Jateng

Softball Putri Semarang Hajar Boyolali 16-0, Target Emas Porprov Jateng 2026 Tetap Dijaga

Muhammad Husni Mushonifi | 26 Oktober 2026, 16:05 WIB
Softball Putri Semarang Hajar Boyolali 16-0, Target Emas Porprov Jateng 2026 Tetap Dijaga

JATENG.AKURAT.CO, Tim softball putri Kota Semarang mengawali perjuangan di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026 dengan kemenangan telak 16-0 atas Kabupaten Boyolali. Hasil tersebut menjadi modal awal bagi skuad Semarang untuk mengejar medali emas dalam pertandingan yang digelar di Lapangan Softball Universitas Negeri Semarang (Unnes), Senin (26/10/2026). 

Kemenangan tanpa kebobolan angka itu diraih setelah permainan tim sempat diwarnai ketegangan pada awal pertandingan. Namun, performa para pemain kemudian mampu ditingkatkan sehingga tekanan terhadap lawan dapat dipertahankan hingga pertandingan berakhir. 

Pelatih softball putri Kota Semarang, Monika Laras, menilai penampilan anak asuhnya sudah cukup baik. Meski demikian, sejumlah aspek permainan masih perlu dibenahi agar kemampuan para pemain dapat dimaksimalkan pada pertandingan berikutnya. 

“Pertandingan tadi seru karena merupakan pertandingan pertama. Awalnya teman-teman agak nervous, tetapi setelah itu bisa meningkatkan permainan. Bouncing-nya oke, pukulannya juga oke,” ujar Monika seusai pertandingan. 

Softball Putri Kota Semarang Perkuat Fokus dan Mental Bertanding 

Menurut Monika, kemenangan atas Boyolali tidak diperoleh melalui strategi khusus yang rumit. Para pemain hanya diminta tetap fokus pada materi latihan dan menjalankan kemampuan masing-masing selama pertandingan berlangsung. 

“Triknya tidak ada. Kami hanya fokus pada apa yang sudah dilatih di lapangan. Teman-teman tinggal mengeluarkan kemampuannya,” katanya. 

Persiapan tim softball putri Kota Semarang untuk menghadapi Porprov Jateng 2026 telah dilakukan selama sekitar dua tahun, termasuk sejak masa persiapan menuju babak prakualifikasi. Berbagai agenda pertandingan juga telah dimanfaatkan untuk meningkatkan kesiapan atlet. 

Sejumlah tim dari luar daerah telah diundang ke Semarang untuk menjalani uji tanding atau try in. Tim dari Pekalongan dan Cirebon tercatat pernah didatangkan dalam dua kesempatan, sedangkan agenda try out telah dilakukan ke Yogyakarta dan Surabaya. 

Selain itu, para atlet juga diikutsertakan dalam berbagai kejuaraan untuk memperbanyak pengalaman bertanding. Langkah tersebut dinilai penting karena peningkatan kemampuan tidak hanya bergantung pada teknik, tetapi juga kesiapan mental saat menghadapi lawan. 

“Teman-teman ini bukan tekniknya lagi yang kurang, tetapi mental bertandingnya. Karena itu, kami memperbanyak pertandingan di luar,” ungkap Monika. 

Evaluasi Pukulan Jadi Perhatian Jelang Laga Berikutnya 

Meski menang dengan selisih 16 angka, evaluasi tetap disiapkan oleh tim pelatih. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah kemampuan memaksimalkan pukulan, termasuk peluang mencetak home run. 

Menurut Monika, para pemain sebenarnya memiliki kemampuan untuk menghasilkan lebih banyak pukulan yang berdampak besar terhadap perolehan angka. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya diperlihatkan saat menghadapi Boyolali. 

“Teman-teman sudah bermain maksimal dan bagus. Namun, ada beberapa hal yang belum keluar. Tadi kami bisa mendapatkan satu home run, padahal kalau melihat kemampuan atletnya, seharusnya bisa lebih banyak,” jelasnya. 

Pembenahan akan diarahkan agar kemampuan memukul atau batting dapat ditingkatkan pada pertandingan selanjutnya. Dengan demikian, peluang mencetak angka diharapkan semakin besar ketika menghadapi lawan dengan kualitas permainan yang lebih kuat. 

Pekalongan Diwaspadai, Target Emas Tetap Dicanangkan 

Dalam persaingan softball putri Porprov XVII Jawa Tengah 2026, Kota Semarang juga mulai mencermati kekuatan tim-tim pesaing. Pekalongan menjadi salah satu tim yang mendapat perhatian setelah penampilannya dinilai memiliki karakter permainan yang berpotensi menyulitkan. 

Monika menilai kecepatan berlari para pemain Pekalongan dapat menjadi ancaman, meskipun kekuatan pukulan mereka tidak selalu menonjol. Dalam softball, kecepatan berlari menuju base dapat membuka peluang untuk mengembangkan serangan dan menghasilkan angka. 

“Mereka memang tidak punya power batting yang terlalu kuat, tetapi pemainnya punya sprint yang bagus. Itu juga menakutkan bagi kami. Pukulannya tidak terlalu kencang, tetapi kalau larinya cepat, tetap berbahaya,” kata Monika. 

Kewaspadaan tersebut menjadi bagian dari persiapan menghadapi pertandingan berikutnya. Evaluasi terhadap penampilan sendiri dan pengamatan terhadap kekuatan lawan akan menjadi bekal bagi tim pelatih dalam menentukan pendekatan permainan. 

Di tengah persaingan yang diperkirakan semakin ketat, target medali emas tetap dipertahankan oleh tim softball putri Kota Semarang. Kemenangan atas Boyolali menjadi awal yang positif, tetapi konsistensi permainan dan kesiapan mental masih harus dijaga untuk menghadapi laga-laga selanjutnya. 

Monika menegaskan bahwa ambisi meraih gelar juara belum berubah. 

“Yakin emas tetap,” tegasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.