Jateng

Masih Menjadi Sebuah Teka-Teki yang Membingungkan, Mengapa Setiap Lebaran Selalu Ada Kaleng Biskuit Khong Guan Terisi Rengginang?

Theo Adi Pratama | 10 April 2024, 20:12 WIB
Masih Menjadi Sebuah Teka-Teki yang Membingungkan, Mengapa Setiap Lebaran Selalu Ada Kaleng Biskuit Khong Guan Terisi Rengginang?

AKURAT.CO, Saat merayakan hari raya Idul Fitri, salah satu kebiasaan yang telah menjadi tradisi turun temurun di Indonesia adalah bersilaturahmi ke rumah tetangga dan sanak saudara.

Di sana, selalu ada hidangan berlimpah yang disuguhkan, mulai dari makanan ringan hingga hidangan berat seperti rendang, semur, atau opor ayam.

Namun, ada satu hal yang selalu menarik perhatian, yaitu kaleng Khong Guan yang muncul di meja tamu setiap tahun.

Kaleng Khong Guan telah menjadi semacam misteri tersendiri.

Apakah isinya sesuai dengan namanya, ataukah sama seperti tahun-tahun sebelumnya yang berisi rengginang? Membuka tutup kaleng Khong Guan hampir seperti membuka kado dari orang masa lalu.

Baca Juga: Pracima Tuin, Keindahan Taman Bersejarah di Pura Mangkunegaran: Berikut 3 Fakta Unik serta Cara Reservasi di Restoran Pracimasana

Meskipun demikian, apakah isinya rengginang atau biskuit lainnya, orang-orang pasti dengan lahapnya akan tetap menyantapnya.

Namun bila isinya biskuit biasanya tidak banyak yang akan dimakan.

Bahkan dari berbagai macam biskuit di dalam kaleng Khong Guan, mungkin saja hanya beberapa yang menjadi favorit.

Namun, mengapa rengginang menjadi pilihan untuk mengisi tempat yang kosong di kaleng tersebut? Mengapa tidak makanan lain seperti kerupuk, pastel kering, atau keripik singkong?

Rupanya, kaleng Khong Guan yang berisi rengginang banyak dijadikan meme di era media sosial yang begitu berkembang saat ini.

Baca Juga: Mengungkap Pesona Eksotis Pasar Triwindu: 3 Fakta Unik Surganya Barang Antik Terbesar di Kota Solo

Fenomena ini telah mengakar dalam budaya populer Indonesia, di mana hampir setiap orang memiliki cerita yang sama terkait dengan hal tersebut.

Mungkin saja dulu ada seseorang yang pertama kali memiliki inisiatif untuk mengisi kaleng Khong Guan dengan rengginang.

Praktis, mudah dibuat, dan disukai banyak orang, rengginang dengan cepat menjadi favorit.

Lalu dengan cepatnya menyebar di antara tetangga saat berkunjung ke rumahnya selama lebaran.

Tahun berikutnya, tradisi ini menular ke seluruh desa, kota, dan provinsi, hingga menjadi hal yang umum di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Ini Himbauan Polda Jateng Bagi Masyarakat di Hari Raya Idul Fitri 1445 H

Apapun alasan di balik fenomena ini, yang terpenting adalah bahwa ini merupakan sebuah tradisi yang telah mengakar dalam budaya lebaran di Indonesia.

Jadi, meskipun mungkin terdengar sederhana, tradisi ini memiliki makna yang mendalam dan memberikan dampak positif bagi lingkungan.

Rengginang dalam kaleng Khong Guan bukan hanya sekadar camilan, tetapi juga simbol dari kearifan lokal dan kepedulian terhadap lingkungan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.