Jateng

Raih Emas Taekwondo, Farel Beri Pesan Menyentuh Usai Mengetahui Sesama Atlet Porprov Jateng Tutup Usia

Muhammad Husni Mushonifi | 28 Oktober 2026, 19:05 WIB
Raih Emas Taekwondo, Farel Beri Pesan Menyentuh Usai Mengetahui Sesama Atlet Porprov Jateng Tutup Usia

JATENG.AKURAT.CO, Kebahagiaan Farel Nirendra Brahmantia (19) setelah meraih medali emas cabang olahraga (cabor) taekwondo pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026 di Auditorium UIN Salatiga, Rabu (28/10/2026), diwarnai rasa duka atas meninggalnya dua atlet dari cabang olahraga berbeda.

Sebagai sesama atlet, Farel mengaku sangat sedih mendengar kabar meninggalnya atlet selam asal Jepara dan atlet pencak silat Kota Semarang. Kepergian kedua atlet tersebut menjadi pengingat bahwa perjuangan meraih prestasi harus tetap diimbangi dengan kesadaran terhadap kondisi tubuh.

Farel menyampaikan, keselamatan dan kesehatan atlet perlu menjadi perhatian utama selama menjalani latihan maupun ketika bertanding. Menurutnya, ambisi untuk meraih medali tidak boleh membuat atlet mengabaikan kemampuan fisik atau memaksakan diri ketika kondisi tubuh tidak memungkinkan.

“Sebagai sesama atlet, tentunya saya sangat sedih. Kita sama-sama berjuang dan punya cita-cita untuk meraih prestasi,” ungkap Farel.

Ia menduga kelelahan dan kemungkinan memaksakan diri demi meraih medali menjadi hal yang perlu diwaspadai oleh para atlet. Meski demikian, penyebab pasti meninggalnya kedua atlet tersebut tidak dapat disimpulkan hanya dari dugaan tersebut.

Farel berharap peristiwa duka yang terjadi di tengah penyelenggaraan Porprov XVII Jateng 2026 dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus pengingat bagi seluruh atlet agar lebih memperhatikan kesiapan fisik sebelum turun ke arena pertandingan.

Menurutnya, persiapan matang tidak cukup hanya dengan menguasai teknik olahraga. Atlet juga harus membangun kekuatan fisik, menjaga kebugaran, serta melakukan pemanasan dan peregangan sebelum bertanding untuk meminimalkan risiko cedera.

“Untuk menjaga kondisi badan supaya tidak terjadi hal-hal yang fatal, tentunya harus lama dulu latihan fisik, teknik, dan segala macam untuk persiapan yang lebih matang. Sebelum mulai pertandingan juga harus stretching, conditioning, dan lain sebagainya,” jelasnya.

Selain persiapan latihan, Farel menilai pemeriksaan kondisi tubuh sebelum pertandingan menjadi langkah penting yang tidak boleh diabaikan. Atlet perlu mengetahui kondisi fisiknya, termasuk apabila mengalami cedera atau memiliki bagian tubuh yang belum pulih sepenuhnya.

Ia mengingatkan agar atlet tidak menunggu sampai kondisi tubuh memburuk untuk menyampaikan keluhan. Komunikasi dengan pelatih menjadi hal penting agar keputusan terkait kesiapan bertanding dapat diambil dengan mempertimbangkan keselamatan atlet.

“Harus diperiksa dulu kondisi tubuhnya. Kalau ada yang cedera atau ada bagian yang kurang, harus diketahui lebih dulu,” ujarnya.

Farel juga berpesan agar atlet terbuka kepada pelatih apabila merasa kondisi tubuhnya tidak memungkinkan untuk bertanding secara maksimal. Dengan begitu, pelatih dapat memberikan solusi yang tepat berdasarkan kondisi atlet, bukan semata-mata mempertimbangkan target kemenangan atau perolehan medali.

Menurutnya, apabila ditemukan cedera atau kondisi fisik yang belum memungkinkan, atlet harus segera menyampaikan hal tersebut kepada pelatih untuk mendapatkan arahan. Keputusan untuk tetap bertanding atau tidak perlu mempertimbangkan hasil pemeriksaan dan penilaian medis, bukan sekadar keinginan mempertahankan peluang meraih medali.

“Kalau kondisi tubuh tidak memungkinkan, bilang ke pelatih dan minta solusi bagaimana mengatasinya. Jangan sampai memaksakan diri,” pesannya.

Bagi Farel, medali memang menjadi salah satu tujuan yang diperjuangkan setiap atlet dalam sebuah kompetisi. Namun, prestasi seharusnya tidak diraih dengan mengabaikan keselamatan diri sendiri.

Duka yang menyelimuti pelaksanaan Porprov XVII Jateng 2026 menjadi pengingat bahwa di balik semangat kompetisi, ada kesehatan dan keselamatan atlet yang harus dijaga bersama. Sebab, perjuangan seorang atlet bukan hanya tentang berdiri di podium dan membawa pulang medali, tetapi juga tentang memastikan dirinya dapat terus berlatih, bertanding, dan mengejar cita-cita pada masa mendatang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.