Jateng

Datang Dalam Kondisi Mabuk dan Marah-marah, Pria Ini Langsung Hilang Nyawa di Tangan Sahabatnya Sendiri

Theo Adi Pratama | 26 Maret 2024, 23:47 WIB
Datang Dalam Kondisi Mabuk dan Marah-marah, Pria Ini Langsung Hilang Nyawa di Tangan Sahabatnya Sendiri

 

AKURAT.CO, Polrestabes Semarang mengungkap pelaku penghilangan nyawa yang sempat viral pada Kamis (14/3/2024) lalu di depan Superindo Pedurungan atau Jl Brigjen Soegiharto.

Kasatreskrim Polrestabes Semarang, Andika Dharma Sena mengatakan pihaknya berhasil mengamankan pelaku tak lama setelah kejadian viral tersebut disebar di dunia maya.

Andika mengatakan sebenarnya antara korban dan pelaku adalah sepasang sahabat namun di antara keduanya terjadi perselisihan sehingga tragedy penghilangan nyawa terjadi.

Baca Juga: Kinerja LKPP RI Diapresiasi, Sukses Tingkatkan Belanja Produk Dalam Negeri

“Di mana korban dan tersangka sebenarnya bersahabat namun karena berselisih akhirnya tersangka Rahmat Rrusli (34) emosi,” ujar Andika saat konferensi pers pada Selasa sore (26/3/2024).

Andika mengatakan kronologi kejadian berawal saat korban mendatangi rumah tersangka dalam keadaan terpengaruh alcohol dan obat-obatan sambil menantang pelaku berkelahi. Pelaku tidak terima akhirnya mereka menuju depan Superindo, dan di situlah nyawa korban dihabisi pelaku.

“Temannya (korban) sedang dalam pengaruh alkohol sehingga tersangka langsung menghabisi korban yang ditemukan bersimbah darah di depan Superindo. Dan pelaku berhasil diamankan di tempat tinggalnya. Pelaku diancam pidana 7 tahun penjara,” ujar Andika.

Baca Juga: Penagih Hutang Mendapat Sabetan Alat Berbahaya Karena Berkata Kasar Kepada Orang Tua

Pelaku yang bernama Rahmat tersebut kemudian mengkonfirmasi apa yang diceritakan oleh Andika bahwa memang dirinya merasa tidak terima dengan perbuatan korban saat datang kerumahnya dalam kondisi mabuk dan teller.

“Saya merasa sakit hati karena korban saat mabuk dan konsumsi pil koplo selalu menantang saya,” tutur Rahmat.

Rahmat sendiri bahkan mengaku tidak tahu apa pokok permasalahannya sehingga korban datang kerumahnya sambil menantang berkelahi.

Baca Juga: Sejarah Perkembangan Kretek dan Industrinya, Ini Paparan dari Sejarawan

“Padahal saya sendiri tidak tahu masalahnya apa. Tapi kalau pas mabuk dia datang ke rumah saya sambil marah-marah. Jadi saya sakit hati,” tutupnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.