Jateng

Sisi Misteri serta Mitos dan Asal-usul Desa Selapura, Dukuwaru Tegal: Sebuah Cerita yang Sudah Turun Temurun

Theo Adi Pratama | 13 Februari 2024, 11:00 WIB
Sisi Misteri serta Mitos dan Asal-usul Desa Selapura, Dukuwaru Tegal: Sebuah Cerita yang Sudah Turun Temurun

AKURAT.CO Misteri, Desa Selapura, yang terletak di wilayah Kecamatan Dukuwaruh, Kabupaten Tegal, memiliki kisah dan mitos yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah dan kehidupan masyarakatnya.

Mitos serta asal-usul desa ini menjadi cerita yang turun temurun di kalangan penduduknya, menggambarkan akar budaya dan kepercayaan yang kuat.

Baca Juga: Sebuah Kisah yang Menyelimuti Candi Bajang Ratu: Mitos dan Misteri dari Peninggalan Kerajaan Majapahit

Asal Nama "Selapura"

Menurut informasi yang dihimpun dari laman resmi Desa Selapura, nama "Selapura" memiliki makna yang dalam.

"Sela" yang berarti batu, dipadukan dengan "pura" yang mengandung arti candi.

Desa ini dinamakan demikian karena pada masa lalu, terdapat situs peninggalan kuno berupa candi di wilayah tersebut.

Candi tersebut, yang dikenal dengan sebutan Candi Asu (Anjing) oleh penduduk setempat, diyakini memiliki hubungan dengan sejarah kehadiran Raja Mataram yang suka menjelajahi wilayah kekuasaannya.

Baca Juga: Misteri Kekayaan Kerajaan dan Mitos Adanya Kabut Tebal yang Menyelimuti Kerajaan Majapahit

Kisah Raja Mataram di Desa Selapura

Menurut legenda yang terus beredar, Raja Mataram pada suatu saat melakukan perjalanan di daerah Desa Selapura.

Di sana, ia terpikat oleh sebuah tradisi unik, yakni para kepala desa yang sering mengadakan pertunjukan tari.

Dalam kunjungannya, Raja Mataram menikahi seorang gadis penari yang cantik.

Pasangan tersebut kemudian memiliki seorang putra yang diberi nama Pangeran Jungjang.

Namun, karena sang raja harus kembali ke Mataram, Pangeran Jungjang kemudian dibesarkan oleh para kepala desa setempat.

Bertahun-tahun kemudian, sang raja mengingat bahwa ia memiliki seorang anak di suatu daerah yang pernah dikunjunginya.

Ia lalu mengirim putrinya, Putri Wulatsih, untuk mencari Pangeran Jungjang dengan maksud untuk menjodohkan keduanya.

Ketika Putri Wulatsih tiba di Desa Selapura dan bermalam di sana, ia membawa seekor anjing.

Pangeran Jungjang, yang telah memeluk agama Islam, menganggap anjing sebagai hewan najis dan akhirnya melemparinya dengan batu hingga mati.

Baca Juga: Kisah Misteri dan Mitos Sebuah Kerajaan di Indonesia: Mitos Misterius di Balik Kejayaan Majapahit yang Terlupakan

Darah dari anjing tersebut mengenai Putri Wulatsih, yang kemudian menjadi bahan pertimbangan bagi Pangeran Jungjang untuk menolak lamaran Putri Wulatsih.

Keputusan tersebut menyebabkan Putri Wulatsih bunuh diri.

Sebagai kenang-kenangan, didirikanlah sebuah patung berwujud Wulatsih dengan anjingnya di desa tersebut.

Kisah ini dianggap sebagai pesan dan pengingat bagi masyarakat setempat agar selalu berhati-hati dan memperhatikan tindakan mereka.

Mitos dan asal-usul Desa Selapura, Dukuwaru Tegal, merupakan bagian tak terpisahkan dari warisan budaya dan kepercayaan masyarakatnya.

Cerita ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi pembelajaran dan pengingat akan nilai-nilai kehati-hatian dan kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan.

Semoga kisah ini dapat terus dijaga dan dikenang oleh generasi selanjutnya.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.