Jateng

Menjelajahi Lorong Waktu: Menelusuri Jejak Sejarah Lahirnya Semarang, Berawal dari Pohon Asam dan Berkembang Menjadi Raksasa Ekonomi

Theo Adi Pratama | 29 April 2024, 12:52 WIB
Menjelajahi Lorong Waktu: Menelusuri Jejak Sejarah Lahirnya Semarang, Berawal dari Pohon Asam dan Berkembang Menjadi Raksasa Ekonomi

JATENG.AKURAT.CO, Semarang, sebuah nama yang melekat erat dalam peta sejarah Jawa Tengah, merupakan ibu kota provinsi yang kaya akan budaya dan sejarah.

Namun, sedikit yang tahu bahwa asal usul nama kota ini memiliki kisah yang menarik dan bermakna.

Baca Juga: Menyelami Warisan Gedung dan Budaya Yogyakarta: Sebuah Panduan Lengkap Sejarah Perjalanan Kompleks Marsudirini

Asal Usul Nama Semarang

Asal usul nama Semarang berkaitan erat dengan masa kejayaan Kerajaan Demak, salah satu kerajaan Islam di Jawa.

Menurut catatan dari Pemerintah Kota Semarang dan buku "Dongeng 100 Kota", pada masa itu terdapat seorang pangeran bernama Raden Made Pandan, yang memiliki seorang putra bernama Raden Pandanarang.

Suatu hari, Raden Made Pandan memutuskan untuk meninggalkan kesultanan Demak bersama putranya dan para pengikutnya.

Mereka berkelana ke arah barat mencari tempat baru untuk bermukim.

Setelah beberapa hari perjalanan, mereka tiba di sebuah daerah yang dirasa cocok untuk dihuni.

Di tempat tersebut, Raden Made Pandan mendirikan pondok pesantren, membuka lahan pertanian, dan mengajarkan agama Islam kepada penduduk setempat.

Pondok pesantren tersebut menjadi pusat penyebaran agama Islam dan menarik banyak orang untuk datang belajar.

Sebelum meninggal, Raden Made Pandan mewasiatkan kepada putranya untuk melanjutkan tugasnya sebagai guru agama Islam di daerah tersebut.

Baca Juga: Nostalgia Seru dengan Kereta Wisata Lokomotif Diesel Vintage di Museum Kereta Api Ambarawa: Berikut Jadwal untuk Bulan Mei 2024

Raden Pandanarang menjalankan wasiat ayahnya dengan baik, menjadi guru agama Islam bagi masyarakat sekitar dan mengelola lahan pertanian.

Suatu hari, ketika Raden Pandanarang dan para pengikutnya bekerja di ladang, mereka menemukan pohon asam yang tumbuh dengan jarak yang berjauhan.

Hal ini menjadi kejadian yang aneh, dan Raden Pandanarang menyebut daerah tersebut sebagai "Semarang", berasal dari kata "asam" (pohon asam) dan "jarang-jarang" (jarang tumbuh).

Hari Lahir Kota Semarang

Tanggal 2 Mei 1547 menjadi momen penting dalam sejarah Semarang.

Pada hari itu, di bawah kepemimpinan Pandan Arang II, daerah Semarang ditingkatkan statusnya menjadi setingkat dengan kabupaten oleh Sultan Hadiwijaya dari Kerajaan Pajang.

Bersamaan dengan penetapan status tersebut, tanggal 2 Mei 1547 ditetapkan sebagai Hari Lahir Kota Semarang.

Pandan Arang II, yang kemudian dikenal sebagai Sunan Bayat, juga diangkat sebagai Bupati Semarang Pertama.

Sejak tahun 1945, Kota Semarang telah ditetapkan sebagai kota praja dengan berbagai pejabat walikota yang bertugas sebagai kepala pemerintahan.

Baca Juga: Menemukan Pesona Masa Lalu Kuliner Nusantara: Melacak Sejarah serta Asal Usul Kue Apem yang Dipercaya Memiliki Makna Ampunan

Hingga kini, tanggal 2 Mei diperingati sebagai Hari Jadi Kota Semarang oleh warganya sebagai penghormatan terhadap sejarah dan perkembangannya.

Demikianlah, kisah asal usul dan sejarah Kota Semarang yang kini menjadi salah satu kota terbesar dan salah satu raksasa ekonomi di Jawa Tengah.

Dari jejak Kerajaan Demak hingga keberadaannya yang modern saat ini, Semarang tetap menjadi pusat kehidupan dan kegiatan di wilayah Jawa Tengah.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.