Jateng

Ajak Mahasiswa Berperan Aktif Kawal Pemilu Damai, Pj Gubernur Jateng Beri Alasan Ini

Arixc Ardana | 27 Oktober 2023, 15:42 WIB
Ajak Mahasiswa Berperan Aktif Kawal Pemilu Damai, Pj Gubernur Jateng Beri Alasan Ini

AKURAT.CO SEMARANG, Mahasiswa dan genersi muda diajak untuk berperan aktif, mengawal Pemilu 2024 secara damai.

Sebab, generasi ini dianggap memiliki peran penting untuk menciptakan perhelatan pemilu yang damai, kondusif, dan toleran.

Hal ini ditegaskan PJ Gubernur Jateng Nana Sudjana dalam acara 'Pj Gubernur Sambang Kampus dan Seminar Kebangsaan', di Kampus Universitas Diponegoro, Jumat, 27 Oktober 2023.

Baca Juga: SCORE808 Yalla Shoot TV Live Streaming Persik Kediri vs Persebaya Surabaya Liga 1 Ilegal, Klik GRATIS Indosiar

“Kami mengajak pihak kampus dan mahasiswa ikut menjalankan perannya. Mahasiswa ini kami harapkan dapat berperan sebagai kontrol sosial dan fasilitator, juga memberikan advokasi sekaligus edukator," kata Nana.

Apalagi, generasi muda di Jawa Tengah maupun nasional akan mendominasi daftar pemilih tetap (DPT).

Dari jumlah DPT di Jateng sebanyak 28.289.413 orang, sekitar 32,05% atau 9.065.832 orang merupakan pemilih kategori milenial.

Baca Juga: Menginap di Rumah Warga di Lampung, Ganjar Diajak Mengan Jejamo Sambil Serap Aspirasi

Sementara sekitar 20,83% atau 5.891.384 orang pemilih kategori generasi Z atau Gen-Z.

"Kami melihat bahwa mahasiswa termasuk dalam generasi Z dan milenial. Generasi tersebut adalah generasi terbesar yang akan melakukan pemungutan suara.Makanya kami mengajak rekan-rekan ini untuk melaksanakan hak pilihnya dan juga mahasiswa ini kita harapkan berperan dalam kontrol sosial," jelas Nana.

Dalam kesempatan itu, Nana juga meminta kepada mahasiswa untuk memantau, sekaligus memberikan masukan mengenai situasi dan perkembangan yang ada selama tahapan pemilu.

Baca Juga: Pemkot Semarang Jadikan Hari Kesehatan Nasional Sebagai Momentum Tingkatkan Pelayanan Publik

Menurut dia, salah satu bentuk keterlibatan mahasiswa yang bisa dilakukan adalah ikut menjernihkan isu atau berita hoaks yang berpotensi muncul selam pemilu.

Mahasiswa diminta bijak bermedia sosial. Selalu periksa kebenaran atas informasi yang ada.

“Sebelum kita mengambil tindakan harus mengecek betul, harus ada sumber lain sebagai pembanding," jelas Nana.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.