Jateng

Datang Membela Temannya Yang Dikeroyok, Pemuda Ini Sabetkan Alat Berbahaya Ke Seorang Pemuda lainnya

Theo Adi Pratama | 26 Maret 2024, 23:50 WIB
Datang Membela Temannya Yang Dikeroyok, Pemuda Ini Sabetkan Alat Berbahaya Ke Seorang Pemuda lainnya

AKURAT.CO, Sebuah tragedi penghilangan nyawa terjadi kembali saat jam makan sahur di jalan Kawi Kelurahan Wonotunggal Kecamatan Candisari Kota Semarang pada Jum’at (22/3/2024) lalu.

Kisah ini diungkap oleh Kasatreskrim Polrestabes Semarang, Andika Dharma Sena pada konferensi pers, Selasa (26/3/2024) di lobi Polrestabes Semarang.

Andika mengatakan pada saat itu sebenarnya ada sekelompok remaja yang sedang membangunkan sahur, namun datang kelompok pemuda lain yang tiba-tiba datang untuk melakukan perang sarung.

Baca Juga: Datang Dalam Kondisi Mabuk dan Marah-marah, Pria Ini Langsung Hilang Nyawa di Tangan Sahabatnya Sendiri

Namun ternyata, kelompok pemuda yang datang belakangan tersebut membawa alat berbahaya dan menyabetkannya kepada salah satu korban hingga meregang nyawa.

“Ceritanya akan membangunkan sahur namun terjadi perang sarung dengan pelaku. Kemudian pelaku menyerang lawannya dengan menggunakan alat berbahaya sehingga korban mengalami luka robek,” tutur Andika.

Pelaku bernama Said dan Dafri. Mereka mengeroyok korban dengan senjata tajam.

Baca Juga: Kinerja LKPP RI Diapresiasi, Sukses Tingkatkan Belanja Produk Dalam Negeri

Pelaku yang bernama Said menceritakan pada awalnya dia ingin tidur namun dibangunkan oleh temannya karena mendengar informasi bahwa temannya dikeroyok. Sontak Said langsung datang ke lokasi pengeroyokan namun Said dipukuli.

Kemudian Said kembali kerumah temannya untuk mengambil alat berbahaya dan kembali ke lokasi dengan niat untuk menakut-nakuti kelompok pemuda yang melakukan penegroyokoan.

Namun Said tetap mendapatkan pukulan oleh korban sehingga alat berbahaya yang ada ditangannya langsung dia sabetkan ke tubuh korban.

Baca Juga: Penagih Hutang Mendapat Sabetan Alat Berbahaya Karena Berkata Kasar Kepada Orang Tua

“Awalnya saya tidur di rumah temen saya kemudian dibangunkan karena informasinya temen saya dikeroyok di Jl Kawi,” ujar Said.

“Saya langsung berangkat ke Jl Kawi dan belum bawa senjata. Tapi di Jl Kawi saya dipukul kemudian saya kembali lagi ambil senjata. Nah pas sampai di lokasi saya dipukul lagi terus saya relfleks menyambitkan senjata yang saya bawa,” ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.