Jateng

Perayaan Imlek dan Cap Go Meh: Tradisi Khas Warga Keturunan Tionghoa, Berikut 4 Perbedaan dari Tradisi Tersebut

Theo Adi Pratama | 9 Februari 2024, 14:00 WIB
Perayaan Imlek dan Cap Go Meh: Tradisi Khas Warga Keturunan Tionghoa, Berikut 4 Perbedaan dari Tradisi Tersebut

AKURAT.CO, Perayaan Tahun Baru Imlek atau disebut juga sebagai Cap Go Meh adalah momen yang sangat berarti bagi masyarakat Tionghoa di seluruh dunia.

Tahun Baru Imlek jatuh pada tanggal 10 Februari 2024, yang bertepatan dengan Sabtu, dan biasanya dirayakan selama 15 hari sebelum ditutup dengan perayaan Cap Go Meh.

Perbedaan Antara Imlek dan Cap Go Meh:

Baca Juga: Sejarah dan Daya Tarik Klenteng Sanggar Agung: Tempat Ibadah dan Destinasi Wisata yang Memikat di Surabaya

Waktu

Imlek adalah awal dari rangkaian perayaan Tahun Baru China, sedangkan Cap Go Meh menandakan akhir dari perayaan tersebut, tepatnya pada hari ke-15 kalender lunar.

Cap Go Meh untuk tahun 2024 akan dirayakan pada tanggal 24 Februari 2024.

Makna

Secara harfiah, Imlek berarti "kalender bulan" atau "kalender lunar", sementara Cap Go Meh berarti "malam ke-15".

Imlek merujuk pada penanggalan bulan atau kalender lunar, sedangkan Cap Go Meh menunjukkan malam ke-15 setelah Tahun Baru Imlek.

Baca Juga: Sejarah dan Perjalanan Klenteng Pan Kho Bio: Jejak Kuno dan Kekayaan Warisan Bogor

Sejarah

Imlek memiliki sejarah ribuan tahun yang lalu, bermula dari perayaan akhir musim panen oleh masyarakat Tionghoa kuno.

Tradisi ini lambat laun menyebar ke berbagai negara.

Legenda kuno juga menyebutkan tentang makhluk mitologi bernama Nian yang ditakuti penduduk desa pada malam terakhir kalender lunar.

Cap Go Meh diyakini berasal dari warga keturunan Tionghoa di daratan China Selatan, yang merayakannya dengan keyakinan bahwa para dewa turun dari surga untuk membawa keselamatan, kesejahteraan, dan nasib baik.

Baca Juga: Perjalanan Klenteng Caow Eng Bio: Jejak Sejarah Konghucu yang Megah di Pulau Bali

Tradisi

Cap Go Meh merupakan puncak perayaan Tahun Baru Imlek, ditandai dengan festival lampion yang juga dikenal sebagai Yuan Xiao Jie.

Lampion melambangkan harapan akan keberuntungan dan kebahagiaan di tahun yang baru.

Festival ini juga dimeriahkan dengan pertunjukkan barongsai dan liong, serta sajian makanan khas Imlek seperti kue keranjang, jeruk mandarin, dan pangsit.

Perayaan Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh tidak hanya menjadi ajang untuk merayakan pergantian tahun dalam kalender lunar, tetapi juga memperkuat ikatan budaya dan spiritualitas masyarakat Tionghoa, serta menjadi bagian penting dari warisan budaya yang kaya dan beragam.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.