Gelaran Modest Fashion di Stasiun Tawang : Sebuah Inovasi UKM Jateng

AKURAT.CO, Sebuah pemandangan tak biasa dan memikat tersaji di peron Stasiun Tawang, yang bersejarah sejak tahun 1864. Puluhan pasang mata terpaku menyaksikan para model yang tengah memamerkan ragam busana tertutup atau modest fashion, sebuah tren yang kini tengah digandrungi di dunia fashion wanita.
Berbeda dari kebanyakan pagelaran mode yang kerap diselenggarakan di mal atau ruang tertutup, event ini justru memilih Stasiun Tawang sebagai panggungnya. Keunikan ini pun berhasil menarik perhatian para pengunjung stasiun, termasuk Damarjati, seorang wanita asal Batulicin, Kalimantan Selatan.
"Ini sangat unik, biasanya hanya ada di mal. Apalagi di sana (Kalimantan Selatan) tidak ada stasiun dan susah cari batik," ungkapnya, Rabu (25/10/2023).
Baca Juga: Surabaya Siap Sambut Kedatangan Trofi Piala Dunia U-17
Ina Priyono, Ketua Indonesian Fashion Chamber (IFC) Semarang Chapter, menilai bahwa perkembangan fashion di Jawa Tengah, khususnya modest fashion, tengah berkembang pesat. "Semua desainnya apik dan elegan," tuturnya.
Sementara itu, Shinta Nana Sudjana, Penjabat Ketua Dekranasda Jateng, mengungkapkan bahwa ajang ini merupakan wujud dari komitmen pemerintah daerah untuk menunjukkan kualitas UKM Jawa Tengah yang tidak kalah dengan daerah lain.
"Kami memiliki kekhasan tersendiri dari segi produk kriya, didukung oleh mayoritas masyarakat muslim di sini," jelasnya.
Baca Juga: BMKG: Prakiraan Cuaca Jawa Tengah, Waspadai Angin Puting Beliung dan Petir di Masa Pancaroba
Shinta berharap akan ada Galeri UKM Ekspor di Jawa Tengah, yang nantinya bisa dijadikan sebagai sarana promosi dan pemasaran produk-produk UMKM berkualitas dan berstandar ekspor.
Eddy Sulistiyo Bramiyanto, Kepala Dinkop UKM Jateng, menyatakan bahwa Jawa Tengah memiliki potensi besar untuk menjadi trendsetter dalam industri modest fashion.
"Kami yakin dengan potensi yang ada, provinsi ini mampu menjadi pelopor dalam tren pakaian muslim," ucapnya.
Pada acara tersebut, terdapat enam UKM yang turut serta memamerkan produk-produk terbaik mereka, antara lain Batik Warna Alam si Putri, Batik Muria Kudus, dan lainnya.
"Kami ingin menjadikan Jawa Tengah sebagai pusat tren modest fashion yang diakui hingga ke kancah internasional," pungkas Bram.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1UPDATE Skor LIVE SCORE! Indonesia vs Singapura, Cek Hasil Babak Pertama Kedua Full Time di FIFA ASEAN Cup 2026, Malam Ini!
- 2Vietnam vs Filipina LIVE STREAMING GRATIS di Mana? Cek Jadwal dan Siaran Langsung TV FIFA ASEAN Cup 2026
- 3Prediksi SKOR Vietnam vs Filipina FIFA ASEAN Cup 2026: Head to HEAD - Susunan Pemain, Menang Siapa?
- 4Italia vs Belgia Live di Mana? Cek Jadwal dan Siaran Langsung TV Nations League 2026
- 5RedMagic 12 Pro Series Resmi Meluncur Oktober 2026, Ini Bocoran Spesifikasinya
- 6PT Pandawa LED Indonesia Buka Lowongan Admin Support di Semarang, Fresh Graduate Bisa Melamar!
- 7Prediksi Skor Turki vs Prancis: Era Baru Zidane Diuji, Tuan Rumah Incar Kejutan
- 8Pemuda dan Mahasiswa Jateng Didorong Perkuat Gerakan Antikorupsi, Alumni Kelas Antikorupsi Mulai Jalankan Rencana Aksi
- 9Hari Ini Malam Jumat Apa? Kamis 24 September 2026 Apakah Malam Jumat Kliwon? Cek Amalan Lengkap Malam Jumat
- 10UPDATE! Ranking FIFA Timnas Indonesia Naik 2 Peringkat Usai Bungkam Singapura 2-0, Dapat Tambahan 4,12 Poin






