Jateng

Gandrung Sewu 2025 Kembali Guncang Pantai Boom Marina, Ribuan Penari Siap Hidupkan Warisan Budaya Lewat Tema Selendang Sang Gandrung!

Theo Adi Pratama | 1 Oktober 2025, 19:22 WIB
Gandrung Sewu 2025 Kembali Guncang Pantai Boom Marina, Ribuan Penari Siap Hidupkan Warisan Budaya Lewat Tema Selendang Sang Gandrung!

JATENG.AKURAT.CO, Siapkan agenda Anda di bulan Oktober 2025, karena salah satu festival budaya paling spektakuler di Indonesia, Gandrung Sewu, akan kembali digelar!

Atraksi tarian kolosal ini telah menjadi ikon tahunan Kabupaten Banyuwangi dan selalu berhasil menarik ribuan pasang mata.

Tahun ini, Gandrung Sewu 2025 akan berlangsung selama tiga hari penuh, mulai 23 hingga 25 Oktober 2025, dengan lokasi terpusat di Pantai Boom Marina Banyuwangi.

Yang paling menarik, perhelatan akbar kali ini mengusung tema puitis dan mendalam: “Selendang Sang Gandrung.”

Tema ini bukan sekadar judul, melainkan penegasan kembali tentang pentingnya warisan dan regenerasi budaya di tengah gempuran modernisasi!

Tiga Hari Pesta Seni Lintas Genre

Rangkaian acara Gandrung Sewu 2025 dirancang agar masyarakat bisa menikmati berbagai variasi pertunjukan, mulai dari musik modern hingga seni tradisional Banyuwangi.

1. Hari Pertama: Music Festival (23 Oktober 2025)
Acara akan dibuka dengan Music Festival yang siap memanaskan suasana di Pantai Boom Marina. Perpaduan musik modern dan irama khas daerah akan menjadi pembuka yang cair sebelum memasuki inti acara.

2. Hari Kedua: Meras Gandrung & Srawung Seni (24 Oktober 2025)
Kegiatan di hari kedua akan lebih berfokus pada kedalaman seni dan komunitas, diisi dengan Meras Gandrung serta Srawung Seni. Ini adalah kesempatan emas untuk menyaksikan prosesi budaya yang lebih intim dan berinteraksi dengan para pelaku seni di Banyuwangi.

3. Puncak: Atraksi Gandrung Sewu (25 Oktober 2025)
Inilah yang paling ditunggu-tunggu! Puncak perhelatan akan menampilkan atraksi Gandrung Sewu.

  • Ribuan Penari: Sesuai namanya, ribuan penari akan bersatu di satu panggung terbuka, menampilkan tarian gandrung secara massal dengan gerakan yang serempak dan indah.
  • Simbol Kebersamaan: Tampilan kolosal ini menjadi makna nyata dari kebersamaan budaya, sekaligus menegaskan identitas Banyuwangi sebagai pusat perkembangan seni tari gandrung.

Makna Mendalam "Selendang Sang Gandrung": Warisan yang Terus Hidup

Tema tahun ini, “Selendang Sang Gandrung,” memiliki makna filosofis yang kuat. Selendang dalam tarian Gandrung bukan hanya aksesoris, melainkan penanda warisan budaya yang terus hidup dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Penyelenggara memosisikan acara ini sebagai ruang regenerasi bagi para penari gandrung muda.

Selendang sebagai Pengingat: Dengan simbol selendang, makna keberlanjutan seni tradisi kembali ditegaskan. Selendang yang ditampilkan menjadi pengingat bahwa budaya tidak hanya diwariskan, tetapi juga dihidupkan kembali oleh generasi berikutnya

Ini adalah kesempatan emas bagi generasi baru untuk tampil dan menegaskan eksistensi seni gandrung, membuktikan bahwa seni tradisi tidak pernah mati di tengah gempuran hiburan digital.

Pantai Boom Marina: Lokasi yang Penuh Sejarah

Pemilihan Pantai Boom Marina sebagai lokasi acara juga bukan tanpa alasan.

Tempat ini tidak hanya menyediakan ruang terbuka yang luas bagi pertunjukan massal ribuan penari, tetapi juga memiliki kedekatan historis dengan Banyuwangi.

Kesinambungan acara di lokasi ikonik ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menjaga daya tarik pariwisata sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam melestarikan warisan seni lokal.

Gandrung Sewu 2025 di Banyuwangi siap memberikan pengalaman budaya yang memukau dan menghangatkan hati. Jangan lewatkan kesempatan langka ini!

Segera cek kanal resmi media sosial dan situs resmi untuk mendapatkan informasi detail rangkaian acara dan cara berpartisipasi. Sampai jumpa di Pantai Boom Marina! 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.