Menilik 3 Tradisi Pasca Sidang Skripsi yang Bisa Dianggap Lebay: Antara Momen Penuh Kegembiraan dan Kontroversi di Belakangnya

AKURAT.CO, Bagi sebagian mahasiswa, momen sidang skripsi bisa dianggap sesuatu yang menakutkan, namun ada juga yang menganggapnya sebagai hal biasa dalam perjalanan akademik mereka.
Namun, ketika berhasil menyelesaikan sidang skripsi, banyak mahasiswa yang merayakan keberhasilan mereka dengan berbagai cara.
Di beberapa kampus, seperti Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Bali, ada tradisi unik seperti mandi kembang untuk merayakan kelulusan.
Sementara itu, di Universitas Telkom, ada mahasiswa yang merayakan sidang skripsinya dengan naik kuda bak putri kerajaan, yang kemudian videonya ramai di media sosial.
Setiap mahasiswa memiliki cara tersendiri untuk merayakan kelancaran sidang skripsinya.
Namun, ada beberapa tradisi pasca sidang skripsi yang terkadang dianggap terlalu berlebihan atau bahkan norak oleh sebagian orang.
Tradisi pertama yang kini tengah naik daun adalah pembuatan banner kelulusan.
Banner tersebut biasanya berisi nama-nama sahabat atau circle mereka yang kemudian ditutupi dengan selotip.
Baca Juga: Rekomendasi Tempat Buka Puasa di Semarang: Nikmati Suasana Buka Puasa yang Asyik di Krambil Restoran
Setelah selesai sidang, selotip tersebut dilepas sehingga terpampanglah nama mahasiswa lengkap dengan gelarnya.
Meskipun dianggap sebagai bentuk apresiasi, beberapa pihak menilai tradisi ini terlalu berlebihan mengingat mahasiswa yang selesai sidang belum sepenuhnya dapat dipastikan lulus.
Tradisi pasca sidang skripsi kedua yang kadang dianggap norak adalah arak-arakan.
Biasanya, arak-arakan dilakukan saat perayaan wisuda, tetapi ada kampus yang juga melakukan tradisi ini pasca sidang skripsi.
Meskipun dimaksudkan untuk merayakan kelulusan, tradisi ini bisa dianggap mengganggu oleh beberapa orang.
Tradisi ketiga yang kadang membuat ketidaknyamanan bagi sebagian orang adalah foto selfie bersama teman.
Meskipun terlihat sederhana, bagi mereka yang mungkin terlambat dalam kelulusan atau bahkan belum lulus, foto selfie tersebut bisa menjadi pemicu perasaan iri atau sedih.
Mengingat variasi reaksi yang mungkin ditimbulkan oleh tradisi pasca sidang skripsi, sebaiknya mahasiswa memilih cara merayakan kelulusan dengan sederhana dan tetap mengedepankan rasa kebersamaan bersama teman-teman tanpa harus membuat beban bagi orang lain yang melihatnya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Jalan Diperbaiki, Warga Malah Menderita: Seragam Anak Kotor, Motor Rusak di Jalur Semarang–Kendal
- 2Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 3LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 4UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 5Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 6Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 7Sosok Wasit Persija vs Persik di Super League 2026/2027, Steven Yubel Poli Pimpin Duel, Aidil Azmi Jadi Wasit VARdi JIS
- 8GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital
- 9Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 10CEK! Viral Pelari JRF 2026, Mengenal Flag-Off Time, Gun Time, dan Chip Time







