah, namun ia juga meminta agar Pemkot bisa berlaku adil dengan membongkar semua PKL yang ada di kawasan tersebut.

“Kita sudah ikuti pembongkaran ini dan kita bongkar sendiri meskipun masih ada sisa-sisa. Kita lakukan sukarela tapi kami minta kalau memang mau ditertibkan ya tolong tertibkan semua,” bebernya.

Ia mengaku jika wacana pembongkaran ini sudah ia dengar sejak satu tahun yang lalu. Pihaknya juga mengetahui smeua PKL akan direlokasi ke Pasar Rejomulyo Semarang. Bahkan para PKL juga mau berupaya membongkar secara mandiri lapaknya masing-masing.

Baca Juga: Profil Ghisca Debora Aritonang yang Melakukan Penipuan Tiket Konser Coldplay Banya Dicari, Ini Beberapa Faktanya!

“Awalnya kami belum dapat informasi yang dapat informasi dari warga kelurahan tanjung mas dan kami kan dari kelurahan kemijen jadi agak sedikit miskomunimasi. Tahun lalu sudah ada yang dibongkar sendiri. Tapi harusnya kami direlokasi baru dibongkar,” ungkapnya.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.