Jateng

Mengenal Tokoh Pewayangan dari Perspektif Sejarah dan Budaya: ANTAGOPA, Pemelihara Kebuyutan dengan Hati Ikhlas

Theo Adi Pratama | 28 Februari 2024, 17:00 WIB
Mengenal Tokoh Pewayangan dari Perspektif Sejarah dan Budaya: ANTAGOPA, Pemelihara Kebuyutan dengan Hati Ikhlas

AKURAT.CO Sejarah, Dalam legenda Jawa yang kaya akan kearifan lokal dan nilai-nilai kepahlawanan, nama Antagopa bersinar sebagai contoh kehidupan yang sederhana, setia, dan penuh pengorbanan.

Dia adalah anak Buyut Gupala, pemelihara kebuyutan Widarakanda/Widarakandang pada masa pemerintahan Prabu Basukunti di negara Mandura.

Baca Juga: Mengenal Tokoh Pewayangan dari Perspektif Sejarah dan Budaya: Kresna, Sang Titisan Dewa Wisnu dalam Dunia Pewayangan Jawa

Kehidupan Awal dan Pemeliharaan Kebuyutan

Sejak kecil, Antagopa hidup sebagai seorang gembala, memelihara binatang di kebuyutan.

Namun, keahliannya tidak hanya terbatas pada binatang, dia juga mahir dalam menggembala manusia.

Sikap hidupnya yang sederhana, setia, jujur, dan patuh pada perintah menjadikannya terhormat di tengah masyarakat.

Meskipun hidupnya sederhana, Antagopa memiliki kelebihan dalam menjaga rahasia dan merawat anak-anak.

Dia tidak memiliki keturunan sendiri, namun, keikhlasannya dalam menerima perintah Prabu Basudewa untuk menikahi Ken Sagupi, meskipun tahu tentang pernikahan resmi Ken Sagupi dengan tiga satria Mandura kakak beradik, membuatnya mendapatkan kedudukan sebagai demang di Widarakandang.

Baca Juga: Mengenal Tokoh Pewayangan dari Perspektif Sejarah dan Budaya: Bagong, Saat Tokoh Punakawan Menjadi Raja di Negara Pancala

Pemeliharaan Anak-anak Bangsawan

Antagopa membuktikan kesetiaan dan kepintarannya dalam menyimpan rahasia dengan membesarkan dan mengasuh putra-putra Mandura, seperti Arya Udawa, Dewi Rarasati, Arya Pragota, dan Arya Adimanggala.

Meskipun mereka bukan keturunannya secara biologis, Antagopa menganggap mereka sebagai anak-anaknya sendiri, memberikan mereka asuhan yang penuh kasih dan perhatian.

Pemeliharaan Keturunan Prabu Basudewa

Selain itu, Antagopa juga dipercaya untuk menyembunyikan dan merawat Kakrasana, Narayana, dan Dewi Sumbadra, putra-putri Prabu Basudewa dari permaisuri Dewi Mahendra dan Dewi Madrahini.

Dengan kesetiaan dan kebijaksanaannya, Antagopa menjaga keselamatan jiwa anak-anak tersebut dari ancaman Kangsadewa.

Baca Juga: Mengenal Tokoh Pewayangan dari Perspektif Sejarah dan Budaya: Batara Guru, Tokoh Dewa yang Mampu Merajai Tiga Dunia

Kehidupan Bahagia di Masa Tua

Di masa tuanya, Antagopa dan Ken Sagupi/Nyai Sagupi hidup bahagia, dan semua yang mereka asuh menjadi orang yang terhormat.

Kisahnya menjadi teladan tentang kesetiaan, pengorbanan, dan kasih sayang yang tak terhingga, memperkaya khazanah budaya Jawa dengan nilai-nilai luhur yang masih relevan hingga kini.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.