Jateng

Vivo S70 Dikabarkan Meluncur November 2026, Bawa Kamera Periskop dan Konverter Telefoto Tambahan

Dody H | 20 Oktober 2026, 12:57 WIB
Vivo S70 Dikabarkan Meluncur November 2026, Bawa Kamera Periskop dan Konverter Telefoto Tambahan

JATENG.AKURAT.CO, Vivo S70 mulai menjadi sorotan setelah bocoran terbaru mengindikasikan bahwa ponsel kelas menengah tersebut akan diperkenalkan di China pada November 2026.

Penerus Vivo S60 ini dikabarkan membawa peningkatan pada sektor kamera, termasuk lensa telefoto periskop dengan sensor lebih besar dan dukungan konverter telefoto tambahan.

Informasi tersebut berasal dari tipster Smart Pikachu yang membagikan petunjuk mengenai jadwal peluncuran sejumlah smartphone berorientasi fotografi di pasar China.

Meski Vivo belum mengumumkan tanggal peluncuran resmi, kemunculan nama Vivo S70 dalam bocoran tersebut memperkuat dugaan bahwa perangkat ini sedang dipersiapkan untuk debut dalam waktu dekat.

Jika informasi ini akurat, Vivo S70 berpotensi menjadi salah satu smartphone kelas menengah yang menarik perhatian penggemar fotografi mobile pada akhir tahun ini.

Vivo S70 Diprediksi Meluncur November 2026

Menurut bocoran Smart Pikachu, sejumlah ponsel dengan kemampuan kamera yang menonjol dijadwalkan meluncur di China mulai bulan depan.

Vivo S70 disebut sebagai salah satu perangkat yang masuk dalam gelombang peluncuran tersebut.

Selain Vivo, beberapa merek lain juga diperkirakan memperkenalkan produk baru pada periode yang sama, termasuk seri Honor 700 dan Oppo Reno 17.

Menariknya, tipster tersebut menyebut hanya satu merek dalam kelompok ini yang diperkirakan menawarkan kamera periskop bersensor besar dengan dukungan konverter telefoto. Petunjuk itu mengarah pada Vivo sebagai kandidat terkuat.

Namun, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi mengenai tanggal peluncuran, spesifikasi lengkap, maupun nama aksesori kamera yang akan digunakan Vivo S70.

Kamera Periskop Vivo S70 Bisa Mendapat Peningkatan

Sektor kamera diprediksi menjadi salah satu daya tarik utama Vivo S70.

Smartphone ini berpotensi membawa sensor telefoto periskop yang lebih besar dibandingkan kamera periskop 50 megapiksel pada pendahulunya, Vivo S60.

Penggunaan sensor yang lebih besar berpotensi membantu meningkatkan kualitas pengambilan gambar, terutama dalam kondisi pencahayaan yang menantang.

Meski demikian, hasil akhirnya tetap bergantung pada ukuran sensor, kualitas optik, pemrosesan gambar, dan optimasi perangkat lunak.

Bocoran tersebut juga menyinggung dukungan konverter telefoto tambahan.

Aksesori semacam ini memungkinkan pengguna memperoleh jangkauan pembesaran yang lebih jauh untuk memotret objek dari jarak jauh.

Fitur tersebut dapat menjadi nilai tambah bagi pengguna yang gemar memotret konser, satwa liar, pemandangan, maupun objek yang sulit dijangkau secara langsung.

Selama ini, Vivo lebih dikenal menghadirkan dukungan aksesori telefoto pada sejumlah perangkat premium dari lini Vivo X.

Jika benar diterapkan pada seri S70, pendekatan tersebut berpotensi membawa pengalaman fotografi jarak jauh ke segmen smartphone yang lebih terjangkau dibandingkan lini flagship.

Meski demikian, belum diketahui apakah konverter telefoto tersebut akan dijual dalam paket pembelian atau sebagai aksesori terpisah.

Mengingat Kembali Spesifikasi Vivo S60

Sebagai gambaran mengenai kemampuan generasi sebelumnya, Vivo S60 hadir dengan spesifikasi yang cukup kompetitif di kelasnya.

Ponsel ini menggunakan layar AMOLED berukuran 6,59 inci dengan resolusi 2750 x 1260 piksel, refresh rate 144Hz, dan tingkat kecerahan puncak yang diklaim mencapai 5.000 nit.

Pada sektor performa, Vivo S60 ditenagai chipset Qualcomm Snapdragon 8s Gen 3.

Perangkat ini tersedia dengan konfigurasi RAM hingga 16GB dan penyimpanan internal mencapai 512GB.

Vivo S60 juga menjalankan OriginOS 6 berbasis Android 16, yang menghadirkan pengalaman perangkat lunak khas Vivo untuk pasar China.

Untuk kebutuhan fotografi, ponsel ini dibekali tiga kamera belakang yang terdiri dari kamera utama 50 megapiksel dengan optical image stabilization (OIS), kamera telefoto periskop 50 megapiksel dengan kemampuan zoom optik 3x, serta kamera ultra-wide 8 megapiksel.

Sementara itu, kamera depan 50 megapiksel disiapkan untuk kebutuhan swafoto dan panggilan video.

Baterai Besar dan Sertifikasi Ketahanan Air

Selain mengandalkan kamera, Vivo S60

juga membawa baterai silikon-karbon berkapasitas 7.200 mAh.

Baterai tersebut mendukung pengisian daya kabel 90W untuk membantu mempersingkat waktu pengisian.

Dari sisi ketahanan, perangkat ini telah mengantongi sertifikasi IP68 dan IP69. Sertifikasi tersebut menunjukkan tingkat perlindungan terhadap debu dan air dalam kondisi pengujian tertentu.

Spesifikasi tersebut dapat menjadi acuan untuk memperkirakan posisi Vivo S70 sebagai penerusnya.

Namun, belum ada informasi yang memastikan apakah model terbaru ini akan mempertahankan kapasitas baterai, kecepatan pengisian daya, maupun konfigurasi kamera yang sama.

Vivo juga belum mengungkap chipset, ukuran layar, kapasitas memori, dan harga yang akan ditawarkan untuk S70.

Vivo S70 Berpotensi Menarik Penggemar Fotografi

Apabila bocoran yang beredar terbukti benar, Vivo S70 berpeluang menawarkan kombinasi kamera periskop dan konverter telefoto yang sebelumnya lebih identik dengan smartphone premium.

Pendekatan tersebut dapat menjadi pembeda di tengah persaingan ponsel kelas menengah yang semakin mengutamakan kemampuan fotografi, performa, dan daya tahan baterai.

Meski begitu, konsumen masih perlu menunggu pengumuman resmi untuk mengetahui spesifikasi final, harga, ketersediaan aksesori kamera, serta kemungkinan pemasaran perangkat di luar China, termasuk Indonesia.

Untuk saat ini, informasi mengenai Vivo S70 masih sebatas bocoran awal. Perkembangan berikutnya akan menentukan apakah smartphone tersebut benar-benar meluncur pada November 2026 dan membawa peningkatan kamera sesuai rumor yang beredar.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.