Jateng

Berikut Renungan Harian Katolik Minggu Biasa untuk Hari Senin 15 Januari 2024

Theo Adi Pratama | 15 Januari 2024, 02:00 WIB
Berikut Renungan Harian Katolik Minggu Biasa untuk Hari Senin 15 Januari 2024

AKURAT.CO Renungan, Berikut ini adalah renungan harian Katolik Minggu biasa untuk bacaan Injil Markus 2:18-22 hari Senin 15 Januari 2024.

Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus, Pada Renungan Harian Senin 15 Januari 2024. Dalam bacaan Injil Markus 2:18-22 hari ini mengisahkan tentang berpuasa itu bukanlah berdasar pada suatu kebiasaan ataupun aturan turun-temurun.

Berpuasa itu berasal dari hati dan terlebih melihat situasi kebutuhan yang ada.

Berpuasa itu bukanlah berdasar pada suatu kebiasaan ataupun aturan turun-temurun. Berpuasa itu berasal dari hati dan terlebih melihat situasi kebutuhan yang ada.

Dengan demikian, tujuan dari berpuasa semakin terarah, yaitu melatih manusia untuk menempatkan diri pada posisinya; hidup seimbang, serta menghargai nilai-nilai yang menjunjung kemanusiaan melebihi aturan kaku dari cara berpuasa. 

Kita pun, dituntut untuk berpuasa. Hendaknya puasa yang kita lakukan bukan menjadi penghalang kita dalam mencinta, akan tetapi semakin mendekatkan kita pada Tuhan.

Baca Juga: Berikut Renungan Harian Katolik Untuk Hari Minggu 14 Januari 2024

Baca Juga: Berikut Renungan Harian Katolik Untuk Hari Sabtu 13 Januari 2024

Berpuasa bukan hanya sekedar persoalan tidak makan atau tidak minum. Berpuasa juga bukan hanya melepaskan sejenak kelekatan-kelekatan yang selama ini kita miliki. Berpuasa tidak hanya membebaskan diri dari hal-hal yang kita senangi.

Berpuasa berarti juga mau dan mampu menerima hal-hal baru yang baik dan yang menyelamatkan. Menerima hal yang baru berarti harus siap berbenturan dengan kenyamanan lama yang selama ini ada dalam diri kita. Menerima hal yang baru berarti juga dibutuhkan kerendahan hati yang mendalam.

Puasa hanya diartikan tidak makan dan minum. Jadi puasa hanya dilihat secara jasmani saja, bukan dalam arti rohani.

Menurut Injil Markus hari ini, berpuasa berarti suatu pengharapan akan persatuan yang penuh dengan Yesus yang akan datang. Gereja juga memerintahkan kepada seluruh umatnya agar menjalankan perintah berpuasa.

Perintah tertulis dalam perintah Gereja kelima yang berbunyi: Engkau harus menaati hari puasa wajib; yang berarti penyangkalan diri dan pertobatan, yang memperisapkan dalam pesta-pesta liturgi; mereka membantu agar memenangkan kekuasaan atas hawa napsu dan memperoleh kebebasan hati; (KGK no. 2043).

Doa Penutup

Allah Bapa Mahasetia, ajarilah kami mematuhi sabda-Mu dan melaksanakan sabda Putra-Mu, yang selalu mematuhi kehendak-Mu dan melaksanakan janji-Mu.

Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.