Jateng

Belajar Bahasa Jawa Krama: 2 Kata Sederhana Ini Bikin Percakapanmu Lebih Sopan!

Theo Adi Pratama | 6 Maret 2025, 10:30 WIB
Belajar Bahasa Jawa Krama: 2 Kata Sederhana Ini Bikin Percakapanmu Lebih Sopan!

JATENG.AKURAT.CO, Bahasa Jawa memiliki tingkat kesopanan yang berbeda, salah satunya adalah Bahasa Jawa Krama.

Bahasa ini sering digunakan untuk menunjukkan rasa hormat kepada orang yang lebih tua atau dalam situasi formal.

Nah, kali ini kita akan belajar dua kata sederhana dalam Bahasa Jawa Krama yang bisa membuat percakapanmu lebih sopan. Yuk, simak!

1. Kata "Duduk" dalam Bahasa Jawa Kromo

Dalam Bahasa Jawa Ngoko (bahasa sehari-hari), kata "duduk" adalah "lungguh".

Namun, dalam Bahasa Jawa Kromo, kata ini berubah menjadi "pinara". Contoh penggunaannya:

Ngoko: "Mas, lungguh ngono." (Mas, duduk saja.)

Krama: "Mas, pinara ngono." (Mas, silakan duduk.)

Dengan menggunakan kata "pinara", percakapanmu akan terdengar lebih sopan dan menghormati lawan bicara.

2. Kata "Pulang" dalam Bahasa Jawa Kromo

Kata "pulang" dalam Bahasa Jawa Ngoko adalah "mulih".

Namun, dalam Bahasa Jawa Krama, kata ini bisa diubah menjadi "wangsul" atau "kundur". Contoh penggunaannya:

Ngoko: "Aku arep mulih." (Aku mau pulang.)

Kromo: "Kula badhe wangsul." (Saya akan pulang.)

Kata "wangsul" atau "kundur" memberikan kesan yang lebih halus dan sopan, terutama saat berbicara dengan orang yang lebih tua atau dalam situasi formal.

Kenapa Penting Belajar Bahasa Jawa Krama?

  • Menunjukkan Rasa Hormat: Bahasa Jawa Krama digunakan untuk menunjukkan rasa hormat kepada orang yang lebih tua atau dalam situasi resmi.
  • Memperkaya Kosakata: Belajar Bahasa Jawa Krama bisa memperkaya kosakata dan pemahamanmu tentang budaya Jawa.
  • Meningkatkan Kepercayaan Diri: Dengan menguasai Bahasa Jawa Krama, kamu akan lebih percaya diri saat berinteraksi dalam situasi formal atau dengan orang yang dihormati.

Tantangan untuk Kamu!

Coba praktikkan dua kata ini dalam percakapan sehari-hari.

Misalnya, saat mempersilakan seseorang duduk atau mengucapkan selamat tinggal. Bagaimana pengalamanmu?***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.