Jateng

TERUNGKAP! Fakta Unik di Balik Rahasia Kode Registrasi Kendaraan: Jejak Peninggalan Karesidenan Kolonial

Theo Adi Pratama | 15 Mei 2024, 10:43 WIB
TERUNGKAP! Fakta Unik di Balik Rahasia Kode Registrasi Kendaraan: Jejak Peninggalan Karesidenan Kolonial

JATENG.AKURAT.CO, Di masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda, sistem administrasi di Indonesia diatur melalui konsep karesidenan.

Karesidenan merupakan daerah administratif tingkat satu yang dipimpin oleh seorang Residen, seorang birokrat kolonial Eropa yang bertanggung jawab atas wilayah tersebut.

Di bawah Residen, terdapat Controlleur, juga dijabat oleh birokrat Eropa, dan Bupati yang bertanggung jawab atas kabupaten di wilayah tersebut.

Berikut fakta unik yang ada mengenai karesidenan yang akhirnya mempengaruhi kode registrasi kendaraan yang digunakan hingga saat ini:

Baca Juga: Mencengangkan! Fakta Unik Terungkap di Balik Kisah Monumen Berbahasa Jepang di Candi Mendut

Sejarah Karesidenan

Sistem karesidenan diperkenalkan pertama kali oleh Raffles pada tahun 1811, dan kemudian diteruskan dan disempurnakan oleh pemerintah kolonial Belanda sejak tahun 1816.

Karesidenan menjadi unit administratif utama setara dengan provinsi saat ini.

Sistem ini membantu pemerintah kolonial dalam mengatur dan mengendalikan administrasi di berbagai wilayah di Indonesia.

Kode Registrasi Kendaraan dan Pengaruh Karesidenan

Salah satu pengaruh nyata dari sistem karesidenan terlihat dalam penomoran kendaraan.

Pemerintah kolonial Hindia Belanda dulu menetapkan kode registrasi kendaraan berdasarkan karesidenan.

Misalnya, kode registrasi L meliputi wilayah Gresik, Jombang, dan Mojokerto.

Namun, seiring dengan perkembangan jumlah kendaraan di Indonesia, pemerintah Republik Indonesia menetapkan kode registrasi baru yang tidak lagi berdasarkan karesidenan.

Baca Juga: Petualang Rasa Wajib Coba! Sensasi Kuliner Unik Khas Magelang yang Menggoda Lidah dan Menggoda Kantong

Perubahan Kode Registrasi Kendaraan

Sebagai contoh, kode registrasi W yang dulunya digunakan untuk wilayah Gresik, Jombang, dan Mojokerto, kini telah digantikan oleh kode L.

Begitu pula dengan kode H yang awalnya untuk kabupaten Purwodadi yang kini menggunakan kode K.

Kemudian, terdapat juga pengenalan kode baru untuk beberapa daerah di Jawa Barat seperti Z dan T.

Selain itu, beberapa kode lama seperti DF telah dihapuskan karena wilayahnya sudah bukan bagian dari Republik Indonesia, seperti yang terjadi pada Timor Timur.

Karesidenan dan Perkembangan Administrasi

Meskipun sistem karesidenan tidak lagi menjadi landasan utama dalam administrasi di Indonesia saat ini, pengaruhnya masih dapat dirasakan dalam berbagai aspek, termasuk dalam kode registrasi kendaraan.

Baca Juga: Menjelajahi Keindahan Kebun Teh Tambi, Menikmati Pesona Alam dan Aroma Teh yang Memikat di Wonosobo

Perubahan-perubahan ini mencerminkan evolusi sistem administrasi yang terus berubah seiring dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.

Dengan memahami sejarah dan pengaruh sistem karesidenan, kita dapat lebih memahami perjalanan administrasi di Indonesia dari masa ke masa.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.