Jateng

Misteri Batu Miana di Kabupaten Polewali Mandar: Penjaga Ular Raksasa dan Pengalaman Aneh Warga

Theo Adi Pratama | 6 Februari 2024, 07:00 WIB
Misteri Batu Miana di Kabupaten Polewali Mandar: Penjaga Ular Raksasa dan Pengalaman Aneh Warga

AKURAT.CO Misteri, Di tengah keindahan alam Sulawesi Barat, terdapat sebuah kawasan yang menyimpan cerita misteri yang melekat erat pada kehidupan masyarakat setempat.

Kawasan ini dikenal sebagai Batu Miana, yang berlokasi di Kelurahan Tinambung, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar (Polman).

Cerita misteri ini melibatkan keberadaan ular hitam berukuran besar atau raksasa yang dianggap sebagai penjaga Batu Miana.

Baca Juga: Sebuah Cerita Misteri dari Sukabumi: Keindahan Pesona Alam dan Mistisnya Curug Sawer

Asal Usul Nama dan Lokasi Batu Miana

Dalam bahasa Mandar, "miana" memiliki arti melahirkan. Warga setempat meyakini bahwa batu-batu kecil yang kerap muncul di kawasan ini dianggap sebagai anak dari deretan batu raksasa yang ada di Batu Miana.

Lokasinya tepat berada di sisi jalan utama yang menghubungkan Kelurahan Tinambung dan Desa Tangnga-tangnga.

Batu Miana dapat diakses dari Kelurahan Tinambung dengan berjarak sekitar 57 kilometer dari Kecamatan Polewali, ibu kota Kabupaten Polewali Mandar.

Meskipun terletak di sisi jalan, keberadaan Batu Miana tetap menjadi objek misteri yang menarik perhatian warga setempat.

Keangkeran Batu Miana pada Malam Hari

Pada siang hari, kawasan sekitar Batu Miana terlihat seperti tempat biasa dengan rerumputan liar yang menjulat tinggi.

Tetapi, begitu matahari terbenam dan malam tiba, suasana Batu Miana berubah menjadi menyeramkan.

Deretan pohon bambu dengan daun rimbun menciptakan kesan angker, terutama saat angin bertiup kencang dan hujan turun.

Baca Juga: Keindahan dan Misteri Curug Panjang Bogor: Menelusuri Pesona Alam dan Legenda Mistis

Ular Raksasa sebagai Penjaga Batu Miana

Cerita mistis Batu Miana mencapai puncaknya dengan kepercayaan warga setempat bahwa kawasan ini dijaga oleh seekor ular hitam berukuran besar atau raksasa.

Banyak warga yang telah menyaksikan sendiri penampakan ular ini di sekitar batu tersebut.

Salah satu saksi, Idris Noer (68), pernah melihat ular tersebut dan meyakini bahwa ular raksasa itu merupakan penjaga atau penunggu Batu Miana.

Idris Noer, yang pernah menjabat sebagai kepala lingkungan di wilayah Batu Miana, mengungkapkan pengalaman anehnya.

Dia menceritakan bahwa ular raksasa pernah melintas di depannya, mengarah ke sungai.

Namun, ketika mencapai sungai, ular tersebut tiba-tiba menghilang, berubah menjadi perahu tanpa penumpang.

Pengalaman Aneh Warga di Sekitar Batu Miana

Warga setempat kerap mengalami kejadian aneh di kawasan Batu Miana, terutama saat melintas atau beraktivitas di sekitarnya.

Pohon bambu tiba-tiba tumbang menutupi jalan, dan pemancing di Sungai Mandar yang berada di seberang Batu Miana sering mengalami lemparan batu secara misterius.

Idris Noer, bersama dengan warga lainnya, mempercayai bahwa ada penunggu di Batu Miana, yang mereka yakini berupa ular hitam berukuran besar.

Pengalaman horor ini sering terjadi menjelang waktu magrib sampai isya.

Baca Juga: Makam Massal di Kampung Plumbon, Semarang: Kehidupan dan Misteri di Balik Pemakaman yang Dilupakan

Penunggu Batu Miana Anti Baju Merah

Mitos yang berkembang di kalangan warga adalah bahwa ular raksasa penunggu Batu Miana tidak menyukai orang-orang yang mengenakan baju berwarna merah.

Beberapa warga yang mengenakan baju merah melintas di sekitar Batu Miana mengaku pernah diganggu oleh penampakan ular tersebut.

Idris Noer menyebut bahwa penampakan ular raksasa sering kali muncul saat ada orang yang mengenakan baju merah.

Meskipun tidak ada penjelasan pasti mengenai fenomena ini, warga setempat tetap mematuhi kepercayaan tersebut dan berhati-hati saat melintas di sekitar Batu Miana, terutama jika mengenakan baju berwarna merah.

Batu Miana di Kabupaten Polewali Mandar memang menyimpan cerita mistis yang membuatnya menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat setempat.

Dengan kepercayaan dan pengalaman mistis yang terus berlanjut, Batu Miana tetap menjadi objek penelitian dan perbincangan di tengah masyarakat Sulawesi Barat.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.