Walikota Semarang Pertanyakan Kinerja Jajarannya Dalam Penanganan Stunting, Padahal Anggarannya Besar

AKURAT.CO Walikota Semarang, Hevearita G Rahayu heran bukan kepalang kepada tim penanganan stunting yang menurutnya kurang kinerjanya.
Hal tersebut disampaikan dihadapan ratusan peserta rembug stunting di lt 8 gedung Moh Ihsan pada Selasa (18/7/2023).
Dalam data yang dihimpun, setidaknya ada 1278 pengidap stunting yang pada bulan Juni-Juli mengalami penurunan menjadi 1270.
"Artinya penurunan dalam satu bulan itu hanya 8 anak," ujar Mbak Ita menyayangkan.
Padahal, anggaran percepatan penurunan stinting sebanyak 8 miliar rupiah perbulan.
"Padahal anggarannya total ya Global seluruh dinas yang ada itu di anggarkan 8 miliar perbulan dalam bulan Juni itu Kecamatan itu semua total 8 miliar gitu loh, Tapi kenapa penurunannya hanya 8 orang saja dalam satu bulan," ujarnya.
Selain itu, anggaran untuk stunting total ada 107 miliar rupiah sebagian besar berupa bantuan sembako yang mana tidak menyentuh anak yang rentan atau terkena stunting.
Mbak Ita pada akhirnya akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait program penanganan stunting ini.
"Jadi saya akan evaluasi, saya minta masing-masing dinas habis berapa. Bener nggak dengan total sekian. Seumpama nih, perbulan habis 8 miliar, jangan-jangan dipakai untuk yang lainnya, bukan untuk stunting," ujar Ita mempertanyakan anggaran yang disebutnya.
Mbak Ita juga akan memblejeti kembali anggaran pencegahan stunting yang telah terpakai apakh tepat sasaran atau tidak.
"Makanya harus betul-betul anggaran itu dipleteti satu-satu, habis buat apa. Kenapa nggak selesai-selesai, kalau per puskesmas menangani 7 orang kan seharusnya bisa diintervensi rame-rame, kok nggak selesai-selesai," bebernya.
"Jadi saya harus mengevaluasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS)," tandasnya.
Hal lain yang membuat Walikota sangat geram adalah, tidak tersedianya data-data yang dibutuhkan untuk menggelar rembug stunting.
"Terus pertemuan kali ini kan rembugan bukan talkshow, jadi harus tersedia data-data yang dibutuhkan. Lha kalau data-datanya saja tidak tersedia terus bagaimana rembugannya. Makanya nanti akan saya evaluasi," ungkapnya.
"Jadi 107 miliar rupiah selama satu tahun itu apakah betul-betul khusus untuk stunting atau hanya penamaan saja tapi anggarannya anggaran umum untuk bantuan masyarakat," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Pemuda dan Mahasiswa Jateng Didorong Perkuat Gerakan Antikorupsi, Alumni Kelas Antikorupsi Mulai Jalankan Rencana Aksi
- 2PT Pandawa LED Indonesia Buka Lowongan Admin Support di Semarang, Fresh Graduate Bisa Melamar!
- 3Infinix SMART 20e Segera Masuk Indonesia, Bawa Baterai 6.000mAh dan Layar 120Hz
- 4Kolaborasi Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas Mulai Rp10.000 via Aplikasi blu
- 5Kebakaran Lahan Balekambang Malam Hari, BAGANA Bergerak Cepat Bersama Warga dan Aparat Padamkan Api
- 6Sesa Creative Buka Lowongan Social Media Specialist, Content Creator, dan Graphic Designer di Semarang
- 7Rekomendasi Kabel Charger Pihak Ketiga Terbaik 2026: Bersertifikat, Awet, dan Terjangkau
- 8Atria Hotel Magelang Tunjukkan Kesiapan Gelar Acara Skala Besar, 1.500 Peserta Sosialisasi Jaminan Sosial Hadir
- 9Stunting Semarang Turun Jadi 4,49 Persen, Dinkes Perkuat Intervensi hingga Program MBG
- 10Bocoran iPhone 20 Pro: Layar Lebih Besar dan Desain Borderless

