Jateng

Mengungkap Misteri dan Mitos di Balik Cerita Candi Asu Sengi: Kisah Wanita yang Dikutuk Menjadi Anjing

Theo Adi Pratama | 20 Februari 2024, 08:00 WIB
Mengungkap Misteri dan Mitos di Balik Cerita Candi Asu Sengi: Kisah Wanita yang Dikutuk Menjadi Anjing

AKURAT.CO Misteri, Dalam aliran air sejarah yang mengalir di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, terdapat sebuah candi kecil yang menyimpan legenda yang memikat: Candi Asu Sengi.

Namun, cerita di balik keberadaannya tidaklah biasa, melainkan terkait dengan kutukan terhadap seorang perempuan yang dikisahkan menjadi anjing.

Mari kita telusuri lebih dalam mengenai dua mitos yang melingkupi candi ini.

Baca Juga: Mengungkap Sisi Misteri dan Pesona Mistis Pantai Larangan Kabupaten Tegal: Kisah Putri Cantik Penunggang Kuda Putih

1. Legenda Perselingkuhan Dewindani

Cerita dimulai dengan seorang wanita bernama Dewindani, yang hidupnya tidaklah biasa karena dua hal.

Pertama, menurut satu versi, dia berasal dari keturunan dewa.

Kedua, dia sering kali tergoda oleh nafsu dan terlibat dalam perselingkuhan meskipun hidupnya dalam keluarga yang mapan.

Namun, ketika perbuatannya terbongkar, Dewindani dikenakan kutukan.

Ada yang mengatakan bahwa dia hanya dikutuk agar dianggap rendah seperti anjing, namun ada versi lain yang menyebutkan bahwa Dewindani benar-benar diubah menjadi seekor anjing.

Legenda ini menambah kekayaan kisah di balik Candi Asu Sengi, menciptakan aura misteri yang menarik bagi yang mendengarnya.

Baca Juga: Mengungkap Misteri serta Rahasia Kelam dari Kali Pemali Brebes: Teror yang Mengguncang Hati dan Pikiran

2. Arca Anjing Jelmaan Dewindani

Nama "Asu" dalam Candi Asu Sengi sebenarnya tidak berasal dari hubungan dengan anjing, melainkan dari arca Nandini, sapi tunggangan Dewa Siwa.

Namun, saat arca ini ditemukan dalam kondisi aus dan tidak dikenali lagi, masyarakat sekitar menganggapnya sebagai arca anjing.

Hal ini kemudian menjadi katalisator bagi mitos Dewindani, wanita yang tidak setia dan diubah menjadi anjing sebagai kutukan.

Menariknya, nama "Asu" telah berubah menjadi sebuah kata makian dalam bahasa Jawa, sehingga tidak ada seorang pun yang ingin disebut sebagai "asu".

Namun, perlu dicatat bahwa mitos tentang Dewindani adalah cerita baru, karena pandangan masyarakat Jawa Kuno tentang anjing sebenarnya beragam, dan dalam beberapa tradisi, anjing bahkan dianggap sebagai simbol kesetiaan.

Baca Juga: Mengenal Misteri dan Pesona Alam di Waduk Cacaban: Mengungkap Rahasia Alam yang Tersembunyi di Tegal

Candi Asu Sengi tidak hanya sebuah bangunan bersejarah, tetapi juga sebuah cermin dari kekayaan cerita dan legenda di baliknya.

Dengan terus menjelajahi dan memahami misteri serta mitos di sekitarnya, kita dapat menemukan kearifan dan kekayaan budaya yang terkandung dalam warisan nenek moyang kita.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.