Jateng

Ternyata Ada 3 Kebiasaan yang Memang Jadi Penyebab Tingginya Kadar Asam Urat

Theo Adi P | 16 April 2023, 08:00 WIB
Ternyata Ada 3 Kebiasaan yang Memang Jadi Penyebab Tingginya Kadar Asam Urat

AKURAT.CO Semarang, Kesehatan - Setiap orang memiliki asam urat di dalam tubuh karena setiap metabolisme normal akan menghasilkan asam urat.

Dalam kadar normal, asam urat tidak mengganggu kesehatan kita karena nantinya akan dibuang bersama urine.

Telah diketahui secara luas bahwa terlalu sering mengonsumsi makanan tinggi purin menjadi penyebab kadar asam urat yang tinggi, misalnya jeroan, makanan yang diawetkan seperti sarden, kornet, kaldu, juga daging bebek dan angsa, makanan yang diolah dengan ragi atau yeast, seperti tape, berapa jenis sayuran (bayam, daun melinjo, asparagus, buncis, kembang kol, daun jambu mete), dan kacang-kacangan.

Diluar itu ada pula beberapa kebiasaan yang membantu membuat tinggi kadar asam urat. Berikut ulasannya!

Terlalu sering menyantap daging dan seafood

Seperti dimuat dalam Journal of Nutrition College tahun 2015, sebuah studi kohort selama 12 tahun pada pria menunjukkan bahwa asupan daging dalam pola makan setiap hari dapat meningkatkan risiko gout sebesar 21 persen, sedangkan asupan seafood bisa mempertinggi risiko hingga 7 persen.

Daging dan seafood memiliki kandungan purin antara 100–400 mg per 100 gram bahan makanan.

Daging dan seafood merupakan sumber protein dan mineral yang baik, tetapi jika terlalu sering dikonsumsi dapat mempercepat produksi purin endogenous yang akan memicu pemecahan purin dalam tubuh dan meningkatkan kadar asam urat darah.

Kurang aktivitas fisik 

Rendahnya aktivitas fisik membuat kalori yang didapat dari makanan menjadi tidak tersalurkan dan menumpuk menjadi lemak tubuh.

Ditambah kebiasaan sering makan gorengan atau makanan tinggi lemak lainnya, maka ini dapat meningkatkan risiko kegemukan atau obesitas.

Obesitas bisa memicu perkembangan beberapa penyakit metabolik yang juga dapat memicu hiperurisemia dan perkembangan penyakit gout.

Kurang minum air putih

Asupan cairan yang kurang dapat menimbulkan dehidrasi. Dehidrasi menjadi salah satu faktor risiko hiperurisemia karena menurunkan pembuangan asam urat.

Memenuhi kebutuhan cairan setiap hari akan membantu membuang produk akhir metabolisme melalui ginjal.

Cairan dapat membantu ginjal dalam metabolisme asam urat untuk dikeluarkan dari tubuh. Cairan berperan dalam proses pembuangan sisa metabolisme purin dan mengurangi saturasi urine sehingga sisa metabolisme purin dapat dikeluarkan dari tubuh.

Itu tadi beberapa hal yang bisa memicu tingginya kadar asam urat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

T
Reporter
Theo Adi P
T