Jateng

Sudah 20 Tahun Tidak Pernah ke Semarang, Nicholas Saputra Kangen dengan Nasi Kucing Pak Gie

Theo Adi Pratama | 27 April 2024, 20:36 WIB
Sudah 20 Tahun Tidak Pernah ke Semarang, Nicholas Saputra Kangen dengan Nasi Kucing Pak Gie

JATENG.AKURAT.CO, Para pemeran film ‘The Arcitechture of Love’ merasa sangat berkesan ketika menyambangi Kota Semarang. Kesan nostalgia dialami oleh Nicholas Saputra yang sudah 20 tahun belum pernah berkunjung ke Semarang kembali.

Terakhir kalo Nicholas Saputra ke Semarang saat melakukan shooting film Soe Hok Gie pada tahuh 2004 atau 20 tahun yang lalu.

Menurut pemeran River Yusuf dalam The Arcitechture of Love tersebut, kesan mendalam Kota Semarang adalah keanekaragaman kulinernya.

Baca Juga: Rekomendasi 5 Wisata Air Terjun di Kabupaten Jepara, Cocok Buat Liburan Weekend

“Semarang memang terkenal dengan kulinernya, jadi saya pernah ke Semarang 20 tahun yang lalu, saya pernah shooting film Gie (Soe Hok Gie),” ujarnya pada Sabtu (27/4/2024).

“Kalau kuliner yang paling berkesan buat saya itu Nasi Kucing di Jalan Gajahmada (Pak Gie), saya makan nasi dua bungkus sama gorengan harganya 20 ribu rupiah,” tuturnya.

Entah bagaimana ceritanya, setelah 20 tahun berlalu, Nicholas tidak bisa melupakan kesan enak makanan-makanan di Semarang.

“Di situlah saya menemukan makanan-makanan Semarang yang enak, mulai dari soto-sotonya yang luar biasa banyak, lalu kemudian nasi ayam dan, ah semua lah,” ujarnya sambil tertawa bersama awak media.

Baca Juga: Penggemar Arifin Putra Shock Melihat Perubahan Aktingnya di Film The Arcitechture of Love, Ini Biografi Singkatnya

Setelah 20 tahun berlalu, tentu banyka hal berbeda yang dirasakan oleh Rangga dalam film Ada Apa dengan Cinta ini. Terutama soal lalu lintas yang semakin macet.

“Perbedaannya 20 tahun lalu dengan sekarang. Dulu terkenal kalau jalan ke mana-mana Cuma lima menit. Tapi sekarang bisa sepuluh menit karena macet,” jelasnya.

Becak menjadi satu dari sekian banyak alat transportasi yang menjadi kenangan indah Nicholas Saputra. Namun sekarang, dia sudah tak bisa menemukan kembali moda transportasi legendaris tersebut.

“20 tahun lalu saya mengalami betul naik becak ke mana-mana, tapi sekarang becak sudah nggak ada,” ujarnya.

Baca Juga: Film The Architecture Of Love, Kisah Putri Marino dan Nicholas Saputra Saling Menyembuhkan Berkat Gedung-Gedung Megah

Begitupun dengan kondisi Kota lama yang 20 tahun lalu menjadi lokasi shooting film ‘Gie’ yang menurutnya sangat berbeda. Saat ini, Kota Lama Semarang menajdi destinasi utama kota lunpia yang sangat terkenal dan keren.

“Dulu juga Kota Lama Semarang nggak seperti sekarang, 20 tahun lalu masih sepi. Sekarang gila udah ramai banget jadi destinasi wisata yang seru dan keren,” tuturnya.

Menurut Niko, Kota Semarang juga unik dengan perbedaan dua wilayah Semarang Atas dan Semarang Bawah yang memiliki cuaca berberbeda.

“Kota Semarang istimewanya juga punya dua wilayah yang cuacanya beda banget, kalau mau hawa sejuk ada di atas kalau di Semarang bawah panas. Contohnya di Jangli dan daerah-daerah Semarang atas yang lain, dulu saya shooting seminggu di Jangli,” tutupnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.