Jateng

Pompa BBWS Tak Maksimal, Mbak Ita Kerahkan Pompa Mobile untuk Kendalikan Banjir Kaligawe

Theo Adi Pratama | 15 November 2023, 18:17 WIB
Pompa BBWS Tak Maksimal, Mbak Ita Kerahkan Pompa Mobile untuk Kendalikan Banjir Kaligawe

AKURAT.CO SEMARANG - Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menginstruksikan pompa-pompa mobile diterjunkan untuk menangani genangan air di Kaligawe dan sebagian wilayah Kecamatan Genuk, Rabu (15/11/2023).

Hal itu dilakukan lantaran rumah pompa di Kali Tenggang dan Kali Sringin tidak beroperasi maksimal. Terdapat tiga dari enam pompa yang berfungsi di Kali Tenggang. Sementara di Kali Sringin hanya satu dari lima pompa yang ada.

Baca Juga: Jelang Konser Coldplay, Jumlah Penumpang yang Datang di Stasiun Gambir Meningkat

Pompa-pompa yang tidak beroperasi tersebut diketahui Mbak Ita, sapaan akrabnya ketika melakukan pengecekan banjir di Kaligawe dan sebagain wilayah Genuk. Pasalnya, apabila dua rumah pompa itu berjalan baik, genangan air tidak akan melanda.

"Kami tarik pompa mobile dari DPU dan BPBD untuk penanganan banjir di Kaligawe ini," kata Mbak Ita.

Baca Juga: Dosen Unnes Raih Penghargaan Academic Leader Bidang Pendidikan dari Kemenristek

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang selaku instansi teknis mengerahkan pompa mobile untuk mengurangi debit air.

"Kami juga ke sana bersama Bu Wali Kota, satu pompa dari BPBD dan dari DPU sudah diterjunkan," kata Kepala BPBD Kota Semarang, Endro Pudyo Martantono.

Baca Juga: Berikut Tahapan Penjaringan Bakal Calon Ketua Umum KONI Kota Semarang Periode 2023-2027

Endro mengatakan, awalnya kedalaman air yang rata-rata sekitar 30 sentimeter telah surut signifikan. Kini telah berada di bawah 15 sentimeter.

"Kebetulan air sudah mulai surut karena aliran dari Kali Tenggang dan Kali Sringin relatif sudah lancar," ujarnya sembari menjelaskan arus lalu lintas di Jalan Raya Kaligawe juga mulai terpantau lancar.

Baca Juga: Operasi Densus 88 di Semarang: Terduga Teroris Diamankan dari Perumahan Villa Pinus Banyumanik

Endro mengatakan, pihaknya juga berkomunikasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana yang menaungi dua rumah pompa tersebut.

Pihaknya meminta, rumah-rumah pompa di Kota Semarang, tidak hanya Kali Sringin dan Kali Tenggang dilakukan pengecekan dan diperbaiki bila ditemukan kerusakan.

"Kami sudah koordinasikan ke BBWS, pompa yang ada sudah bekerja optimal. Sementara yang rusak, kami sudah sampaikan ke BBWS untuk segera diperbaiki," katanya.

Hal ini dilakukan supaya untuk menghadapi musim hujan yang akan datang, rumah pompa yang ada di Kota Semarang dapat bekerja secara maksimal.

"Jika begitu, genangan air seharusnya tidak terjadi di Kota Semarang, khususnya di Kaligawe dan sebagian Genuk," ujarnya.

Dalam antisipasi dan penanganan banjir, pihaknya mengatakan, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa andil dari masyarakat. Dia mengajak masyarakat memantau saluran air yang ada di sekitar tempat tinggalnya.

"Masyarakat alangkah baiknya melakukan pembersihkan gorong-gorong, saluran air di perkampungan supaya air mengalir dengan lancar," ujarnya.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.