Berikut Ini Renungan Harian Katolik Selasa Pekan Biasa 31 Oktober 2023

AKURAT.CO Renungan, Berikut ini adalah bacaan renungan harian Katolik untuk hari Selasa dalam pekan biasa 31 Oktober 2023.
Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus, Pada Renungan Harian Selasa 31 Oktober 2023 dalam Bacaan Injil hari ini Lukas 13:18-21, bercerita tentang perumpamaan biji sesawi .
Mengumpamakan hal yang luar biasa besar, hebat, bahkan agung, dengan suatu hal yang kecil dan sederhana, bukanlah untuk mengecilkan hal yang agung itu, tapi membuatnya terjangkau oleh pemahaman sederhana manusia.
Baca Juga: Renungan Harian Katolik Senin Dalam Pekan Biasa 30 Oktober 2023
Kita tahu bersama bahwa semua benih/biji pasti jauh lebih kecil dari tanamannya. Tentu bukan kebetulan Yesus mengambil perumpamaan dari biji sesawi yang sangat kecil.
Akan tetapi untuk membantu cara pandang kita mengenai kekuatan atau daya yang luar biasa yang ada di balik pertumbuhan benih yang kecil itu.
Yesus mengajari kita untuk tidak berhenti pada realitas yang tertangkap oleh mata, tapi melihat pekerjaan Allah yang agung di balik apa yang kecil dan sederhana.
Baca Juga: Berikut Renungan Harian Minggu Dalam Pekan Biasa 29 Oktober 2023
Di balik biji sesawi yang kecil, terkandung Kerajaan Allah yang maha agung dan mulia. Di balik ragi yang sedikit dan sederhana, terkandung daya kebesaran Allah yang mampu mengubah realita dari yang kecil menjadi besar.
Dengan kata lain, di balik apa yang kecil dan sederhana ini, kita bisa melihat kebesaran Allah yang luar biasa mengagumkan. Lihatlah kandang hina Betlehem. Dari sanalah cahaya keselamatan memancar ke seluruh dunia.
Lihatlah salib yang hina dan cemar. Dari sanalah datang keselamatan oleh salib dan pengorbanan Yesus. Apa yang bisa kita petik dari perumpamaan Yesus hari ini tentang biji sesawi dan ragi?
Baca Juga: Berikut Renungan Harian Sabtu dalam Pekan Biasa 28 Oktober 2023
Membandingkan biji sesawi dengan KA tentu bukan pada bijinya yang kecil, tapi pada potensi pertumbuhannya. Demikian juga halnya dengan ragi. Bukan pada bentuk raginya, tapi pada potensinya untuk membuat adonan menjadi besar.
Jadi fokus perhatian kita bukan pada bentuk biji sesawi, tapi pada kemampuannya untuk bertumbuh dan menjadi yang sesungguhnya. Biji yang kecil itu akan menjadi pohon yang besar dan kuat.
Ragi yang tak seberapa banyaknya, akan membuat adonan menjadi membesar. Orang manado bilang menjadi: reis. Naik, meningkat. Bahasa Inggrisnya: Raise up. Mungkin masih ingat lagunya George Groban: You raise me up. Engkau mengangkatku. Nah seperti itulah maksudnya.
Baca Juga: Berikut Ini Renungan Harian Jumat Pekan Biasa 27 Oktober 2023
Perumpamaan Yesus tentang biji sesawi kiranya memperkuat iman kita akan Penyelenggaraan Ilahi, atau kemahakuasaan Allah. Bahwa apa yang kelihatannya kecil dan sederhana, bila ditempatkan dalam tangan Tuhan, atau dalam konteks penyelenggaraan Tuhan, maka dia akan menjadi besar, sarat makna dan akan sampai pada kepenuhannya.
Ingat kata Yesus, bahwa bila kita mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kita dapat memindahkan gunung…waaw!Itu berarti bahwa bila kita mempunyai iman sebesar biji sesawi, luar biasa kekuatan ilahi yang diberikan Tuhan bagi kita.
Kita dapat melihat di balik kelemahan manusiawi kita, tersimpan sebuah daya ilahi yang maha dahsyat untuk mendatangkan kebaikan dan berkat yang melimpah. Tapi ini tentu tidak berlaku secara otomatis.
Rahmat iman yang kita terima dari Tuhan perlu terus kita kembangkan. Sama seperti biji sesawi yang perlu ditanam di tanah yang subur. Perlu dirawat dan diperhatikan. Disiram, dipupuk dan dibersihkan, agar tumbuh menjadi pohon yang besar. Demikian juga halnya dengan iman kita.
Kita perlu latihan rohani dalam bentuk doa dan ucapan syukur. Memperdalam relasi kita dengan Tuhan. Kita perlu membaca Kitab Suci, dan mendalaminya. Kita perlu menerima sakramen-sakramen, terutama Ekaristi. Kita perlu menjalin kebersamaan dalam komunitas, wilayah rohani dan paroki, agar kita tidak berjalan sendirian.
Lebih lanjut kita perlu melatih kesabaran dan penuh penyerahan diri kepada Tuhan. Dengan kata lain, kita perlu bersandar terus kepada Tuhan. Kita akan terus rajin menanam, rajin menyiram dan merawat, sambil seluruh pertumbuhannya kita serahkan pada Tuhan.
Doa Penutup :
Allah Bapa kami sumber pengharapan sejati, taburkanlah sabda-Mu ke dalam hati kami agar tumbuhlah Kerajaan Allah tempat Engkau sendiri hadir dan merajai hidup kami hari ini.
Semoga kami hari ini berkembang dalam segala ketekunan dan perbuatan baik, bertindak jujur kepada-Mu dan sesama. Kami serahkan segala apa yang kami rencanakan dan akan kami kerjakan hari ini ke dalam kekuatan-Mu.
Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Jalan Diperbaiki, Warga Malah Menderita: Seragam Anak Kotor, Motor Rusak di Jalur Semarang–Kendal
- 2Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 3LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 4UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 5Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 6Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 7Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 8CEK! Viral Pelari JRF 2026, Mengenal Flag-Off Time, Gun Time, dan Chip Time
- 9Perangkat Pertandingan Garudayaksa vs Persib: Wasit Irfan Wahyu Wijanarko Pimpin Laga Panas Malam Ini
- 10Mengenal Sel Energi Prana untuk Keseimbangan Hidup Holistik








