Jateng

Profil Freddie Mercury, Vokalis Queen dan Sang Legenda Musik yang Abadi

Theo Adi Pratama | 18 Februari 2025, 12:18 WIB
Profil Freddie Mercury, Vokalis Queen dan Sang Legenda Musik yang Abadi

JATENG.AKURAT.CO, Siapa yang tidak kenal dengan Freddie Mercury? Ia adalah salah satu ikon musik paling berpengaruh dalam sejarah.

Sebagai vokalis utama band legendaris Queen, ia dikenal dengan suara khas, karisma panggung yang luar biasa, dan kemampuan menciptakan lagu-lagu yang tak lekang oleh waktu.

Banyak karya yang diciptakan olehnya tetap hidup hingga sekarang, bahkan ada beberapa musisi yang memainkan lagu miliknya sampai detik ini.

Awal Kehidupan dan Perjalanan Menuju Queen

Freddie Mercury lahir dengan nama Farrokh Bulsara pada 5 September 1946 di Zanzibar, yang saat itu masih merupakan protektorat Inggris.

Ia kemudian pindah ke Inggris pada tahun 1964 bersama keluarganya.

Minatnya terhadap musik sudah terlihat sejak kecil, dan saat berkuliah di Ealing Art College, ia mulai berkenalan dengan para musisi yang kelak menjadi rekan-rekannya di Queen.

Pada tahun 1970, Freddie bergabung dengan Brian May dan Roger Taylor, yang sebelumnya merupakan anggota band Smile.

Bersama John Deacon, mereka membentuk Queen, dan sejak saat itu, dunia musik tidak pernah sama lagi.

Kesuksesan Bersama Queen

Queen meraih ketenaran global dengan album-album ikonik seperti A Night at the Opera (1975) yang menampilkan lagu legendaris Bohemian Rhapsody.

Lagu ini menjadi salah satu karya paling inovatif di dunia musik, menggabungkan unsur rock, opera, dan balada dalam satu komposisi yang epik.

Selain Bohemian Rhapsody, Freddie juga menciptakan banyak lagu hit lainnya seperti Somebody to Love, We Are the Champions, dan Don't Stop Me Now.

Ia dikenal sebagai sosok yang perfeksionis dalam bermusik dan memiliki jangkauan vokal yang luar biasa, yang membuat setiap penampilannya begitu berkesan.

Gaya Panggung dan Pengaruh di Dunia Musik

Freddie Mercury bukan hanya seorang penyanyi berbakat, tetapi juga seorang penghibur sejati.

Penampilannya yang karismatik, energik, dan penuh ekspresi menjadikannya salah satu frontman terbaik sepanjang masa.

Konser Queen di Live Aid tahun 1985 menjadi salah satu pertunjukan paling legendaris dalam sejarah musik, di mana Freddie berhasil menghipnotis puluhan ribu penonton di Stadion Wembley hanya dengan suaranya yang memukau.

Gaya dan teknik vokalnya telah menginspirasi banyak musisi setelahnya, dan hingga kini, banyak penyanyi yang mencoba meniru gayanya. Namun, keunikan Freddie tetap sulit ditandingi.

Perjuangan dan Akhir Hidup

Pada akhir 1980-an, Freddie Mercury didiagnosis menderita AIDS, tetapi ia merahasiakan kondisinya dari publik hingga beberapa hari sebelum kematiannya.

Ia tetap berkarya hingga akhir hayatnya, bahkan menyelesaikan rekaman untuk album Innuendo yang dirilis pada tahun 1991.

Freddie Mercury meninggal dunia pada 24 November 1991 di usia 45 tahun.

Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi para penggemar dan dunia musik secara keseluruhan.

Namun, karyanya tetap abadi dan terus dinikmati oleh generasi baru.

Warisan dan Pengaruh yang Tak Terlupakan

Freddie Mercury tidak hanya meninggalkan lagu-lagu hebat, tetapi juga warisan budaya yang luar biasa.

Queen tetap menjadi salah satu band rock paling berpengaruh, dengan lagu-lagu mereka masih sering dimainkan dan dijadikan inspirasi dalam berbagai media.

Film Bohemian Rhapsody yang dirilis pada tahun 2018 semakin memperkenalkan sosok Freddie Mercury kepada generasi baru.

Film ini sukses besar dan memperlihatkan betapa besar dampak Freddie dalam dunia musik.

Sebagai seorang ikon, Freddie berhasil membuktikan bahwa musik adalah bahasa universal yang mampu menghubungkan semua orang, tanpa memandang batasan.

Dengan segala pencapaiannya, Freddie Mercury tetap menjadi salah satu musisi terbesar sepanjang masa. (Hermas)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.