Jateng

Suster Dari Gereja St Petrus Sambiroto Semarang Timur Resah dan Prihatin Dengan Tragedi Genosida di Palestina

Theo Adi Pratama | 10 November 2023, 13:49 WIB
Suster Dari Gereja St Petrus Sambiroto Semarang Timur Resah dan Prihatin Dengan Tragedi Genosida di Palestina

AKURAT.CO SEMARANG – Masyarakat lintas agama di Semarang bersama-sama menggelar doa untuk Palestina.

Ratusan orang dari berbagai agama di Kota Semarang bersama-sama menyuarakan keresahan dan keprihatinan atas genosida yang dilakukan Israel terhadpa warga Gaza, terutama anak-anak

Suster Krista dari Konggregasi SDP (Sister Divine Providence) Semarang, Gereja St Petrus Sambiroto Semarang Timur mengajak semua pihak untuk fokus membantu korban, tidak saling menyalahkan dan jangan memprovokasi perang.

Baca Juga: Untuk Palestina, Udin Larahan Sampaikan Rasa Duka Mendalam Untuk Tragedi Genosida Dalam Doa Bersama Pelita

“Saya bersyukur bahwa kita punya keperihatinan dengan masalah kemanusiaan akibat genosida yang dilakukan Israel terhadap Palestina. Kami sendiri fokus untuk membantu anak-anak yang menjadi korban perang di sana,” ujar Suster Krista seusai menghadiri acara Doa Bersama Untuk Palestina yang digelar oleh Persaudaraan Lintas Agama (Pelita) Semarang pada Kamis (9/11/2023) malam.

Bagi Suster Krista, perang yang terjadi antara Israel dan palestina bukanlah perang antar agama. Tapi hal tersebut adalah tragedi kemanusaian yang menjadi tanggungjawab semua pihak.

“Jadi yang terjadi di Palestina buat kami bukanlah masalah agama, tapi masalah kemanusiaan yang mayoritas korbannya anak-anak,” ujarnya.

Baca Juga: Pembukaan Queen City Mall Semarang, Berbelanja dan Nikmati Acara Hiburan Seru di Pusat Perbelanjaan Terbesar

Suster Krista sengaja hadir dalam refleksi bela Palestina yang digelar Pelita ini karena ingin berdoa supaya tuhan juga hadir melindungi mereka yang menjadi korban perang.

Suster Krista juga meminta kepada para pemimpin dunia untuk segera menyelesaikan konflik ini. Bukan mengirim persenjataan atau pasukan militer yang malah memperburuk konflik ini.

“Anak-anak ini tidak berdosa, dan kita harus menghentikan itu,” tandasnya.

Baca Juga: Ekuador, Lawan Pertama Indonesia di Piala Dunia U-17: Profil dan Ambisi

“Kami yakin doa-doa kami didengar oleh tuhan dan mampu menyelesaikan konflik itu,” tutupnya

Sementara itu, Setiawan Budi selaku penggerak Pelita mengatakan bahwa kekerasan dan konflik yang terus terjadi di Palestina mengundang rasa duka bagi setiap orang tanpa memandang agama.

“Ini adalah keprihatinan kita semua. Tidak memandang apa pun agama kita, pada malam hari ini kami bersama-sama berdoa dan berharap semoga peperangan segera berakhir supaya tidak lagi menimbulkan banyak korban,” ujar Setiawan.

Baca Juga: Berikut 5 Tips Persiapan Dalam Mengerjakan Soal Test SKD CPNS 2023 dengan Baik dan Benar

Setiawan juga menegaskan bahwa acara ini bertujuan menekan para pihak yang berkonflik untuk segera melakukan gencatan senjata dan melakukan perundingan.

“Kami mendorong kepada para pihak yang bertikai supaya segera melakukan gencatan senjata, menemukan solusi yang terbaik, sehingga warga sipil tidak lagi menjadi korban,” ujar Setiawan.

Menurut keterangan Setiawan, acara malam itu dihadiri dari berbagai kalangan umat beragama mulai dari umat Islam, Budha, Kristen, Katolik hingga Hindu. Juga dari beberapa komunitas seperti Gusdurian Semarang dan juga Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.