Petugas Kembali Bongkar PKL di Bawah Flyover Pelabuhan Tanjung Emas, Lahan Akan Digunakan Sebagai Taman Pasif

AKURAT.CO SEMARANG - 40 lapak pedagang kaki lima (PKL) yang ada di bawah Flyover pintu masuk Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dibongkar paksa, Senin (20/11/2023).
Pembongkaran tersebut dilakukan oleh Satpol PP Kota Semarang bersama petugas gabungan dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang.
Hal ini merupakan tindak lanjut dari giat sebelumnya yang sudah dilakukan sosialisasi kepada para PKL untuk bisa membongkar lapak secara mandiri.
Kasatpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan pembongkaran lapak yang dilakukan sepanjang 350 meter untuk dijadikan taman pasif agar mempercantik pintu masuk kawasan pelabuhan.
“Sudah kita sosialisasikan dan PKL kami minta bongkar sendiri dan kondusif. Selanjutnya kita relokasi mereka ke Pasar Rejomulyo,” kata Fajar.
Fajar mengatakan pihaknya memberi kesempatan kepada para PKL untuk benar-benar mengosongkan dan membersihkan lokasi hingga hari Rabu (22/11/2023).
Baca Juga: Kabar Terbaru Irish Bella, Gugat Cerai Ammar Zoni dan Minta Hak Asuh Anak
Sementara untuk truk yang biasa parkir di area bawah Flyover juga sudah diminta untuk bergeser.
“Saya minta DPU untuk memasang barier untuk segera dilakukan Pembanguan. DPU saya minta segera dibangun,” jelasnya.
Sementara untuk sisi sebelah kanan rencananya juga akan dilakukan pembongkaran untuk dilanjutkan pembangunan pada tahun 2024.
Pihaknya bahkan sudah melakukan sosialisasi terkait pembongkaran PKL sisi sebelah kanan.
“Sosialisasi sudah lama untuk Pembangunan ini,” terangnya.
Plt Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Bagus Irawan mengatakan pihaknya sudah memiliki desain pembangunan tamannya.
Nantinya DPU akan membuat trotoar sepanjang jalur dibawah Flyover.
“Desain sudah ada nanti memanjang dan disini tengah nya kita kosongkan dulu akan diurug tanah dulu karena anggaran hanya cukup untuk pinggirannya dulu. Kita akan bikin trotoar sepanjang ini,” kata Bagus.
Bagus menerangkan untuk pembangunan ditargetkan selesai pada akhir 2023, dan nantinya akan dilanjutkan pembangunan tahap kedua pada sisi kanan pada tahun 2024.
“Anggaran tanaman dapat CSR Pelindo Rp 1 miliar. Untuk penutupan trotoar akan kita kerjakan swakelola,” tandasnya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?









